Happy reading, moga suka. Vote dan komen yang banyak ya.
Yang mau baca duluan, bisa mampir dulu ke Karyakarsa, di sana sudah Bab 51.
Akun saya di sana: carmenlabohemian
Enjoy
Luv,
Carmen
__________________________________________
Ana-Maria tahu kalau mereka tidak akan bisa tidur semalaman. Kali ini, ia sama sekali tak mampu terlelap. Ia hanya bisa berpura-pura. Lebih karena ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Jadi berpura-pura adalah perlindungan terbaik yang bisa diberikan pada dirinya sendiri.
Tapi Zayyeed berhasil menyiksanya sepanjang malam!
Tubuh pria itu yang menempel pada tubuh belakangnya membuat sekujur tubuh Ana-Maria merinding. Haruskah Zayyeed berbaring sedekat ini? Haruskah lengan meresahkan pria itu memeluknya? Masih sambil berpura-pura tidur, Ana-Maria mencoba menggeser tubuhnya namun yang terjadi adalah lengan pria itu yang memeluknya kian erat.
"I wanna hug you like this, just like this, i promise."
Suara berat yang berbisik serak dari atas kepalanya membuat Ana-Maria semakin berdesir tapi ia mengatupkan mulutnya rapat dan memejamkan matanya kian erat, bahkan napasnya saja ditahan.
"Tidak usah berpura-pura tidur."
Ana-Maria mengabaikannya.
Sebagai usaha untuk menangkal ketertarikan tak masuk akalnya dengan pria itu juga untuk meredam gairah yang memijat-mijat seluruh tubuhnya, Ana-Maria berusaha mengalihkan pikirannya. Ia mengajak benaknya berkelana. Tapi Bruce serta kenangannya semakin menjauh. Rasanya seolah sudah bertahun-tahun dan ingatan Ana-Maria tentang kekasih pengkhianatnya itu semakin pudar. Ia kini berusaha membayangkan St. Monty dan mengingatkan dirinya sendiri betapa bahagianya jika ia bisa segera kembali, tapi saat Zayyeed menekankan tubuh kerasnya pada Ana-Maria, ia terkesiap dan semua pikirannya buyar.
Dasar sialan!
Ana-Maria menangkap tawa geli samar pria itu tapi berpura-pura tuli. Ia yang biasanya akan bergerak memberontak lalu membentak sang raja agar turun dari ranjangnya. Tapi malam ini Ana-Maria merasa tak sanggup. Ia tahu ia tak akan menang, bahkan tubuhnya saja mengkhianatinya, jadi ia harus menghadapi apa yang harus ia hadapi.
Pada akhirnya Ana-Maria mungkin tertidur, satu jam, mungkin dua jam, mungkin ia bahkan tak benar-benar tidur, ia tak bisa mengingatnya. Pikirannya melayang, tubuhnya juga. Seseorang meraih bahunya, menggulingkan Ana-Maria hingga telentang. Ia mengerang pelan, merasa terganggu.
"Hanaa..."
Suara berat itu menyelinap, mengganggunya tapi juga sekaligus menggetarkannya.
"You're mine, aren't you? You'll be mine."
"Hmm..."
Ana-Maria menggeram halus, ia meregangkan tubuhnya pelan dan kembali menggeram senang saat merasakan tubuhnya dipeluk. Bukankah ini menyenangkan? Hangat dan nyaman.
"Buka matamu."
Ana-Maria menggeram protes. Biarkan ia tidur. Biarkan mimpinya berlanjut.
Pelukan hangat itu masih menempel di tubuhnya. Ana-Maria menggeliat pelan. Cengkeraman di pinggangnya terasa menyenangkan, ada sentuhan lembut di pelipisnya. Ia nyaris tersenyum. Napas hangat terasa berhembus di atasnya, menggodanya. Kali ini, Ana-Maria mengembangkan senyum kecil. Mimpinya jadi semakin jelas. Ia tidak bisa melihat apapun karena matanya terpejam nikmat, tapi ia bisa menikmati semua yang terjadi - sentuhan lembut, usapan pelan, belaian menyenangkan.
