2. Dua Tahun Lalu

10.4K 209 1
                                        

Dua tahun lalu...,

Seorang pria mengulurkan tangannya yang memegang sebuah kartu nama pada seorang gadis yang tengah mendudukkan dirinya. Gadis itu pun hanya bisa mendongak, mengerjapkan matanya karena bingung dengan pria di depannya.

Sudah hampir beberapa detik, gadis itu tidak menampani kartu nama tersebut. Sang pria pun mulai berucap, "Saya Direktur Li Departement, terimalah." Katanya. Bibirnya yang menyimpul senyum itu pun menghipnotis seorang gadis didepannya. Chareline Violette, ia menampani kartu nama itu.

"Kalau kau butuh sesuatu, hubungi saya. Saya sudah melihat performa kamu di Li Cosmetic padahal ini hari kedua bekerja." Kata Argantha Liem.

"Terimakasih," bangga Vio, wajahnya merekah merah, senyumnya dikembangkan begitu lebar. "Saya pasti akan lebih giat lagi bekerja disini."

"Well, bekerjalah dengan baik, anak manis."

Ucapan itu membuat jantung Vio berdegup dengan kencangnya. Dengan di tambah lagi dengan sikap Argantha Liem itu mengacak puncuk kepala Vio dengan manja. Bagaimana tidak seorang gadis itu langsung jatuh cinta dengannya, tentu saja itu adalah awal dari pertemuan mereka yang membawa cinta pada kehidupan Vio.

*

Sudah satu minggu Chareline Violette bekerja di anak perusahaan Li Departemen yautu Li Cosmetik. Sebagai brand ambasador kosmetik disana memang tidak mudah, ditambah lagi dengan Vio yang masih duduk di bangku SMA. Namun, seiring berjalannya waktu ternyata tidak sesulit yang Vio bayangkan.

"Kau mau terus melamun disana?" tanya seorang pria yang sudah berdiri di sampingnya.

"Maafkan saya, pak. Pekerjaan saya sudah selesai, saya akan pulang sekarang. Permisi." Kata Vio, ia membalikkan badannya dan berjalan menjauh dari Argantha Liem. Namun, sebuah tangan mencekal pergelangan tangannya. Vio pun berhenti dari langkahnya dan menolehkan kepalanya kebelakang.

"Aku ingin bicara denganmu." Ucap Argantha Liem yang tidak memakai bahas formal seperti biasanya.

Di tariknya Vio mendekat dan mereka pun saling berhadapan. Argan mengeluarkan sebuah kotak kecil. Lalu segera ia pun membukanya. Begitu tercengangnya Vio, wajahnya menengadah menatap mata sang Direkturnya.

"Will you be my only one."

Vio terdiam sesaat, tentunya sangat canggung dengan pria di depannya. Ia pun hanya bisa terbingung dengan situasinya saat ini. Ia tahu siapa pria di depannya, seharusnya ia tidak terlibat walaupun hanya berhubungan sebagai rekan kerja. Namun, seiring bekerja yang terus bertemu dengannya itu membuat Vio menilai pria di hadapnnya tidak seburuk yang ia kira.

"Pak Direktur, saya masih sekolah."

"No problem, aku tidak memintamu buru-buru menikah, nona Chareline Violette."

Vio menghela nafasnya, mungkin ini adalah hal yang sangat tepat. "Aku akan menerimanya." Jawab Vio, tangannya mengambil cincin di kotak kecil tersebut. Sedangkan Argan, ia tengah terkikik menlihat tingkah Vio yang gugup sembari memasang cincin di jari kirinya. Argan pun siap merebut cicin itu dan memasangkan pada jari manis bagian kanan gadis di depannya.

Kemudian, mereka pun saling bertatapan. Pikir Vio, mungkin jika ia tidak hanya berada di dekat Argan tetapi masuk kedalam kehidupan Argan, ia akan menemukan jawaban yang sebenarnya dari pria tersebut. Vio juga sangat yakin, pria di depannya pun pantas untuk di cintai walaupun ia sangat ingin tahu kejadian masa lalunya.

Vio menyadarkan lamunannya, terkaget dengan wajah Argan yang sudah sangat dekat di depannya. Sontak, Vio memundurkan wajanya dan berbalik badan. Gadis itu siap pergi dari hadapan Argan dan mengambil tas gendong mipiknya di sofa.

"Em sudah malam, saya akan pulang sekarang, pak."

Argan tertawa, "Biar aku antar." Kata Argan, mereka pun jalan bersebelahan melangkahkan kaki mereka keluar dari studio foto.

*

Your Daddy is MineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang