Kylie, gadis itu tersenyum, saatnya pulang ... . Senja, waktu di mana berakhirnya pekerjaan Kylie, sebagai seorang pelayan di salah satu kafe di kota New York. Beberapa minggu terakhir dia baru saja diterima bekerja di kafe tersebut.
Senja di musim gugur adalah hal yang paling disukai Kylie, di mana ia bisa melihat daun-daun maple berjatuhan. Daun yang berhabitat di negara empat musim tersebut menguning indah sebelum akhirnya harus luruh di jalanan.
Suara daun terinjak sepatu menjadi irama merdu yang menemani setiap langkahnya. Gadis itu bersenandung kecil, hari-harinya dipenuhi rasa semangat. Kylie adalah gadis yang ceria.
Langkah kakinya terhenti di sebuah halte, ia kemudian duduk menunggu bus yang akan mengantarkannya pulang. Sore hari ini cukup sepi, hanya ada dia di halte itu. Ditemani oleh embusan angin yang membelai lembut rambut coklatnya, terasa sejuk dan menyegarkan. Gadis itu memejamkan matanya, untuk sejenak melepas penat setelah seharian beraktivitas.
Sebuah mobil Jeep berhenti tepat di depannya. Kylie membuka mata, dan menoleh tanpa rasa curiga. Ia memperhatikan mobil itu, dua orang pria berjaket hitam keluar dan menghampirinya.
Tidak ada pikiran negatif, Kylie berpikir mereka hanyalah para pendatang yang akan menanyakan alamat kepadanya. Namun, gadis itu salah. Dengan cepat para pria itu menarik Kylie masuk ke dalam mobil. Sekuat apa pun dirinya berontak, tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan kedua pria tersebut.
“TOLOOONG!” Gadis itu memekik. Namun, tidak ada satu orang pun yang memedulikan teriakannya. Amerika dipenuhi oleh orang-orang individualis.
Kylie masih terus memberontak. Hingga akhirnya, sebuah benda tajam menembus kulit lehernya, menghentikan sinyal saraf yang membuat kesadaran gadis itu hilang. Kylie telah dibius ... .
Mobil pun melesat meninggalkan halte dengan kecepatan tinggi membuat daun-daun di jalanan ikut berhamburan.
🍁🍁🍁
Pintu terbuka menampilkan sosok pria yang tengah duduk membelakangi pintu di kursi kebesarannya. Dia adalah Fergio Osvaldo, ketua Mafia terbesar di Amerika.
22 tahun ... siapa sangka jika usia pemimpin organisasi rahasia itu masih terbilang sangat muda? Di saat pria sebayanya masih mengenyam pendidikan, pria itu justru sudah bisa merajai bisnis perdagangan ilegal di negaranya.
“Barang baru lagi, huh?” tanya pria itu tanpa menoleh.
“Iya, Tuan. Yang satu ini jauh lebih baik! Anda pasti akan menyukainya.”
Ucapan yang keluar dari mulut bawahannya itu, berhasil membuat Fergio menoleh.
Pria itu menatap lekat-lekat gadis yang saat ini tengah berada dalam dekapan anak buahnya, paras gadis itu cukup menawan. Sesaat kemudian, Fergio menunjuk sofa dengan dagunya, mengisyaratkan pria itu untuk membaringkannya di atas sana.
“Permisi, Tuan.”
Setelah menyelesaikan tugasnya, pria itu pamit kemudian melenggang meninggalkan ruangan.
Fergio melirik arlojinya lalu berjalan menghampiri Kylie. Sebentar lagi reaksi obat biusnya hilang dan gadis itu akan tersadar. Fergio duduk di seberang Kylie, menyilangkan kaki dengan tangan bersedekap dada dan mata yang memandang lurus ke arah gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unhappy Queen [ 18+ END ]
Romansa[Berlatar di Amerika] Pertemuan tanpa sengaja yang mengantarkan Kylie Stephanie Caldwell pada sebuah kesengsaraan. Penculikan yang terjadi, membuatnya jatuh pada sosok pria dingin yang tak mempunyai hati. Kylie memang dilepaskan. Namun, bukan berart...
![Unhappy Queen [ 18+ END ]](https://img.wattpad.com/cover/291254164-64-k171377.jpg)