Seorang gadis memasuki rumah dengan menenteng sebuah koper hitam besar. Matanya berkeliling mencari seseorang disana, tetapi tidak ada satupun. Ia pun segera menaiki lift dan menuju ke kamarnya.
Baru saja ia mengeluarkan diri dari pintu lift, ia berpapasan dengan seorang wanita mengenakan seragam, Rini. "Miss Rini, mumsy belum pulang dari RS?" Tanya Seren.
"Oh, non Seren, katanya kalau sudah pulang disuruh ke kamar di lantai empat." Kata Rini.
"Kenapa?"
"Tuan sudah menunggu disana." Kata Rini. Segera Seren pun menuju lift. Ia memergikan diri menuju lantai empat, sebuah lantai yang berisi dua kamar disana. Satu kamar yang tidak pernah ayahnya masuki lagi setelah kematian sang ibu Seren.
Begitu tercengangnya ketika mendapati seorang pria mengeluarkan diri dari kamar tersebut. "Ayah ngapain disitu?" Tanya Vio. Kemudian, seorang wanita yang berada di belakang Argan mulai memunculkan wajahnya.
Seren sontak melebarkan matanya. "Mama!" Teriak Seren, wanita itu menghampiri Clara Liem, di dekapnya untuk memastikan nyata atau tidak. "Mama! Ini mama benera, ayah?!"
"Iya, Se. Mamamu."
Sebulir air mata menetes pada mata Seren. "Mama, mama dari mana saja, Seren kangen mama." Tangisnya pecah.
"Mamamu koma setelah kecelakaan itu, Se."
"Iya sayang, untung ada orang baik yang menolong mama dan merawat mama."
"Siapa dia ma?" Tanya Seren, tangisannya pun ia sudahi.
"Dia perempuan cantik, namanya Vio, nanti mama kenalkan kalian dengan Vio. Mama tidak sempat tanya alamat dia tinggal dan sudah beberapa hari ini mama tidak melihat dia." Ucapan Clara membuat Seren bertanya-tanya, ia menatap mata Argan untuk memastikan jika Vio bukanlah Chareline Violette.
"Ya udah, istirahatlah. Kamu harus banyak istirahat kata dokter."
Clara menganggukkan kepalanya. "Mama, nanti Seren nyusul mama, Seren mau bicara sama ayah dulu." Kata Seren. Clara pun memasukkan diri kedalam kamar dan Seren siap menarik tangan ayahnya untuk berbicara dengan dirinya.
"Ayah, yang dimaksud mama tadi bukan Chareline Violette, kan?" Tanya Seren.
"Dia Chareline Violette."
"Terus, gimana dengan Vio ayah?" Tanya Seren. Mulai khawatir apa yang akan terjadi jika Clara tau siapa Vio. "Apa Vio tahu kalau mama Seren masih hidup?"
"Dia tahu." Jawab Argan.
"Terus gimana ayah?"
"Gimana apanya? Vio istri ayah, kan."
Seren menghela nafasnya, ia sangat tidak tahu dengan pikiran ayahnya saat ini. Argantha Liem menjawab pertanyaan sang anak dengan santainya. Seren hanya takut mama Seren ataupun Clara tidak menyukai dengan status mereka.
"Sana temani mamamu, ayah akan ke rumah sakit." Kata Argan. Pria itu berjalan menjauhi dari sang anaknya.
*
Sore itu, seorang wanita tengah berjalan-jalan menyusuri ruangan sang anak. Matanya menemukan seorang bayi berumur empat hari itu masih terlihat sangat mungil.
"Logan," panggil Violette. Bibirnya tersenyum. Namun, beberapa menit kemudian, senyuman itu memudar.
Bunyi keras pada alarm milik Logan Nathane Liem, sontak saja Vio panik. Seorang suster dan dokter pun berdatangan. Dokter itu mengecek kondisi Logan.
"Sayang, sayang kamu kenapa?!" Teriak Vio dari luar, memang suaranya tidak akan terdengar masuk kedalam.
Vio terus panik, tangannya menggedor-gedor kaca ruangan itu. "Sayang, mama disini, sayang harus kuat." Kata Vio, tangisnya mulai keluar dan menjadi.
Mata Vio terus mengamati pergerakan dokter dan suster yang terus melakukan tindakan dengan sangat cepat. Vio yakin jika Logan sedang dalam bahaya. "Logan, logan sayang!" Ucap Vio terus menerus dalam tangisannya.
Kemudian, jendela kaca itu di tutup dengan gorden gelap. Ia pun tidak bisa mengamati keberadaan Logan saat ini. Tangis Vio semakin menjadi.
"Logan! Sayang! Kamu kenapa?! Mama disini!" Teria Vio berkali-kali.
Lalu, sebuah tangan mendekap tubuh brutal Vio yang terus menggedor-gedor jendela kaca. "Sayang, ada apa?" Tanya Argan.
"Argan, Logan di dalam. Logan anak aku, Argan." Kata Vio, Argan pun terus menenangkan Vio.
"Sayang Logan pasti baik-baik saja."
Vio menggelengkan kepalanya, rasanya kakinya lemas. Wanita itu pun jatuh ke lantai, "Tadi banyak dokter dan suster di dalam, Argan. Vio takut, Vio nggak mau kehilangan Logan. Tolong Logan, Argan." Ucap Vio di setiap tangisnya.
Kemudian, seorang wanita mengeluarkan diri dari ruangan tersebut. "Permisi nyonya, tuan, anda orang tua Logan?"
"Iya sus, apa yang terjadi dengan Logan?" Tanya Vio dengan cepat.
"Kondisi Logan drop saat ini, kami akan berusaha sebisa mungkin untuk Argan, kalian hanya perlu berdoa." Kata suster tersebut.
Tangis Vio menjadi lagi. "Selamatkan, anakku suster." Kata Argan. Suster itu pun masuk kembali keruangan tersebut.
"Logan sayang, kamu harus kuat. Jangan tinggalin mama." Gumam Vio.
"Tenanglah sayang, Logan pasti baik-baik saja." Kata Argan, ia mengangkat Vio untuk mendudukkan diri di atas kursi. Di dekapnya tubuh istrinya dengan erat.
"Argan, Vio takut Logan akan meninggalkan Vio. Vio nggak mau, Argan."
"Iya sayang, Anak kita anak yang kuat, dia akan baik-baik saja, oke." Ucap Argan, kecupan pun mendarat pada puncuk kepala Vio.
*
Waduhhh part nya sedikit dulu ya gengs
[22-07-2023]
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Daddy is Mine
RomansaSebelum membaca, harap follow dulu. Thankyou🧡 --- Skandal sebuah foto yang terus beredar di sosial media itu membuat kehebohan di SMA Golden. Kemunculan foto itu tidak dapat dibantah lagi oleh Chareline Violette. Terpampang jelas wajah gadis itu da...
