Alisha menunggu Alfano di depan rumah, pria itu bilang dia akan datang menjemput nya setelah pulang dari perusahaan.
Amanda keluar untuk melihat putri nya, Alisha sudah berdiri didepan rumah selama sepuluh menit. Dia tersenyum dan menegur putri nya.
"Masih belum datang? "
Alisha menatap Ibu nya dengan raut sedikit cemberut. Pertandingan akan di mulai jam delapan malam. Dan sekarang sudah jam tujuh lewat.
"Dia bilang ada sedikit masalah di perusahaan jadi dia akan sedikit terlambat"
TUT... TUT... TUT...
Bunyi klakson mobil terdengar di luar gerbang. Suasana hati Alisha berubah senang.
"Ibu aku akan langsung pergi. Sampai jumpa"
Amanda menghela nafas melihat putri nya yang tergesa-gesa menuju gerbang. Perasaan Amanda stabil setiap hari. Dia orang yang mudah untuk tenang.
Setelah dia tidak melihat putri nya lagi. Dia masuk dan matanya langsung tertuju pada Arthur yang duduk di sofa ruang keluarga.
Pria itu sedang menonton televisi dengan kaki kiri yang bertumpu pada kali kanan. Tangan kanannya juga bersandar pada sofa. Terlihat sangat gentle.
"Alisha sudah pergi? "
"Iya" Jawab Amanda sambil duduk di samping suami nya.
Al dan El sedang mengerjakan tugas di dalam kamar. Jadi mereka memiliki waktu luang bersama.
Arthur memasang wajah datarnya ketika tahu putri nya sudah pergi bersama Alfano. Amanda yang memahami suami nya tersenyum maklum.
"Berhenti mengkhawatirkan Alisha. Kamu bisa yakin jika Alfano bisa menjaga putri kita"
Arthur mendesah pelan, dia menurunkan kakinya dengan lelah. Dia sungguh tidak mengerti hal apa yang membuat dia tidak puas terhadap Alfano. Pria itu mapan, berpendidikan dan dari keluarga yang terpandang. Siapa yang tidak kenal dengan keluarga Carl di kota ini. Perusahaan besar yang bertahan di tangga nomor satu bertahun-tahun tanpa pernah tersaingi.
________
Mereka sampai di tempat pertandingan. Alisha sangat tidak sabar. Itu akan di mulai sebentar lagi, jadi dia keluar dari mobil tepat setelah Alfano mematikan mobil nya.
Alfano yang melihat nya sedikit khawatir tapi dia hanya bisa menghela nafas saat Alisha sudah keluar dari mobil dengan mudah.
"Sayang... "
"Ya! "
Alfano merasa risau memperhatikan tingkah aktif istri nya. Dia mendekati Alisha dan memeluk bahunya cukup kuat.
"Jangan terlalu banyak gerak. Kamu berada di masa-masa rentan"
"Tenang saja... "
"Jika kamu tidak patuh, kita akan pulang sekarang"
Alfano bersikap tegas. Dia tidak bisa membiarkan Alisha melakukan apa yang dia ingin kan. Tatapan Alfano sedikit tajam. Alisha tahu suami nya serius sekarang.
"Iya"
"Bagus... Ayo kita masuk"
Alfano mengusap rambut istri nya dengan penuh kasih sayang. Dia akan memberikan seluruh cinta nya untuk wanita itu. Dia bisa menjamin jika Alisha tidak akan kekurangan apapun dalam hidupnya.
"Hemm"
Mereka berjalan menuju gedung tempat di adakan nya pertandingan tinju. Ada banyak orang di depan gedung. Beberapa wartawan juga ada berkeliaran di sekitar pintu masuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALISHA (COMPLETED)
Romancekisah ini bercerita tentang seorang wanita yang ingin menggapai mimpi nya untuk menjadi petinju profesional. _Alisha Roberto Smith Dan pria tampan kaya raya, yang menginginkan seorang wanita lemah lembut sebagai syarat menjadi istrinya. Tapi siapa...
