Ana-Maria Francise Taranu adalah seorang gadis muda penuh mimpi dari sebuah negara kecil di Eropa Timur yang bernama St. Monty. Demi impian dan cintanya, ia mengikuti sang kekasih untuk bekerja di sebuah negara eksotis berbentuk kerajaan di Timur Te...
Bab 58 sudah update di KK, masih rating mature ya, puas2indulu dah petualanganerotissi raja mesum ama selirnyawkwkwk
Kalian boleh follow akun saya di sana: carmenlabohemian
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Luv, Carmen
_________________________________________
Mereka menghabiskan sepanjang siang hingga menjelang malam dengan mengelilingi London. Dan para pengawal yang menemani Ana-Maria memberikan izin ketika ia berkata akan berjalan-jalan di sekitar Trafalgar Square. Ana-Maria cukup kaget tetapi senang dan kemudian ia mendapati bahwa Zayyeed telah berpesan agar Ana-Maria diizinkan untuk pergi ke manapun dan turun di manapun untuk berjalan-jalan. Walaupun saat turun, Ana-Maria tahu para pengawal mengikutinya dari jauh, hal itu tak mengurangi rasa senangnya. Bahkan sebenarnya, itu sudah lebih dari yang berani diharapkannya. Dan fakta bahwa pria itu begitu penuh perhatian membuat hari Ana-Maria semakin baik.
Trafalgar Square terlihati indah. Langkah Ana-Maria juga ringan saat menyusuri tempat itu bersama Nahla. Mereka mengagumi arsitektural dan karya sening patung, berhenti sejenak menonton pertunjukan musik jalanan dan mengunjungi National Gallery. Setelahnya, ia mengajak Nahla untuk duduk di tepi fountain untuk melepas penat. Ia melepaskan sepatu yang dikenakannya dan mendesah nikmat. Ana-Maria rindu seperti ini, bebas dan berada di keramaian, menikmati sinar matahari yang hangat dengan udara lembap, bukannya terik panas yang membakar. Ia menarik napas dalam lalu menengadahkan wajah sambil memejamkan mata.
"Apa Anda merindukan semua ini, My Lady? Di tempat Anda berasal?"
Pertanyaan itu membuat Ana-Maria membuka matanya seketika dan ia menurunkan tatap pada Nahla di sampingnya. Wanita ini yang selalu setia melayaninya bersama Azra, keduanya tak sekalipun pernah bertanya dari mana Ana-Maria berasal, tak sekalipun pernah mempertanyakan kemunculan tiba-tibanya di harem, tak sekalipun menunjukkan keingintahuan usil. Mereka menerimanya total. Dan itu yang membuat Ana-Maria menyayangi keduanya. Ia lalu tersenyum.
"Sedikit," jawabnya, tidak yakin apa ia sedang berbohong atau jujur.
"Bagaimana dengan Zaazabyeer? Anda suka berada di sana?"
Ana-Maria sesaat terdiam. Jawaban apa yang harus diberikannya. Bahkan ia tidak tahu. Tapi... "Iya."
"Bolehkah aku jujur?" tanya wanita itu.
"Tentu saja."
"Kuharap Anda akan selalu bersama Yang Mulia dan aku bisa terus melayani My Lady untuk waktu yang sangat lama. Siapapun bisa melihat kalau Yang Mulia sangat menyayangi Anda, aku dan Azra benar-benar berharap Anda bisa terpilih menjadi Ratu."
Sejenak, Ana-Maria tidak tahu harus mengatakan apa. Ia tersentuh dengan ketulusan Nahla, tapi Ana-Maria tak bisa menjawab. Ia tak bisa memberikan janji untuk sesuatu yang tidak diharapkannya. Tertarik pada Zayyeed adalah satu hal, tapi ingin tinggal permanen bersama pria itu atau bahkan mengukuhkan posisinya sebagai Ratu, hal itu tak pernah terlintas dalam benaknya. Dan ketika berada di sini, Ana-Maria baru sadar ia mencintai kebebasan. Tak mungkin ia bersedia terkurung di dalam harem untuk seumur hidupnya.
"My Lady?"
Ana-Maria mengerjap lalu cepat-cepat tersenyum. "Itu biarlah menjadi keputusan Yang Mulia nantinya," jawabnya taktis. "Mengapa kita tidak menikmati waktu kita saja selagi masih di sini?" Ia lalu mengerjap.
Wajah Nahla berubah cerah seketika. "Ya. I like it here."
"You do?"
Nahla mengganggap. "Segalanya berbeda di sini."
Ana-Maria mengerti.
"Mengapa kau tidak menceritakan sedikit tentang dirimu dan Azra, aku nyaris tidak tahu apa-apa tentang kalian."
Ana-Maria menikmati cerita Nahla sambil ditemani gemericik air dan suara percakapan dari orang-orang yang duduk mengelilingi fountain itu. Ia menatap orang-orang yang berlalu lalang sambil sesekali menimpali cerita Nahla.
Saat akhirnya beranjak dari tempat itu, Ana-Maria mengajak Nahla untuk singgah di cafe dan menikmati teh sore. Setelahnya, mereka kembali ke limusin dan para pengawalnya menempati mobil di belakang. Ketika mendekati Tower Bridge, ia kembali meminta agar supir menghentikan mobil dan kembali mengajak Nahla turun. Dari sana, mereka berjalan menuju Tower Bridge. Dari ketinggian puluhan meter, Ana-Maria memuaskan tatapnya pada pemandangan London. Keduanya lalu lanjut menyeberangi jembatan hingga mencapai Potter Fields Park. Dari sana, jembatan ini bahkan terlihat lebih mengagumkan. Setelah mengambil foto untuk kenang-kenangan, keduanya kembali ke hotel.
Di sana, kejutan lain telah menunggu.
Zayyeed tidak ada di suite. Tetapi salah satu dari asisten pria itu menyampaikan pesan bahwa Zayyeed menginginkan kehadirannya di Royal Ball yang akan bertempat di ballroom hotel. Tak lupa pria itu telah mengirimkan serta penata rias dan gaya serta busana khusus untuk Ana-Maria.
Dengan dada berdebar, Ana-Maria membiarkan dirinya digiring untuk mulai 'dipersiapkan' menghadiri pesta dan ia bertanya-tanya: apa yang akan terjadi malam ini?