WP 12:12
Your Daddy is Mine update banyak bagian hari ini🙈
Siap-siap di goncang sama kelakuan Vio
---
Seorang wanita yang mengenakan shirt dress black itu mulai memasuki sebuah gedung. Sebelum ia masuk, ia sempat mengecek sekeliling gedung. Ia berharap tidak ada yang melihat ia berada di sebuah tempat yang tidak mungkin untuk ia datangi.
Ankle boots nya terus beradu dengan lantai sampai membuat bunyi yang teratur. Wanita itu mulai membuka kacamatanya. "Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pria berseragam rapi.
"Saya ingin berkunjung dengan Arya Gavino." Kata wanita itu.
"Silahkan isi daftar pengunjung, nanti silahkan menunggu disana."
Segera, wanita itu pun mengisi sebuah daftar kunjung disana. "Rahasiakan kedatanganku dari siapapun." Bisiknya. Kemudian, ia pun menyerahkan selembar kertas pada pria itu. Wanita itu pun mendudukkan dirinya di kursi tunggu.
Ia mengamati pergerakan pria di depannya, pria itu mulai berbicara pada telephone. Hanya sebentar saja, pria itu mulai mengeluarkan diri dari ruangan.
"Ikut denganku, nyonya."
Wanita itu pun bangkit dari kursinya. Diikutinya pria berseragam itu menyusuri sebuah lorong. Dari gerbang ke gerbang, akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan.
"Sudah bertahun-tahun, baru berkunjung." Sindir pria yang tengah duduk di kursi. Kedua tangan dan kakinya di borgol.
"Ada yang ingin aku selesaikan." Kata wanita itu, ia pun mendudukkan diri di depan pria itu. "Waktu itu, aku memang masih kecil, tapi aku tahu apa yang menyebabkanmu di penjara."
"Kenapa tidak pernah bercerita pada anakmu?" Tanya wanita itu.
"Untuk apa, bahkan kalian tidak memedulikan aku. Kalian justru menuduhku."
"Keadilan harus di tegakkan." Timpalnya. Kemudian wanita itu melanjutkan perkataannya. "Sejak hari itu, aku penuh dendam padamu dan mereka. Tapi sejak hari ini, aku sadar kalau semuanya hanyalah tidak benar. Kenapa tidak pernah bercerita dengan anakmu." Kesalnya.
"Kau bukan anakku!" Teriak pria itu.
Sebulir air mata pun mulai jatuh di pipi wanita itu. "Apa karena ayah sangat mencintai mama, ayah sampai melakukan hal seperti ini. Sudah sepuluh tahun ayah menderita."
"Tau apa kamu?!"
"Aku tahu semuanya, aku akan membawa wanita itu." Tekan wanita itu dengan nada lirih. Pria itu pun mengernyitkan alisnya. "Aku akan segera membebaskan ayah." Katanya. Wanita itu bangkit dari kursi dan mengeluarkan diri dari ruangan.
Sebelum benar-benar keluar, ia menghentikan langkahnya. "Ayah, Aku menikah dengannya." Kata wanita itu, lalu ia menutup pintu itu dan mulai berjalan pergi.
*
Seorang pria berlari menuji sebuah ruangan VIP, dibukanya pintu otomatis itu. Ia pun mulai masuk kedalam. Nampak, seorang wania tengah tertidur dengan lelapnya di atas bed. Tangan kirinya terpasang selang infus.
Pria itu, Argantha Liem segera menghampiri sang istrinya. Di dudukkannya dirinya di atas kursi sembari membelai kepala istrinya.
"Apa yang terjadi padamu, sayang." Guman Argan.
Kemudian, sebuah ketukan pintu mulai terdengar. Seorang pria berpakaian hitam pun masuk kedalam ruangan. Ia mulai menyerahkan ipad pada Argan.
"Pagi tadi, nyonya terekam CCTV di Kantor Polisi pusat. Tapi, saya bertanya pada petugas di sana, nyonya tidak terdaftar sebagai pengunjung." Kata Ravi, sekertaris Argantha Liem.
"Lalu, kenapa sampai masuk rumah sakit?" Tanya Argan.
