Seorang gadis melongokkan kepalanya pada pintu. Matanya mengedar mencari seseorang, tetapi begitu tercengang mendapati seorang pria tengah tidur memeluk seorang wanita. Matanya membulat sembari mengamati lekat-lekat wajah wanita disana.
"Vi-vio?!" Gumam Nathlie Serene melihat wajah seorang gadis tengah tertidur sembari mendekap Argantha Liem. Segera, ia pun menutup pintu kamar itu dengan hati-hati. "Dia Vio beneran?" Tanya Seren pada dirinya sendiri. Sembari terus bingung dengan benarkah Vio atau bukan, ia mulai melangkahkan kakinya menuruni tangga. Wajah yang tercengang itu terus saja muncul.
"Jadi kalau benar Vio, dia berkencan sama ayah?!"
"Nggak! Bukan Vio. Tapi beneran tadi itu Vio, dia tidur sama Ayah!" Ocehnya. Ia segera mempercepat langkahnya menuju ruang makan. Matanya bertemu dengan Miss Rini yang tengah menata masakan di atas meja makan. Seren segera mendudukkan dirinya.
"Miss," panggilnya. Rini pun menatap Seren. "Miss Rini tau kalau ayah berkencan?" Tanyanya.
"Tahu beberapa bulan lalu." Jawab Rini. Seren pun semakin tercengang, hanya dia yang tidak tahu mengenai ayahnya yang berkencan. Seren menghela nafasnya dengan kasar, lalu sebuah suara berat menimbrung pembicaraan mereka.
"Kamu baru tahu kalau ayahmu berkencan, Se?" Tanya Tristan Bramana. Pria itu duduk di sebelah Seren.
"Om juga udah tahu? Se-sejak kapan ayah berkencan?"
"Sudah hampir dua tahun." Jawab Tristan, pria seumuran dengan ayah Seren.
"Namanya?"
"Namanya apa?" Balik tanya Tristan.
"Perempuan itu."
"Vio," jawab Tristan, Seren pun memelototkan matanya, bibirnya melongo. Tentu saja jika Seren terkejut, Vio adalah sahabatnya. "Violette, ambasador Li cosmetik." Lanjut Tristan.
Seren langsung menghela nafasnya dengan panjang. Ingin berteriak dan melampiaskan apa yang ia pikirkan saat ini. Namun, semuanya harus ia urungkan. "Om tahu, mereka berdua sedang tidur bersama!" Kekesalan Seren pun terucap.
"Kenapa? Sudah biasa."
"Biasa?!" kejut Seren. Tristan hanya menganggukkan kepalanya. "Nggak bisa! Mereka belum menikah masa tidur bareng! Dan, perempuan itu masih sekolah!" Adu Seren pada Tristan. Pria disebelahnya menarik tangan Seren untuk duduk kembali.
"Om, lakuin sesuatu. Ayah nggak pernah cerita tentang kencan, bahkan pacaran dengan Vio selama dua tahun saja tidak pernah bilang."
"Panggil dia mama, Seren." Ucap Seorang pria yang tengah berjalan ke ruang makan.
"Ayah! Seminggu ini ayah nggak pernah pulang jangan-jangan Ayah menginap dirumah dia!" Kesal Seren.
"Begitukan cara bicara dengan ayah?" Tanya Argan. Seren mendengus kesal, ia membenamkan wajahnya pada meja, sesekali kakinya ia hentak-hentakkan. Kesal memang, tetapi ia tidak bisa berbuat apapun lagi saat ini. "Maafin ayah, ayah seminggu sibuk bekerja."
"Ayah, ayah tau kalau Vio itu temen Seren." Gumam Seren. Sontak dua pria disana saling bertatapan. "Kenapa ayah kencan sama anak sekolah! Bahkan ayah tidur bareng. Kalau Vio hamil gimana!" lanjut Seren. Ia mulai membangkitkan dirinya dari kursi.
"Satu lagi, Seren nggak akan memanggil Vio dengan sebutan mama. Vio teman Seren." Tekan Seren sebelum memergikan dirinya dari ruang makan.
"Argan, pernikahan tiga minggu lagi. Yakin akan lancar saja? Sepertinya Seren menolak hubungan kalian."
