Fergio kini terbaring lemah, kelopak matanya terbuka perlahan. Kini ia tidak terbangun di atas ranjang king size-nya, melainkan di atas ranjang rumah sakit yang sempit.
Semenjak benturan itu, Fergio mengalami cedera pada kepala yang mengharuskannya melakukan operasi untuk mengeluarkan serpihan kaca yang masih bersarang di kepalanya.
Fergio meringis merasakan nyeri, ia tidak menyangka jika perempuan yang telah menjadi kekasihnya selama bertahun-tahun itu, ternyata adalah musuhnya yang sangat berbahaya.
Netra pria itu berkelana mencari keberadaan seseorang di ruangan ini. Namun, tidak ada siapa pun di ruangan putih nan dingin ini.
Mark, satu-satunya keluarga yang benar-benar tulus menyayanginya telah ia singkirkan. Lalu Kylie, seorang perempuan yang rela mempertaruhkan kebahagiaannya pun tak pernah ia hargai, hingga perempuan itu benar-benar pergi.
Kini yang ia harapkan kedua orang itu hadir di sisinya, menemani saat-saat tersulit dalam hidupnya. Sebuah harapan bodoh dan egois. Ini adalah hukuman untuknya.
Mengapa ia bertindak seperti ini? Membuat segalanya menjadi rumit.
Frustasi, itulah yang di alami Fergio saat ini. Ia terbangun dan melihat semuanya baik-baik saja. Tapi pada kenyataannya inilah awal mula ia terjatuh, merangkak, hingga akhirnya patah.
Untuk pertama kali dalam hidupnya ia tidak mampu mengubah keadaan. Teman-teman dan bawahannya pun tidak dapat membantu memperbaiki semuanya.
Fergio melirik ke arah pintu saat pintu berwarna putih itu terbuka. "Kylie ... ." lirih Fergio. Namun, yang muncul di sana adalah Lucas.
Fergio kembali memalingkan wajah dengan perasaan kecewa.
"Maaf aku baru mengunjungimu pasca operasi." Lucas menaruh sebuah parsel buah pada nakas di samping ranjang Fergio, kemudian duduk di samping pria itu.
"Bagaimana keadaanmu? Apakah kau sudah merasa lebih baik?"
Tidak ada jawaban dari mulut pria di hadapannya. Fergio hanya menatap kosong ke arah langit-langit.
"Apa kau membutuhkan sesuatu?" Lucas kembali bertanya, ia khawatir dengan keadaan sahabatnya itu.
"Fergio katakan sesuatu, setidaknya aku tahu kau tidak mengalami kelumpuhan pasca operasi!" Lucas mendesak Fergio karena ia benar-benar merasa khawatir.
"Kylie ... aku mau dia di sini bersamaku."
Kalimat yang Fergio ucapkan membuat Lucas terdiam, ia bingung harus mengatakan apa. Ia sudah menghubungi Kylie, tapi perempuan itu hanya memberi ucapan bela sungkawa.
"Mark sedang dalam perjalanan, mungkin sebentar lagi dia tiba." Lucas mencoba mengalihkan pembicaraan.
Fergio melirik Lucas dan memberi tatapan tajam kepadanya. "Apa kau tuli? Aku mau Kylie. Hubungi dia sekarang!"
Lucas mengangguk, pria itu kemudian berjalan ke sudut ruangan dan mulai menghubungi Kylie.
🍁🍁🍁
Kylie kini tengah duduk bersama Charlotte, menikmati kebersamaan mereka dengan menonton televisi dan menikmati camilan yang tersaji di hadapan mereka. Hingga suara ponsel menganggu aktivitas menyenangkan mereka.
Kylie meraih ponsel di meja dan mendapati nama Lucas kembali tertera di layar. Perempuan itu terlihat bimbang, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengangkatnya.
"Hallo, Lucas. Ada apa?"
"Kylie, Fergio mencarimu. Dia ingin kau segera ke sini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Unhappy Queen [ 18+ END ]
Romance[Berlatar di Amerika] Pertemuan tanpa sengaja yang mengantarkan Kylie Stephanie Caldwell pada sebuah kesengsaraan. Penculikan yang terjadi, membuatnya jatuh pada sosok pria dingin yang tak mempunyai hati. Kylie memang dilepaskan. Namun, bukan berart...
![Unhappy Queen [ 18+ END ]](https://img.wattpad.com/cover/291254164-64-k171377.jpg)