"Pada 10:25, nyonya keluar kantor polisi sambil memegangi perutnya. Sopir pribadi nyonya, tidak tahu apa-apa dan disuruh untuk menuju ke rumah sakit segera."
"Argan, bisa bicara?" Tanya Lodya yang baru saja memasuki ruangan. Argan pun menyerahkan ipad pada Ravi dan mengkode untuk meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah Lodya memastikan Ravi benar-benar keluar dari ruangan, ia pun mulai angkat bicara. "Argan, jangan khawatirkan soal Vio." Kata Lodya.
"Vio hanya terlalu tertekan dan stress jadi kehamilannya sedikit terganggu. Tapi aku sudah mengecek semuanya, Vio dan bayinya baik-baik saja."
Argan pun menghela nafas leganya. "Kau yakin, kan? Sudah mengecek dengan sangat teliti?"
"Kau seperti itu, sama saja meremehkanku, Argan." Kesal Lodya.
"I'am sorry." Kata Argan, pria itu menangkup wajahnya seketika. "Aku hanya khawatir padanya."
"Aku tahu. Kau memang sangat mencintainya sama seperti kau mencintai Clara dulu."
Argan mengangkat kepalanya menatap Lodya. "Jangan pernah membahas Clara di depan Vio." Kesal Argan.
"Sampai kapan kamu menutupinya."
"Entahlah."
"Well. Ada satu hal yang kamu ingat, jangan pernah mencurigai istrimu." Kata Lodya.
"Setelah Vio bangun, berikan obat padanya." Lanjut Lodya, ia tersenyum dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Ada kejanggalan yang Argan rasakan. Perkataan Lodya membuatnya curiga pada sang istrinya dan membuat Argan ingin tahu apa yang Vio lakukan di kantor polisi tersebut. Argan tahu, jika Vio sengaja ingin menyembunyikan dari siapapun tentang dirinya yang berada di kantor polisi. Namun, apa yang sedagng Vio lakukan disana? Pikir Argan terus menerus.
Sepuluh menut berlaku...,
"Argan!" Kaget Vio ketika mendapati mata tajam Argan menatapnya dengan kasar. Wanita itu pun sampai mendudukkan dirinya. "Au!" Keluh Vio sembari memegangi perutnya.
"Argan! Mengagetkan saja!" Kesal Vio.
Argan mulai mendudukkan dirinya di pinggir ranjang. Ia mulai mendekap istrinya. "I'am sorry sayang. Aku khawatir denganmu." Kata Argan.
"Kenapa aku disini, apa yang terjadi?"
"Jangan terlaku stress, kamu hampir membahayakan bayi kita. Sekarang, minum obat dulu." Kata Argan, ia melepas pelukannya dan mengambil obat di atas nakas. Vio pun mulai meminumnya.
"Sayang, kenapa sampai seperti ini?" Lanjut Argan bertanya ketik Vio sudah selesai meminum obatnya.
"Tadi waktu Vio jalan-jalan di taman, Vio sedikit terpeleset." Jawab Vio. Argan pun mengernyitkan alisnya. Vio menjawabnya tidak sesuai dengan fakta.
"Jaga dirimu dan jangan samapi sakit lagi." Kata Argan. Membiarkan Vio untuk berbohong. Ia tidak akan bertengkar lagi saat ini, kemarin malam saja pertengkarannya sampai membuat Vio menangis. Argan tidak ingin di kondisi ini Vio menangis lagi tentunya.
Vio pun menganggukkan kepalanya. "Iyaa."
"Aku keluar sebentar, kamu istirahatlah."
"Cepat kembali." Kata Vio, Argan pun tersenyum, pria itu mulai berjalan membelakangi Vio.
"I'am sorry, aku berbohong padamu, Argan." Batin Vio. Sebulir air mata pun menetes di pipinya. Segera, Vio mengelapnya.
*
[12-12-2022]
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Daddy is Mine
Roman d'amourSebelum membaca, harap follow dulu. Thankyou🧡 --- Skandal sebuah foto yang terus beredar di sosial media itu membuat kehebohan di SMA Golden. Kemunculan foto itu tidak dapat dibantah lagi oleh Chareline Violette. Terpampang jelas wajah gadis itu da...