"Seren hanya terkejut, dia pasti akan paham." Kata Argan dengan santainya. Ia bangkit dari kursi dan berjalan menuju lift, Tristan pun mengikuti pria itu.
"Jangan pernah sepelekan hal seperti ini, Argan. Vio yang kamu cintai, tapi Seren juga anakmu."
"Tristan, lo disini bukan buat ceramah."
"Dasar keras kepala." Kesal Tristan, mereka pun mulai masuk kedalam kamar Argan. Nampak, Vio tengah mengeluarkan diri dari kamar mandi.
"Kak Tristan, ada apa kemari?" Tanya Vio.
"Mengecek keadaanmu, Vi. Semalem Argan kirim chat katanya kamu kambuh lagi." Jawab Tristan yang membuat Vio langsung menatap Argan. "Ah, hanya sebentar. Kemarin obatnya lupa dibawa."
"Tapi nggak ada keluhan yang lain, kan?"
"Tidak ada kok, semuanya baik-baik aja." Jawab Vio, matanya menatap Argan kembali. Argan yang mengetahui ketidakinginan Vio mengungkit masalahnya itu pun membuat Argan terus berpaling dari mata Vio.
"Aku beri obat dengan dosis ringan. Kau harus megurangi obat-obatannya." Kata Tristan. "Jangan lupa minum obatnya." Lanjutnya, Vio pun menampani botol obat berisi puluhan tablet.
"Well."
"Sudah?" Tanya Argan.
Tristan mengangkat satu alisnya, "Kenapa?"
"Pulang, lah. Ngapain disini terus."
"Gue akan pulang, okey. Ingat kata anakmu, belum menikah." Kesal Tristan, ia mengeluarkan diri dari kamar Argan. Langsung saja Argan membalikkan wajahnya, Vio sudah menghadangnya dengan tatapan tajam. Sesimpul senyum saja tidak menghiasi bibirnya.
"Aku udah pernah bilang, jangan menceritakan masalah Vio kesiapa pun."
"Aku hanya khawatir dengan keadaanmu."
Vio menghela nafasnya, ia membalikkan badannya dan berjalan ke arah jendela. Tangannya menarik gorden dan membukanya. Argan menghampiri gadisnya, didekapnya dari belakang. "I'am sorry." Bisiknya, lalu wajahnya pun ia letakkan pada pundak Vio.
"Argan, jangan pernah mengulangi lagi."
"Hmm, sorry."
Sebuah suara ketukan pintu membuat Vio melepas tangan Argan yang melingkar di perutnya dengan segera. "Ada yang mengetuk pintu, apa dia anakmu?"
"Maybe. Tapi dia nggak mungkin mengketuk dulu kalau masuk." Jawab Argan, pria itu pun mulai berjalan menuju pintu kamarnya. Dibukanya pintu kamar itu dan tampaklah seorang gadis berdiri didepan Argan.
"Jatah mingguan, ayah belum kasih." Kata Seren, tanpa memandang Argan. Gadis itu terus memalingkan wajahnya.
"Jatah kamu ayah kurangin." Kata Argan sembari memberikan beberapa lembar uang berwarna merah muda itu pada anaknya.
"Kok di kurangin?!"
"Perbaiki sopan santunmu, ayah akan kembalika jatah mingguan." Kata Argan. Seren pun mendengus kesal. Kemudian, seorang gadis melongokkan wajahnya lewat punggung Argan. "Mana anak kamu?" Tanya Vio ketika tidak mendapati seorangpun didepan kamar.
"Sudah pergi." Jawab Argan, ia mebalikkan badannya.
"Ya sudah, aku juga pergi sekarang. Aku harus ke sekolah."
"Sekarang?"
"Sudah jam 8. Walaupun kelas meeting, Vio nggak mau telat."
"Well, aku antar."
*
[Wleesa - 17 January 2022]
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Daddy is Mine
RomanceSebelum membaca, harap follow dulu. Thankyou🧡 --- Skandal sebuah foto yang terus beredar di sosial media itu membuat kehebohan di SMA Golden. Kemunculan foto itu tidak dapat dibantah lagi oleh Chareline Violette. Terpampang jelas wajah gadis itu da...
