Happy Thurstday!
Selamat membaca dear
---
Argan memasuki kamarnya, memandangi sang istri yang sudah terlelap dalam tidurnya. Segera, Argan menghampiri wanita itu dan menarik selimut sampai lehernya. Argan membelai kepala istrinya kemudian mengkecup sekilas.
Ekor matanya mulai tertarik pada sebuah kotak berpita merah di atas nakas. Apa itu? Batinnya. Sangat cantik dan apakah hadiah untuknya, pikir Argan. Argan yang begitu penasaran pun mengambil kota tersebut. Kota kecil berbentuk segi panjang itu pun segera ia buka.
Argan mengernyitkan alisnya. Sesungging senyum tersimpul di bibirnya. Sebuah benda panjang di ambilnya. Benda panjang itu terdapat dua garis yang berjejeran. Matanya ditajamkan lagi untuk memastikan.
Diletakkan kotak itu di atas nakas lagi. Ia pun mulai membelai kepala sang istrinya. Rasa syukur terus terucap di hatinya. "Selamat sayang." Ucapnya, kemudian kecupan singkat pada kening gadis itu pun mendarat.
*
Pagi itu, seorang gadis sudah membangunkan diri dari tidurnya karena sebuah tangan terus meraba perut ratanya. Wanita itu pun sampai geram dan mulai mengeluarkan kata-katanya.
"Argan," kesalnya.
"Oh, sayang. Sudah bangun?" Tanya Argan. Wajahnya melongok lewat pundak Vio.
"Argan, geli." Kesal Vio sembari membuang tangan Argan yang berada di perutnya.
"Sayang, kenapa tidak bilang?"
"Apa?"
"Kamu hamil." Jawab Argan. Wanita itu mendudukkan dirinya. Matanya menoleh pada nakas yang berada di belakang Argan. Sebuah kotak sudah terbuka.
Vio memanyunkan bibirnya, ia mulai menyandar pada perut Argan. Nafasnya dibuang dengan kasar. "Kenapa sudah dibuka, padahal Vio mau kasih kejutan kemarin malam." Sesal Vio. Argan terkekeh.
"Kejutanmu berhasil, aku sampai terkejut pas buka." Jawab Argan. Vio menatap Argan, tangannya meraih rambut hitam milik Argan.
"Argan, Maaf ya soal semalam. Vio udah bentak Seren." Kata Vio. Tangannya terus bermain pada ramabut Argan.
"Dia anakmu juga, kamu berhak mendidik anakmu."
"Bagaimana Seren?"
"Seren tidak apa. Em, sorry ya Seren masih belum bisa menganggapmu sebagai ibunya."
"No problem, Vio cuma pengen Seren sama Vio kayak dulu aja. Nggak ada rasa canggung bahkan Seren seperti membenci Vio sekarang." Ucap Vio.
"Dia nggak benci kamu, dia cuma belum biasa."
Vio menganggukkan kepalanya, "Smile, ibu hamil nggak boleh cemberut. Benar, kan."
Vio pun mengedarkan senyumannya, gigi putihnya sampai terlihat. Sangat manis menbuat Argan pun gemas. Pria itu menarik tubuh Vio untuk menunduk dan satu tangannya lagi menarik kepala Vio untuk mendekat pada wajah istrinya.
Namun, moment yang begitu pas akan berciuman, tiba-tiba di halang oleh rasa perut Vio yang tiba-tiba serasa di aduk-aduk. Vio pun segera membekap mulutnya, ia mulai berlari menuju kamar mandi. Di muntahkan seisi perutnya yang begitu mual.
Argan ikut mengejarnya. "Sayang," panggil Argan yang berdiri di ambang pintu. Vio yang sudah menyudahi aksi muntahnya pun langsung keluar dari kamar mandi.
"Ini biasa buat orang hamil, jangan serius begitu wajahnya." Kata Vio. Argan mulai mendekapnya dari belakang. Tanyannya mulai mengelus perut rata milik Vio yang terbalut tanktop itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Daddy is Mine
RomanceSebelum membaca, harap follow dulu. Thankyou🧡 --- Skandal sebuah foto yang terus beredar di sosial media itu membuat kehebohan di SMA Golden. Kemunculan foto itu tidak dapat dibantah lagi oleh Chareline Violette. Terpampang jelas wajah gadis itu da...