"Hmm..."
Ia menggeram kembali tatkala bibirnya diusap.
Sentuhan itu... nyaris terasa seperti memujanya.
"Bolehkah aku menciummu?"
"Mm..."
"Apakah kau benar-benar tidur?"
"Hmm..."
Mimpi itu masih berlanjut. Mulut Ana-Maria melekuk senang ketika ujung jemari itu menelusuri garis bibirnya. Sentuhan ringan itu mengirim getaran hingga ke tengah tubuhnya.
"Kau benar-benar cantik."
Sesuatu yang keras menekan bibirnya dan Ana-Maria mengerang lembut. Ia merasakan bibirnya dikecup, digigit pelan lalu sesuatu yang basah dan hangat menjilat bibirnya lembut. Lagi, Ana-Maria mendesah. Kali ini bibirnya membuka tanpa sadar.
"Ahh..."
Bukankah mimpi ini terlalu indah?
Ia merasa didekap, kian erat, tubuh yang sedang mendekapnya terasa keras tetapi nyaman. Bibir yang sedang menciuminya terasa kuat tetapi juga lembut. Ia membiarkan lidah itu menyusup ke dalam mulutnya, mencari-cari, menari lembut, menggoda. Lama-lama, ciuman itu terasa semakin bertenaga, ada desah napas keras, bibir yang semakin menuntut, lidah yang bergerak semakin liar. Ana-Maria mulai mengerang, ia butuh bernapas... ia butuh...
Lalu tiba-tiba saja semua tekanan itu menghilang. Dan ia merasa kembali melayang jatuh, membiarkan ketenangan memeluknya. Pelan, pelukan itu terurai dan Ana-Maria menggulung tubuhnya ke samping, kembali jatuh dalam lelap, kali ini tanpa ada mimpi yang mengikuti.
Saat ia bangun nyaris tengah hari, Ana-Maria baru sadar bahwa tadi bukanlah mimpi. Itu adalah Zayyeed yang mengambil kesempatan untuk mencuri ciuman dari Ana-Maria yang setengah tertidur dan tak mampu membedakan mimpi dan nyata karena tubuhnya yang terlalu lelah.
Ana-Maria menyentuhkan tangan ke dadanya dan meredakan debar di sana. Ia masih ingat jelas ucapan pria itu, bisikan serak bergairahnya yang tetap mendirikan ujung saraf Ana-Maria bahkan ketika ia setengah terlelap.
You're mine, aren't you? You'll be mine.
Ya, Ana-Maria harus mengakui bahwa pria itu benar. Zayyeed benar-benar pejuang teguh. Dan kini setelah menempati pikirannya, Ana-Maria tahu kalau pria itu takkan bisa disingkirkan. Bukankah hatinya sudah melunak? Cepat atau lambat, ucapan pria itu akan menjadi nyata. Cepat atau lambat, Ana-Maria akan menyerah.
Hanya ada satu cara untuk membebaskan Ana-Maria dari penjara rasanya. Pengakuan Bruce. Bahwa ia tak bersalah. Hanya kesaksian pria itu yang bisa membuat Ana-Maria bebas meninggalkan Zaazabyeer. Tapi bahkan tidak ada yang tahu di mana pria itu sekarang. Sementara, hati Ana-Maria sudah mulai berjalan ke arah yang tak diinginkannya.
Haruskah Ana-Maria menyerah dan membiarkan takdir menuntunnya, seperti ucapan pria itu padanya?
KAMU SEDANG MEMBACA
The Sheikh's Love-Slave
RomanceAna-Maria Francise Taranu adalah seorang gadis muda penuh mimpi dari sebuah negara kecil di Eropa Timur yang bernama St. Monty. Demi impian dan cintanya, ia mengikuti sang kekasih untuk bekerja di sebuah negara eksotis berbentuk kerajaan di Timur Te...
