22. Drake dan Frank

293 30 0
                                        


Drake dan Frank adalah sahabat sejak kecil. Orangtua mereka bersahabat sejak masa SMA dan hal itu berdampak untuk Drake dan Frank. Sejak masih dalam kandungan, mereka sudah saling mengenal. Ibu mereka sering bertemu untuk melakukan banyak hal bersama, membahas tentang kehamilan bersama, pergi ke dokter bersama. Drake dan Frank sudah dibiasakan bersama bahkan sebelum mereka lahir.

Dalam masa bayi, mereka juga sering dirawat bersama. Ayah mereka yang sibuk bekerja membuat ibu mereka lebih senang mengurus mereka bersama. Terkadang ibu Drake akan ke rumah Frank dan berasa disana seharian. Kebiasaan itu terus berlanjut hingga Drake balita. Ibu Drake dan ibu Frank selalu membawa mereka kerumah satu sama lain. Drake dan Frank selalu bermain bersama. Jika Drake Frank sudah bermain bersama, maka mereka akan lupa waktu. Ayah mereka juga sering membawa mereka liburan bersama.

Masa kanak-kanak adalah masa yang menyenangkan bagi Drake dan Frank. Mereka mulai memasuki sekolah dan memiliki teman baru. Meskipun begitu, Drake dan Frank tetab selalu bersama. Mereka bagaikan perangko yang tak pernah terlepas satu sama lain. Frank dan Drake juga sering menginap satu sama lain dirumah masing-masing. Bermain hingga lupa waktu dan sering kena marah orangtua mereka.

Memasuki masa remaja, mereka mulai menduduki bangku Junior Highschool. Sama dengan masa kanak kanak, mereka mendapatkan teman baru, mereka bahkan mulai jatuh cinta. Tapi lagi dan lagi, Drake Frank tidak bisa dipisahkan. Semua orang tau, dimana ada Drake pasti ada Frank. Sejak masa Junior Highschool pula, Frank sadar jika orientasinya berbelok. Ia menyukai sesama jenis. Saat itu begitu banyak ketakutan salak dirinya, ia takut jika orangtuanya akan marah besar dan mengusirnya, ia takut dikucilkan, ia takut kehilangan sahabat sebaik Drake. Namun nyatanya semua ketakutannya tidak pernah terjadi. Frank mengakui jika ia menyukai laki laki dan orangtuanya hanya biasa, mereka tidak marah. Mereka justru bangga pada Frank yang terbuka dan jujur pada mereka. Ia tidak dikucilkan oleh orang orang. Ia juga tidak dijauhi oleh Drake. Justru Drake malah melindungi Frank dari para Seme yang mendekatinya hanya untuk memanfaatkannya.

Memasuki masa Senior Highschool, Drake dan Frank mulai bertemu dengan sahabat yang lain. Drake dan Frank bertemu dengan First, Ohm, Nanon dan terakhir Chimon. Mereka hanya temen sekelas hang kebetulan cocok saat berbicara bersama. Sifat mereka yang berbeda menjadi pelengkap satu sama lain. Di masa inilah Frank sadar jika ia menyukai Drake. Frank selalu cemburu melihat Drake menggoda atau mengganggu gadis atau laki laki lain. Meskipun bersahabat, Frank tak pernah paham arah orientasi Drake. Ia sering menjadi sangat sinis dan ketus jika Drake sudah menggoda orang lain.

Meskipun Drake orang yang receh dan terkesan sering bercanda dengan perasaan seseorang, ia tak bodoh jika membaca perasaan seseorang. Apalagi perasaan Frank, sahabat baiknya, orang yang paling ia sayang. Ia tau dan sadar jika Frank menyukainya. Itu semua terlihat jelas saat Frank menatab Drake, nada bicara saat Frank berbicara dengan orang lain dan Drake pun berbeda. Ketika bersama orang lain, Frank selalu menggunakan nada tegas, memperlihatkan sisi dewasa seorang Frank. Tapi ketika berbicara dengan Drake, ia akan menggunakan nada yang lebih lembut, membuat hanya Drake yang bisa melihat sisi lembut seorang Frank. Tidak ada hang menyadari itu memang. Frank selalu pintar dan berhasil menyembunyikan perasaannya dari semua orang dengan pengecualian Drake tentunya. Drake bukanya hanya ingin mempermainkan perasaan Frank. Ia sendiri juga bingung dengan perasaanya sendiri, ia bingung kemana arah orientasinya.

Perasaan mereka terus tergantung begitu saja tanpa kejelasan. Frank semakin jatuh dalam pesona Drake seriap harinya. Dan Drake terus berusaha meyakinkan perasaanya. Ia mulai merasakan apa yang Frank rasakan. Jatuh cinta, Drake mulai merasakannya. Namun ia butuh meyakinkan perasaanya sendiri. Ia cukub waspada setiap ada orang yang menyatakan perasaannya pada Frank. Ia takut Frank akan menyerah dengan perasaanya dan melupakanya. Drake takut jika Frank akan jatuh cinta pada orang lain. Setiap orang yang menyatakan perasaannya pada Frank akan pergi begitu saja setelah beberapa hari bahkan jam. Frank sempat heran pada semua orang yang menyatakan perasaannya. Mereka menyatakan perasaanya dan pergi hilang begitu saja. Ia menganggap semua orang hanya bermain main saja, tanpa ia tau jika Drake lah yang membuat semua orang pergi.

