Alisha pulang dengan terburu-buru saat dia mendapatkan telpon dari Ibu nya, dia langsung masuk kedalam kamar Arthur dan melihat pria yang selalu memarahinya itu terbaring di atas tempat tidur.
"Ayah.. Di mana yang terluka? " Tanya Alisha setelah dia sampai dan duduk di samping Arthur.
"Hanya memar di tangan dan rasa sakit di kepala" Jawab Arthur.
"Syukur lah"
"Yang parah itu si Odie, kemungkinan kakinya patah"
"Odie? Ya Ampun di memiliki istri yang baru melahirkan dan anak bayi kecil. Kasihan Odie"
"Itu sudah di tangani, dia akan baik-baik saja"
"Kenapa ayah tidak memberi nya cuti untuk mengurus istri nya? kasihan istri Odie. Dia pasti sangat sedih"
Arthur menatap sinis putri nya, dia tidak pernah memaksa siapapun untuk bekerja pada nya, jika mereka tidak ingin Arthur bisa minta orang lain.
"Itu tugas dia, dan lagian dia tidak pernah meminta cuti" Ucap Arthur memberi pembelaan.
"Ya ya, apapun kata ayah, aku sangat sedih untuk ayah juga. Di kemudian hari ayah harus memiliki bodyguard untuk melindungi ayah"
"Kenapa tidak kamu saja, kamu tidak memiliki pekerjaan dan juga sangat kuat memukul"
Tubuh Alisha menegang, apa Ayah nya sudah tahu pekerjaan yang dia geluti.
"Memukul? Apa yang ayah ketahui"
"Mengetahui apa? Tentang putra keluarga Carl? "
"Carl? " Alisha tidak tahu siapa itu Carl
Arthur tidak ingin membahas nya, dia menatap Alisha dan menyipitkan mata.
"Apa kamu sudah dapat pekerjaan? "
"Belum" Jawab Alisha.
"Ayah tahu kamu hanya main-main di luar. Jangan sampai ayah meminta orang untuk mengawasi mu"
"Ayah.. Itu menganggu privasi ku"
"Itu karena.... "
"Aku dengar dari ibu, Ayah di selamat kan seseorang. Siapa dia? " Ucap Alisha mengalihkan pembicaraan.
"Ayah tidak mau membicarakan nya, pergi panggil ibumu"
Alisha berdecak tanpa suara dan berdiri dari tempat duduk nya.
"Ayah beruntung tidak terluka lebih parah, lain kali jika ada yang mencurigakan seperti mengikuti mobil segera telpon polisi"
"Ayah tahu"
Alisha menghela nafas dan pergi dari kamar orang tuanya.
********
Keesokan harinya Alisha benar-benar datang lebih pagi ketempat latihan, tapi di sana tidak seperti yang dia pikir kan. Ada banyak orang, dan yang membuat kesal itu adalah Wriston dan anak didiknya.
Alisha tidak bicara apa-apa dan langsung masuk tanpa menyapa, dia tidak melihat Gamial ataupun Etan di sana.
Perasaan Alisha bertambah kesal karena dia berada di antara anak-anak didik Wriston yang tak berhenti menatap nya.
"Sial, untuk apa mereka ada di sini? "
Alisha mengumpat didalam hati dan menyingkir sejauh mungkin, dia mengeluarkan kan ponsel dan menelpon Gamial terlebih dahulu.
"Hallo"
"Ya Alisha, ada apa? "
"Dimana kamu? "
KAMU SEDANG MEMBACA
ALISHA (COMPLETED)
Romancekisah ini bercerita tentang seorang wanita yang ingin menggapai mimpi nya untuk menjadi petinju profesional. _Alisha Roberto Smith Dan pria tampan kaya raya, yang menginginkan seorang wanita lemah lembut sebagai syarat menjadi istrinya. Tapi siapa...
