Bagian 30 : Penasaran

1.6K 51 0
                                        

Morning Dear!

Selamat membaca.
Partnya agak panjang nggak kayak biasanya yaa hihi. Selamat menikmati membaca.
Dilarang baper, dilarang senyum-senyum sendiri. Awas nanti dikira gila wkwk kek Vio lagi maki suaminya gila.

---

Dua orang sudah mengeluarkan diri dari dalam lift. Tiga orang yang tengah mendudukkan diri di ruang makan pun terpana melihat dua orang disana. Sudah berpenampilan rapi dan sangat santai. Terutama Argantha Liem, pria yang selalu mengenakan jas dan kemeja, kini mengenakan pakaian santai.

"Pagi, ma, pa." Sapa Violette.

"Pagi, kalian." Ucap Dani dan Selena berbarengan.

"Kalian mau kemana? Rapi sekali, dan..., tumben Argan pakai pakaian santai juga." Ucap Selena.

"Vio mau__" ucapan Agan terpotong karena tangan Vio sudah membekap mulut Argan. Wanita itu pun mengkode pada suaminya agar tidak memberitahu apa yang akan mereka lakukan hari ini. Tentu saja, Selena pasti akan melarangnya.

"Kita mau check up, ma. Terus, jalan-jalan bentar mumpung Argan libur juga." Kata Vio. Tangan Vio yang membekap mulutnya pun di lepas oleh Argan.

"Seren nggak di ajak?" Tanya Seren.

"Nggak, kamu sama opa saja di rumah." Kata Dani, kemudian pria itu pun berbisik pada Seren. "Biarkan mereka berduaan, kamu nggak mau jadi obat nyamuk kan." Bisik Dani.

"Ayo makan dulu, sayang. Mama sudah buatkan jus sehat untukmu."

Selena menarik tangan Vio dan mendudukkan dirinya di sebelahnya. Wanita itu mengambil beberapa makanan pada piring Vio. "Ma, biar Vio aja yang ambil."

"No, kamu nggak boleh capek." Kata Selena. Argan pun mendudukkan dirinya di sebelah Vio.

"Makanlah yang banyak, sayang."

Vio mulai mengambilkan nasi pada Argan, tetapi suara lantang itu menghentikan aksinya. "My sweety menantu, biarkan suamimu ambil sendiri. Kamu nggak boleh cape." Ucap Selena.

"Mama over sekali." Kesal Argan, tangannya pun mengambil sendok nasi dari tangan Vio. Wanita itu menyengir pada Argan.

"Sorry, dear." Ucap Vio dengan sangat lirih.

"Ayah, jangan manja sama mumsy." Omel Seren. Sontak saja mata mereka pun beradu. Tangan Vio pun segera menghalangi pandangan Argan, menutup kedua mata Argan dengan telapak tangan mungilnya.

"Argan, jangan galak sama anak." Kesal Vio.

"Oke, lepaskan tanganmu dari mataku, sayang."

Vio pun melepaskan tangannya. Mereka mulai melanjutkan aksi makannya.

*

"Sayang, injak gasnya pelan-pelan." Kata Argan. Vio pun mulai menginjak gas mobil Argan dengan sangat pelan. Mobil pun berjalan. Alangkah bahagianya Vio saat ini sampai mobil itu terus menyusuri jalanan sepi.

"Argan, sebenat lagi belok, Vio gimana?" Tanya Vio, wanita itu mulai panik padahal belokan pun masih sekitar seratus meter lagi.

"Jangan lupa hidupkan lampu sen, terus belokkan pelan-pelan." Kata Argan. Vio pun mulai membelokkan setir mobilnya dengan bantuan Argan.

"Terus gimana lagi."

"Kembalikan kesemula, masa mau ditahan terus. Nanti nabrak pohon, sayang."

"Ah, well."

Vio pu mengembalikan setirnya. Wanita itu menambah lagi kecepatan mobilnya perlahan demi perlahan. Argan pun sampai mengagumi sang istrinya yang cepat belajar. Walaupun ada sedikit ngeri. "Oke, latihan hari ini cukup. Besok kita latihan lagi."

Your Daddy is MineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang