Ana-Maria Francise Taranu adalah seorang gadis muda penuh mimpi dari sebuah negara kecil di Eropa Timur yang bernama St. Monty. Demi impian dan cintanya, ia mengikuti sang kekasih untuk bekerja di sebuah negara eksotis berbentuk kerajaan di Timur Te...
Happy Weekend, Yang Mulia Zayyeed balik lagi, hehe...
Semoga suka ya. Jangan lupa ninggalin jejaknya.
Dan ada cerita baru, seri terakhir Domination, silakan mampir kalau suka ^^
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Blurb:
Allison Porter
Bekerja dengan bilyuner itu bukanlah tantangan mudah. Sebastian Chavez mungkin saja tampak seperti pria sejati, tapi pria itu hanya bajingan gila kerja yang tidak menghormati wanita, diktator yang kejam dengan kelakuan sebaik iblis. Sebagai sekretarisnya, Allison paling tahu soal itu. Dan sialnya, ia harus terjebak dalam perangkap Sebastian dan hidupnya bertambah rumit sejak saat itu. Dan malapetaka terburuk, ia jatuh cinta pada pria itu...
Sebastian Chavez
Sejak awal, Sebastian menginginkan Allison - bukan sebagai sekretarisnya, tapi ia menginginkan wanita itu di tempat tidurnya. Tapi Allison tampak tak tersentuh dan Sebastian harus menunggu hingga saat yang tepat. Tapi masalahnya, ia hanya ingin bersenang-senang dengan wanita itu, meniduri si cantik Allison dan menjalani hubungan rahasia tanpa ikatan. Tidak akan ada janji manis, tidak ada masa depan, sudah pasti tidak akan ada pernikahan, karena begitu ia bosan, Sebastian akan meninggalkan Allison tanpa ragu. Pada akhirnya, ia juga harus menikahi tunangannya yang kaya dan terpelajar. Seharusnya mudah saja, sebelum Sebastian sadar bahwa wanita-wanita seperti Allison memang paling ahli membuat masalah...
"Menurut pendapat saya, Yang Mulia, sebaiknya Anda menikah lagi."
"Huh?"
Tatapan tajam Zayyeed kini tertuju pada Menteri Keuangannya.
"Maafkan kelancangan saya, Yang Mulia, tapi saya harus menyampaikan pendapat saya."
"Kupikir kita sedang membahas kondisi ekomoni dan politik Zaazabyeer serta keamanan kerajaan dan mengantisipasi segala kemungkinan buruk, terutama setelah kejadian kemarin. Dan sebagai Menteri Keuanganku, kau menyarankanku untuk menikah, Hakeem?"
Pria yang ditanya itu tampaknya bimbang ingin melanjutkan, namun Menteri Perdagangannya juga ikut menimpali.
"Maafkan kelancangan kami, Yang Mulia, tapi pendapat Hakeem ada benarnya. Menurut saya, Zaazabyeer membutuhkan seorang ratu dan pewaris yang sah, Yang Mulia."
Alis hitam tebal Zayyeed langsung terangkat tinggi mendengar pernyataan tersebut dan ia mengalihkan pandangnya ke sang pemilik suara. Ia yakin mereka sudah merencanakan ini semua bersama-sama.
"Oh, jadi maksudmu, maksud kalian..." Zayyeed menegakkan tubuhnya dari kursi kebesaran yang didudukinya sebelum melanjutkan dengan nada sarkas yang lebih tajam, ".... seandainya aku mati meledak atau mati tertembak, kalian masih memiliki seorang pengganti sah, begitu? Apa aku ada di posisi ini hanya untuk memproduksi pewaris sah untuk mengamankan kelangsungan takhta?!"