Morning Gengs!
Selamat Hari Minggu
Seperti kemarin, hari ini bakal double up ya gengs. Gasabar banget aku mau ending in cerita ini. And the next, aku mua up cerita baru lagi.
Aku cuma bingung mau up yang mana nih, So Love Or Enemy, About Feeling (Tan), atau Meet Me Some Where. Beberapa udah ada yg aku up dulu banget tapi stuck. Jadi aku unpubs haha.
Okelah, jangan banyak basa-basi.
Silahkan baca gengs✨
***
Pagi itu seorang wanita terpana dengan dua sosok manusia yang tengah berada di ruang keluarga. Rasanya panas, matanya pedas dan ingin mengalirkan air mata. Wanita itu pun segera melanjutkan langkahnya dengan cepat memergikan dirinya.
Namun, harapan yang baru saja ia inginkan agar tidak di ketahui oleh mereka, kini wanita itu menghentikan langkah kakinya ketika seorang wanita yang berada diruang keluarga memanggilnya. "Vio,"
Vio pun menolehkan kepalanya menatap wanita yang tengah duduk di sebelah pinggang seorang pria. Matanya beralih pada seorang pria yang baru saja membangunkan dirinya. Pria itu langsung duduk dan menangkup kedua wajahnya. "Vio mau kemana?" Tanya Clara yang melihat Vio sudah mengenakan coat dress dengan sepatu bootsnya.
"Ke rumah sakit." Jawab Vio.
"Mau aku temani?" Tanya Clara.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri, kamu istirahatlah." Kata Vio, langkahnya pun ia lanjutkan kembali. Mata Clara terus mengamati Vio yang terus menjauh.
"Vio kemana?" Tanya Argan ketika nyawanya sudah pulih.
"Ke rumah sakit, sepertinya mau jenguk anaknya."
"Sendiri?"
"Iya, sendiri." Jawab Clara, tanganya meraih tangan Argan. "Sikap Vio sekarang berubah, tidak seperti waktu di rumah sakit." Ucap Clara.
"Berubah gimana?"
"Dingin dan terlihat sedih. Apa ada masalah dengannya, Argan? Oh iya, Vio kan punya anak lagi tapi dimana dia, Argan?"
Argan menghela nafasnya, "Kamu masih sama seperti dulu ya, kepo banget urusan orang." Kata Argan, tawanya kecil ia edarkan.
"Argan sudah jangan ketawa. Semalam kamu tidaka makan lama dan malah tidur disini? Kenapa tidak tidur di kamar?"
Argan tersenyum pada Clara. Ia mengingat kejadian semalam ketika ia bertengkar dengan Vio dan membuat wanita itu menangis. Setelah itu, Argan mengeluarkan diri dari kamarnya dan menidurkan dirinya di ruang keluarga.
"Hey, kamu melamun?" Tanya Clara.
"Ah, aku bebersih dulu." Clara menganggukkan dirinya. Argan pun bangkit berdiri dan segera menuju kamarnya.
Begitu ia sampai di lantai tiga, ia bertemu dengan sang anaknya. Gadis itu mengikuti langkah Argan pergi. "Ada apa?" Tanya Argan sembari memencet tombol di pintu (password pintu). Pintu pun terbuka, ia mulai masuk kedalam dengan di ikuti oleh Seren.
"Ayah, apa yang harus Seren lakukan."
"Melakukan apa?" Tanya Argan, ia mengambil handuk di lemari. Ia pun mulai berdiri sembari mengotak-atik ponselnya. Lain dengan Seren yang merebahkan diri di ranjang king size itu.
"Ayah, Seren nggak mau berpihak ke siapapun, tapi Seren jadi punya dua mama." Kata Seren. Ia menengkurapkan dirinya, matanya menatap Argan yang sudah menyandar pada meja tetapi matanya terus fokus pada layar ponselnya. "Seren kasian sama mumsy Vio. Kenapa mumsy Vio harus panggil Ayah itu Om segala. Tapi disisi lain Seren juga kasian sama Mama kalau tahu Ayah sudah menikah lagi."
"Jangan pikirkan itu, semuanya akan baik-baik saja."
"Baik-baik gimana ayah! Vio teman aku, Vio juga ibu aku, tapi mama juga ibu aku. Seren bingung sekarang." Gereget Seren.
"Seren tahu, Vio kecewa dengan keadaan sekarang. Vio pernah cerita, dia tidak mau jadi yang kedua atau jadi perusak rumah tangga orang." Lanjut Seren, Argan berjalan menuju sang anaknya. Ia mendudukkan dirinya di pinggir ranjang. Tangannya membelai kepala anaknya.
"Ayah tau kalau Vio bekerja, kan?"
"Hm, dad know."
"Dia bekerja demi bayar tagihan di rumah sakit. Karena Vio pernah cerita, dia mau membebaskan ayahnya dari penjara." Lanjut Seren.
"Maksudnya?" Bingung Argan.
"Kata Vio, ayah Vio tidak bersalah dan harus membebaskannya, tapi Vio tidak punya bukti dan cuman mama buktinya." Kata Seren.
"Ayah, Seren harus bersikap apa sama Vio? Dia menyembunyikan mama tapi dia menolong mama juga. Seren mau benci juga nggak bisa."
"Sayang, ayah ingat kata-katamu, kau dan Vio adalah teman, tetap anggap Vio seperti teman dan anggaplah Vio juga sebagai mama kamu juga karena Vio adalah istri ayah."
Seren menganggukkan kepalanya. "Ya sudah, ayah mau bersih-bersih dulu." Kata Argan, ia bangkit berdiri dan segera memasukkan dirinya kedalam kamar mandi.
Sedangkan Seren masih merebah di ranjang king size itu. Matanya kini menatap sebuah foto berframe besar itu yang terpanjang di dinding. Foto ayahnya dan Vio mengenakan gaun pengantin.
"I'am sorry mama, I'am sorry Vio. Aku tidak akan memihak siapapun. Aku akan mendukung keputusan ayah, apapun itu. Tapi aku senang jika mama, aku, dan ayah, kembali seperti dulu. Tapi aku juga senang jika Vio dan Ayah tetap baik-baik saja dan tetap menjadi keluarga Seren." Batinnya yang terlontar sebelum Seren bangkit dari ranjang dan memergikan dirinya dari kamar sang ayahnya.
*
Hufffttt jadi apa mau mu anaknya pak Argantha Liem???
[23-07-2023]
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Daddy is Mine
रोमांसSebelum membaca, harap follow dulu. Thankyou🧡 --- Skandal sebuah foto yang terus beredar di sosial media itu membuat kehebohan di SMA Golden. Kemunculan foto itu tidak dapat dibantah lagi oleh Chareline Violette. Terpampang jelas wajah gadis itu da...