Drake akan menemui seriap orang yang menyatakan perasaanya pada Frank. Mengatakan jika Frank hanya miliknya dan tak boleh ada satupun orang lain menyentuhnya. Drake tak segan untuk memukuli mereka dan membuat mereka menyerah dalam keegoisannya. Drake tau ini salah, dia tau ini egois. Tapi Drake tak akan pernah ikhlas jika Frank bersama orang lain. Hingga suatu hari, ada yang mengatakan perasaannya pada Frank. Dia seorang cowok angkuh dan arogan. Dia tidak takut dengan peringatan yang dilayangkan Drake padanya. Ia malah terkesan menantang Drake dengan selalu mendekati Frank dan mencoba merebut perhatian Frank. Drake tidak akan panik jika Frank tidak menanggapi tingkah cowok itu. Tapi nyatanya, Frank jelas menanggapi tingkah cowok itu dan membuat Drake cemburu. Hingga pada titik akhir, Drake merasa frustasi dengan cowok itu, Drake lebih memilih untuk membuat cowok itu masuk rumah sakit.

Siapa yang menyangka jika Drake, seorang yang suka melucu dan paling bisa diandalkan saat meredam emosi sahabatnya berubah menjadi sosok penuh emosi hanya karna cemburu. Namun Drake belum lega, ia benar benar takut jika Frank tak lagi mencintainya. Frank selalu menjenguk cowok itu setiap hari dan mulai mengabaikan Drake yang cemburu.

Frank bukanya tak lagi mencintai Drake. Ia hanya kecewa dengan Drake yang berlaku seenaknya. Frank tau jika Drake lah yang membuat semua orang yang menyukainya menjauh darinya dari cowok itu. Frank tidak marah pada Drake, ia malah merasa penting bagi Drake. Tapi ia juga kecewa, kenapa Drake tak menyatakan perasaanya, kenapa Drake lebih memilih diam, ia tak pernah tau alasannya. Satu satunya uang terpikirkan olehnya hanya karna Drake menjaganya sebagai seorang adik. Alasan inilah yang membuat Frank menjauh dari Drake. Membuat Drake kelabakan karna ia mulai kehilangan sosok Frank. Drake merasa kosong saat Frank mengacuhkanya. Apalagi saat Frank berpura pura biasa saja dihadapan Nanon, Chimon dan yang lain, tapi akan menjauh saat mereka hanya berdua.

Frank terus menjauhi Drake dan mencoba menghilangkan Drake dari hatinya. Meski sulit dan ragu ia terus mencoba. Ia mendekat dengan cowok itu. Drake jelas ketakutan jika ia akan benar benar kehilangan Frank. Hingga di keputusan akhir, Drake membawa paksa Frank pergi saat Frank tengah jalan berdua dengan cowok itu.

Drake membawa Frank ke tempat yang hanya mereka berdua yang tau. Drake tidak sadar jika cengkraman tangannya di pergelangan tangan Frank menyakiti Frank dan membuat Frank takut. Drake melempar Frank ke tembok dengan kasar. Frank sempat merintih kesakitan karna lemparan itu, namun kemudian di kejutkan dengan ciuman paksa Drake. Frank berusaha mendorong Drake dengan tenaganya, namun terasa sulit karna tenaga Drake yang lebih besar. Drake menahan kedua tangan Frank diatas kepala Frank, menahan tangan Frank ke tembok agar Frank tak lagi memberontak. Drake melepaskan ciuman itu saat Frank hampir kehabisan nafas. Drake langsung menghisap leher jenjang Frank dan membuat banyak tanda. Tangan Drake terus mehan kedua tangan Frank, sebelah tangannya mulai nakal, memasuki kaos Frank dan memainkan niple Frank. Sementara Frank hanya mampu mendesah karna kelakuan Drake ini.

Drake melepaskan tangan Frank dan menggenggam tangan Frank lembut. Ia melihat Frank yang sibuk mendesak karna hisapan Drake dilehernya dan tangan nakal Drake di niplenya. Drake tersenyum melihat wajah Frank yang terlihat seksi dimatanya. Kaki Frank melemas, ia akan segera jatuh jika Drake rak segera menahannya. Frank yang masih kaget hanya menyenderkan kepalanya di perpotongan leher Drake, Frank menangis dan Drake bisa merasakannya.
" maaf " kata Drake
" kenapa Lo lakuin ini Drake? " tabya Frank bergetar
" gue cemburu. Gus cemburu liat Lo sama Mike " Drake menyebut nama cowo itu, cowok yang selalu mencari perhatian Frank.
" gue gak ada apa apa sama dia " jawab Frank, ia masih menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher Drake.
" gue tau. Rapi teteb aja gue cemburu. Gue gak mau Lo sama orang lain. Gue mau Lo cuma sama gue. Bukan yang lain "
" itu juga yang buat Lo hajar mereka yang nembak gue? "
" ya " jawab Drake tegas, ia masih setia memeluk pinggang Frank.
" kenapa Lo nggak pernah bilang Drake? Gue tau Lo nggak bodo buat tau perasaan gue sama Lo kan? Kalo Lo juga suka sama gue kenapa Lo nggak pernah bilang? "
" gue tau gue salah. Dan gue minta maaf. Satu hal yang perlu Lo tau, meskipun gue gak jujur sama perasaan gue, Lo cuma akan jadi milik gue! Gue gak akan biarin Lo deket sama orang lain apalagi sampe jatuh cinta sama orang lain! Paham! " ujar Drake dengan nada tegas dan penuh akan keposesifan. Sementara Frank hanya mengangguk, mengiyakan pernyataan Drake.

Tbc....

Chap spesial Drakefrank. Btw chap ini belum selesai ya, masih ada chap spesial Drakefrank lagi nanti oke.

Jangan lupa Vote And komen ya...

Wrong Feeling ~Namon~Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang