12

2.3K 89 0
                                        

Semua orang duduk dalam satu meja, dan Etan tersenyum pada Wriston dengan ramah.

"Sangat mengejutkan saat anda datang secara tiba-tiba" Ucap Etan memulai perbincangan.

Wriston tersenyum dan mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut ruangan.

"Kamu hanya memiliki dua anak murid, tempat ini terlalu besar"

Gamial yang mendengar nya mengepal kan tangannya, kenapa ada banyak orang yang tidak tahu malu.

"Ini sangat bagus, dan ada banyak anak didik yang akan datang" Balas David masih dengan ramah.

"Selama satu tahun kamu hanya memiliki dua orang, berapa lama itu akan cukup untuk di katakan banyak"

Anak-anak didik Wriston tersenyum mendengar nya, sedangkan Etan dan dua muridnya terdiam dengan perasaan sedikit kesal.

"Itu tidak masalah jika hanya dua orang, aku tidak mengambil orang untuk main-main"

Wriston yang mendengar nya menatap tajam Etan yang menyindir nya. Dia tidak suka saat orang bersikap lebih baik dan menekannya.

"Aku punya 12 orang murid dan kami belum memiliki tempat latihan tetap dan tempat ini sangat cocok. Aku harap kamu bisa mempertimbangkan nya demi agensi kita"

Gamial mendengus mendengar nya tapi dia tidak mengatakan apa-apa, Alisha memilih diam karena hal tersebut bukan bagian nya untuk bicara, dua orang pelatih berdebat, dan dia ingin melihat bagaimana Etan menunjukkan kepemimpinan nya.

"Hal itu harusnya anda bicara dengan Perusahaan, jadilah seperti ku yang mampu bertanggung jawab untuk dua orang murid ku"

Wriston menggertak kan giginya, merasa marah mendengar nya, seakan Etan berkata dia tidak mampu bertanggung jawab dengan dua belas muridnya, sedangkan Etan mampu membeli bangunan seharga $8000 hanya untuk dua anak didik nya.

Wriston berdiri dan menatap David dengan sinis. Mereka tidak pernah benar-benar akur selama 10 tahun karir mereka sebagai petinju hingga menjadi pelatih seperti sekarang.

"Kamu hanya iri dengan hal-hal yang aku miliki dan kamu tidak memiliki nya" Ucap Wriston dengan senyum mengejek dan pergi dari sana dengan langkah besar.

Dua belas anak murid nya dengan sigap mengikuti nya setelah mereka memberikan tatapan peringatan pada Gamial dan Alisha.

"Dan itu yang sekarang kamu lakukan! "

Suara cukup keras Etan memenuhi ruangan dan Wriston sempat berhenti melangkah mendengar nya, terlihat tubuh bergetar pria itu dari belakang.

Tapi itu tidak bertahan lama sebelum dia kembali melangkah dan menghilang di balik dinding, terdengar suara keras pintu tertutup yang di lakukan muridnya.

"Sial, apa mereka ingin merobohkan tempat ini" Ucap Gamial dengan marah.

"Pelatih aku akan melihat apakah mereka sudah benar-benar pergi" Setelah mengatakan nya Gamial berlari ke arah pintu keluar.

Tinggal Etan dan Alisha di sana, Alisha menatap Etan dan tersenyum dengan bangga.

David yang melihat nya juga tersenyum dan menepuk bahu Alisha cukup keras.

"Seharusnya kalian tidak terlibat dengan persaingan kami, aku dan Wriston selalu bersaing dalam hal apa pun, aku mencoba untuk menghindari nya, tapi ternyata hal itu masih terjadi" Ucap Etan menyesal.

Alisha merasa senang mendengus nya, dia rasa dia menemukan seorang pelatih yang benar-benar hebat, dia ingin tahu lebih banyak tentang pelatih nya tersebut.

ALISHA (COMPLETED) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang