PART 31

1.1K 62 1
                                    

Haii... Apa kabar? Semoga kita selalu dilindungi dan dijauhkan dari marabahaya aamiin...

Selamat membaca readers!! i hope u like it.

I love you..

Didalam mobil tidak ada percakapan sama sekali, saga yang sibuk menyetir mobilnya, dan alinka yang menunduk sambil memilin jari jarinya.

"Kalau mereka ngapa ngapain lo bilang gue", alinka terperangah bibir tipisnya terbuka sedikit.

"Ha hah?, unm... Si siapa?", saga mengulum bibirnya.

"Lemot juga ya otak lo", alinka menunduk dengan cemberut.

Saga menoleh sekilas, "gak usah dimonyong monyongin bibir lo, udah kayak bebek aja".

*gplakk..

"Enak aja aku nggak mirip bebek ya, orang cantik gini dibilang kayak bebek!". Saga meringis ketika alinka memukul tangannya, alinka yang melihat itu terperangah kaget.

"Aamm.. Ma maaf saga, ak aku nggak sengaja shh maaf pasti tangan kamu sakit ya, maafin aku ya saga aku gak seng-",

Saga meletakkan jari telunjuknya pada bibir alinka, 5 detika mereka saling menatap sebelum.

*Grbbkk...

Saga tak sadar jika didepan ada dua polisi tidur, yang lumayan tinggi.

"Aaww...", alinka jatuh dengan memeluk saga, dan tanpa sengaja bibir alinka menyentuh rahang tegas milik saga membuat ia membulatkan matanya kaget, tangan saga juga bertengger dipinggang alinka.

"Lo nggak papakan?", alinka segera bangkit dari jatuhnya. Ia merapihkan rambutnya yang berantakan.

"I iya ak aku nggak papa kok",

"Sorry gue gak fokus tadi, lo beneran nggak ada yang luka kan?" ucap saga, alinka menggeleng.

"Ng nggak kok, kamu gimana kamu gak papa kan?".

"Gue oke", alinka mengangguk samar.

Setelah itu tidak ada lagi percakapan didalam mobil itu, keduanya diam dengan fikiran masing masing.

'ck bisa bisanya gue gak fokus nyetir gara gara lihatin dia' batin saga.

                        ****

*Dklekk..

"Makasih ya saga udah nganterin aku sampe rumah", ucap alinka dengan senyum terpatri dibibir tipisnya. Saga tertegun melihat senyum itu.

"Hmm, gu gue juga makasih karena lo udah mau dateng dan cariin kado buat gina". Alinka tersenyum lembut,

"iya sama sama, yaudah kalau gitu kamu pulang langsung ya".

"lo ngusir gue?",

"bu bukan gitu, kan ini udah malam jadi-".

"Ekhemm..", alinka terperanjat kaget. Ia menatap kebelakang yang sudah ada bima, dan feby.

"A ayah, mama feby uhmm... Saga aku masuk duluan ya, kamu hati hati dijalan". Saga mengangguk tanpa membalas, alinka segera pergi meninggalkan saga didepan gerbang rumahnya.

"Assalamualaikum ayah, mama feby". Tangan alinka menggantung di udara, bima sama sekali tak menatapnya. Feby yang melihat itu tersenyum sinis.

"In inka masuk dulu yah, ma". Bima lagi lagi tak menyahutnya, alinka tersenyum miris. Ia segera melenggang dari kedua orang didepan rumah itu.

Saga menatap kedua orang didepan rumah itu dengan ekspresi datarnya, ia tersenyum miring. Saga memasuki mobil hitamnya, dan melaju dengan cepat.

"Lihat dia, sudah berani pulang diatas jam 10 saja". Ucap bima mendengus,

ALINKA (END) {REVISI}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang