36. Pengkhianatan

538 112 2
                                    

Kylie's POV In

"Kylie, aku sepertinya familier dengan wajahmu, kau memiliki darah Rusia bukan?" kurasakan Jennifer menatapku, aku tidak berani menatapnya, aku hanya mengangguk memberi jawaban.

"Kau tidak penasaran kenapa aku bertanya seperti itu?" tanya Jennifer.

Itulah yang sedari tadi ku pikirkan, ku beranikan diri untuk mengangkat kepala dan menatap Jennifer yang berdiri angkuh di hadapanku, ku akui wanita itu terlihat sangat berwibawa.

"Kenapa?"

"Karena kau terlihat mirip sekali dengan mantan kekasih Mark, Lynelle. Kau tidak mendekatinya karena itu bukan?" cecar Jennifer seraya melirik Mark.

Namun, Mark hanya terdiam, apakah itu benar? Apakah aku mirip dengan mantan kekasihnya? Namun, kurasa tidak mungkin jika Mark mendekatiku karena aku mirip dengannya. Kami bersama karena kami saling mencintai.

"Jika kalian benar-benar berhubungan, maka ada dua kemungkinan kau memilihnya. Kemungkinan pertama adalah seleramu gadis berdarah Rusia dan kemungkinan kedua adalah kau belum bisa melupakan mantan kekasihmu! Apakah aku benar?"

Perempuan itu masih terus berbicara, apakah dia benar-benar tahu jika kami berhubungan? Atau ini hanya sebuah jebakan agar hubunganku dengan Mark terbongkar?

Apa pun itu aku tidak boleh terjebak. Oh ya, kuharap aku adalah kemungkinan pertama, sebagai selera Mark. Bukan karena aku mirip dengan mantan kekasihnya.

"Ahh dan gadis itu telah kembali kesini bukan? Kami bertemu dan sempat mengobrol dengannya tadi, dia bilang kemarin kalian bersama seharian, apa itu benar?"

Jennifer menimpali ucapannya tadi tanpa membiarkan Mark bersuara sedikit pun, perempuan itu tersenyum. Namun, Mark masih terdiam, kenapa dia sekarang menjadi diam?

Mark tatap mataku dan katakan bahwa wanita itu berbohong! Kenapa kau diam saja Mark? Apa semua itu benar? Kau bersama dengan mantan kekasihmu kemarin? Lalu mengapa kau berbohong kepadaku? Kau bilang bahwa kau akan pergi bekerja hari itu!

Mark, bisakah kau mendengar kata hatiku? Cepat katakan bahwa dia berbohong Mark! cepat katakan! aku ingin mendengarnya dari mulutmu!

Detik demi detik berlalu namun Mark benar-benar tidak bersuara, pria itu membuatku benar-benar kecewa, bisa kusimpulkan jika Jennifer berkata benar. Mark kau telah melukai hatiku.

"Waw, Mark. Lynelle bilang jika kau pria yang tangguh."

Sial ... aku sudah tidak kuat menahan rasa sesak di hatiku, detik itu juga aku berlalu meninggalkan mereka tanpa memedulikan Mark yang berteriak memanggil namaku.

🍁🍁🍁

Aku mengunci kamarku, air mataku sudah tidak dapat dibendung lagi. Kubiarkan air mata itu mengalir, setidaknya rasa sesak di dadaku akan berkurang ketika aku menangis.

Sakit, satu kata yang menjabarkan keadaan hatiku saat ini. Rasanya sudah tidak ada lagi yang bisa ku percayai. Hatiku sudah benar-benar dihancurkan oleh kakak beradik itu.

Apakah tidak ada pria waras di sini? Kenapa hati mereka begitu kejam?
Tuhan apa kesalahanku sampai aku mendapat penderitaan seperti ini?

Betapa mirisnya kehidupanku, bahkan hari ini suamiku membawa kekasihnya hanya untuk ditunjukkan kepadaku!

Lantas setelah ini siapa lagi yang bisa kupercaya? Mark? Dia juga telah membohongiku! pria itu menghempasku jauh ke dalam jurang yang curam setelah ia membuatku terbang sampai ke bintang.

Aku tertawa di sela tangisanku, sepertinya aku tahu, semua ini adalah salahku! Aku bersalah karena telah mempercayainya. Aku terlalu naif memberikan semua yang ku punya padanya, hatiku bahkan tubuhku.

Unhappy Queen [ 18+ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang