TING TONG!
Notifikasi Special Part beneran ada👏🏻
Ini seriusan udah end yaa, sedih bangett akutuh
Next, ada cerita baru lagi.
Jangan lupa follow biar dapat notifnya yaa
Selamat membaca
Goodbye!
***
Chareline Violette mengamati foto di dalam bingkai yang berada di gudang. Foto wanita cantik bersama Ayahnya, Arya Gavino. Bibirnya tersenyum, "Dia, aku baru ingat dia." Batin Vio.
"Hey, lagi ngapain disitu?"
"Akhirnya rumah ayah kembali lagi."
"Siapa yang menjualnya?"
"Maaf ayah."
Arya Gavino mendudukkan dirinya di salah satu kursi. "Ayah, Vio ingat dia, Vio tahu siapa dia."
"Agatha Liem, kakak Argantha Liem, kan?"
"Simpan saja foto itu. Ayah tidak mau melihat masa lalu lagi."
Vio pun membereskan kembali foto itu kedalam kardus dan menyimpannya. "Apa Argan tahu?" Tanya Vio.
"Tidak. Jangan beri tahu dia. Aku tidak mau dia tahu seperti apa kakak iparnya."
Vio menghela nafasnya. "Bagaimana perasaan ayah sekarang?"
"Lebih tenang. Ada kamu dan cucuku."
Vio tersenyum.
***
Sebelas tahun lalu...,
Arya Gavino, pria yang tengah duduk di dalam mobil sembari merokok. "Aku tahu siapa dia." Ujarnya. Wanita di samping Arya Gavino terus memacu detak jantungnya dengan cepat.
"Bian Abraham?" Tanya Arya.
"Aku tidak mengenalnya."
"Jangan bohong."
"Bisa pelankan suaramu? Anakmu sedang tidur." Ucap wanita itu, Viona Gavino sembari menatap Chareline Violette yang masih berumur tujuh tahun itu di kursi belakang mobilnya.
"Sudah berapa tahun?"
"Aku tidak akan menjawabmu disini."
Diam, mereka saling diam. Arya melajukan mobilnya. Tidak lama, mobil itu ia hentikan di depan rumah Bian Abraham.
"Selesaikan urusanmu atau kita akhiri hubungan kita sekarang juga?"
"Arya, jangan ngomong sembarangan."
Arya diam, pria itu membuka kunci pintu mobilnya. Viona pun menghela nafasnya. Ia mulai keluar dari dalam mobil dan segera menuju rumah sebrang jalan tersebut.
Viona menolehkan kepalanya menuju mobil sebelum ia menekan bel rumah tersebut.
Seorang pria membuka pintu rumahnya. Matanya menatap wanita yang sudah mengalirkan air matanya. "Kenapa?" Tanya pria itu, siapa lagi kalau bukan Bian Abraham.
"Bian, bisa kamu jelaskan pada suamiku sekarang? Jika tidak...,"
"Jika tidak apa?"
"Dia akan menceraikanku."
"Itu lebih bagus, bukan?"
"Kau gila ya." Geram Viona.
"Siapa yang gila?" Tanya seorang wanita di belakang Arya. "Jelas kau yang lebih gila. Menggoda suami orang, bahkan ingin memilikinya. Kau tidak malu dengan anak perempuanmu yang masih kecil itu."
"Agatha, stop!"
Agatha tertawa kecut, "BIAN, kenapa kamu masih bertahan denganku sedangkan kamu saja sudah tidur dengannya?" Tawanya keluar.
"Masuklah kedalam, Agatha!" Gertak Bian.
"Aku, Agatha Liem. Tidak akan pernah sudi menginjakkan kakiku disini lagi. Aku sudah menanti hari ini, aku yang akan pergi." Tekan Agatha.
"Agatha!"
Agatha tidak memedulikan gertakan Bian. Wanita itu menerobos jalan mereka mengeluarkan diri dari rumah. "Kau tahu Viona Gavino, aku sedang mengandung anak siapa?" Mata Viona membelalak, tidak mungkin yang ia bayangkan.
Agatha melanjutkan jalannya menuju sebrang jalan. Tentu saja menghampiri mobil Arya Gavino. "Itu tidak mungkin, kan?" Tanya Viona pada Bian.
"Memang wanita gila si Agatha."
"Bian, sudah berapa lama mereka bersama?" Tanya Viona, mulai khawatir dan terus mengeluarkan air matanya.
***
Agatha memasukkan dirinya kedalam mobil. Matanya sudah menggenangkan air mata, hampir tumpah. "Menangis saja." Kata Arya Gavino.
"Ini yang terbaik, kan?"
"Jangan bertahan dengan lelaki seperti dia."
"Tapi istrimu, kak?"
"Aku akan mengikhlaskan dia. Aku tidak mau jika anakku tahu ibunya seperti apa. Aku akan menceraikannya. Itulah keputusanku."
"Tidurlah denganku?" Tawar Agatha. Sontak Arya Gavino menepikan mobilnya di pinggir jalan. Wajahnya menoleh kebelakang, memastikan anaknya masih tertidur di belakang.
"Biarkan aku memiliki anak denganmu." Bisiknya lirih.
"Yang lebih gila istriku atau kamu, Agatha." Ucap Arya, menghela nafasnya. "Tenangkan dirimu, kamu hanya terbawa suasana sekarang."
"Aku serius."
"Jangan mengatakan hal aneh. Aku tahu kamu. Aku tahu keluargamu."
"Ayah...," Ucap seorang gadis yang sudah membuka matanya. "Ayah, Vio kebelet."
"Tunggu disini, aku akan mengantarmu kerumah keluargamu." Kata Arya, Agatha menganggukkan kepalanya.
Arya mengeluarkan dirinya, ia mulai menggandeng putri kecilnya mampir ke sebuah toilet mini market di tepi jalan tersebut.
"Ayah, tadi kakak yang suka beliin Vio ice cream, kan?"
"Kapan?"
"Sering kalau pulanh sekolah."
"Apa dia baik?"
"Iya, baik. Tidak..., Tidak seperti...,"
Vio menyengir. "Mama?"
Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya, "Vio mau di gendong." Ucap Vio, Arya pun mulai di gendong oleh ayahnya. Wajahnya tenggelam pada pundak Arya dan gadis kecil itu mulai sesenggukan.
"Aku tahu siapa dia, Chareline Violette." Batin Arya Gavino.
***
- SELESAI -
- END -
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Daddy is Mine
RomanceSebelum membaca, harap follow dulu. Thankyou🧡 --- Skandal sebuah foto yang terus beredar di sosial media itu membuat kehebohan di SMA Golden. Kemunculan foto itu tidak dapat dibantah lagi oleh Chareline Violette. Terpampang jelas wajah gadis itu da...
