Bab 51

5.8K 837 56
                                        

Happy reading, semoga suka.

Lapak wattpad sekarang sepi benar, wkwkwkwk...

Yang mau baca duluan, bisa ke Karyakarsa dulu ya, Bab 70 baru update di sana.

Vote dan komen yg banyak ya, biar semangatnya updatenya, ga loyo wakakaka

Ada cerita baru juga di lapak wattpadku.

Enjoy

Luv,
Carmen

_________________________________________

Sehari setelahnya, Ana-Maria bersama Zayyeed beserta rombongan kerajaan meninggalkan Inggris. Rombongan pribadi Zayyeed tentu saja terbang dengan pesawat jet kerajaan menuju tempat lain sementara sisa utusan dari Zaazabyeer terbang kembali ke negara asalnya.

Saat duduk di dalam pesawat, hanya berdua saja dengan pria itu, sementara para pengawal dan pelayan mereka berada agak jauh di bagian belakang dan dihalangi pembatas, benak Ana-Maria sesak dipenuhi pikiran.

Sebenarnya bukan dipenuhi oleh banyak pikiran. Tapi pikirannya sendiri yang bercabang. Ucapan Andreaa mengendap dalam di kepala Ana-Maria. Apakah benar? Apakah ia memang terlalu sering menyebut nama Zayyeed di hadapan kakaknya? Tapi mau bagaimana lagi, bukan? Selama terkurung di harem pria itu, dunia Ana-Maria memang hanya berputar di sana. Tak banyak yang bisa ia ceritakan pada Andreaa, selain tentang Zayyeed, selain tentang apa yang dikatakan Zayyeed padanya, selain tentang pendapatnya mengenai pria itu, lalu Zayyeed lagi dan pria itu lagi, selalu hanya ada topik pria itu karena memang itu satu-satunya hal konstan ketika ia terkurung di harem sang raja.

Munafik, Ana-Maria.

Iya, iya. Ia sudah mengakuinya. Ia menginginkan pria itu. Lantas kenapa? Mereka bahkan belum tidur bersama. Ketegangan seksual di antara mereka adalah reaksi alamiah karena kedekatan keduanya, ketertarikan fisik yang akan pupus ketika Ana-Maria menyerah pada godaan. Begitu juga Zayyeed, Ana-Maria yakin pria itu akan bosan padanya setelah mendapatkan dirinya. Saat ini, ia hanyalah mainan baru yang ingin ditaklukkan pria itu. Andreaa hanya terlalu cemas. Sekali ini Ana-Maria tahu apa yang dihadapinya. Ia tidak bermain hati. Ia tidak akan jatuh cinta. Lalu siapa yang peduli jika Zayyeed juga bermain-main? Bukankah itu justru lebih bagus?

The Sheikh's Love-SlaveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang