Bagian 60 : Surat Clara

1.6K 45 1
                                        

Muncul lagi gesss

Maaf ya gess yaaa, lama banget nggak publish. Maybe 1 bulan kayanya ada haha

sorry banget yaaa

Awal Agustus itu aku dapat musibah yang aku aja nggak bisa nyangka bakal gini. Musibahnya bikin mental aku kayak down gitu, terus di tambah lagi kerjaan aku banyak banget. Dan, akhirnya, semua kerjaan jadi nggak ke urus juga. Yang penasaran kenapa? bisa cek IG aku yaaa, nanti mungkin bakal gue upload disana. mau share berbagi cerita aja.

Okelah ga usah curhat disini haha

Happy reading geysss

---

Seorang wanita tengah membaca sebuah map biru dengan berisikan lemabaran kertas-kertas yang sudah tertanda tangan. Wanita itu terkejut melihat tulisan disana.

"Surat yang kamu buat." Kata Argantha Liem.

Clara tersenyum, ia menutup map biru itu dan menyerahkannya pada Argan. "Kamu menepati janjimu, Argan. Terimakasih."

"Maaf, ra."

"Tidak apa, Argan." Kata Clara. Sakit memang mengetahui jika surat tersebut menuliskan perjanjian perceraian dirinya dengan Argan. Namun, ia tidak bisa mengelak lagi. Clara pun sudah menandatanganinya. "Jadi, siapa wanita itu?" Tanya Clara.

Argan yang tengah memandang pada pagar kaca itu pun membalikkan badannya. Tubuhnya mulai menyandar pada meja nakas. "Apa Vio?" Lanjut Clara.

"I'am sorry, ra. Aku menikahinya, sudah satu tahun." Ucap Argan.

Clara yang membendung air mata itu pun segera mengerjapkan air matanya, ia tidak akan menumpahkan air mata itu di depan Argan. "Sudah aku duga." Kata Clara.

"Maafkan aku, ra. Kali ini benar-benar minta maaf."

"Kamu nggak bersalah Argan, kamu sudah menepat janjimu sesuai dengan surat itu. Kamu harus mencari ibu untuk Seren, kan." Kata Clara.

Perasaan bersalah itu menumpuk pada hati Argan. Wanita yang pernah bersinggah di hatinya sepuluh tahun lalu itu kini sudah benar-benar berakhir. "Aku setuju kok kamu dengan Vio." Lanjut Clara, walaupun sebenarnya belum sepenuhnya benar-benar mengikhlaskan suaminya.

"Aku bersyukur bertemu Vio, dia sudah menyelamatkan hidupku."

"Maaf, ra. Aku menyembunyikan status Vio padamu."

"I know, Vio pasti ingin menjaga perasaanku." Kata Clara, senyumannya ia edarkan.

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka. Seorang wanita berdiri di ambang pintu. "Clara!" Teriak wanita itu. Ia mulai berjalan dengan cepat dan mendekap tubuh Clara.

"Kak Cloe,"

"Kamu sehat, kamu masih hidup, ra."

"Aku masih hidup, kak."

"Argan, Clara masih hidup." Girang Cloe sembari memeluk tubuh Clara berkali-kali.

"Ini semua juga berkat istri Argan, kak. Dia menyelamatkan aku dari kecelakaan sepuluh tahun lalu itu."

"Vio?"

"Iya, kak Cloe." Jawab Clara.

"Argan apa Vio tidak tahu siapa Clara?" Tanya Argan.

"She know, but she shut up. Dia memintaku untuk menyembunyikan identitasnya."

"Tapi gue nggak mudeng, Argan. Kalau dia tahu siapa Clara, pasti dia tidak akan merawat Clara sampai sembuh. You know kan kalau Vio realy loved you." Timpal Cloe.

"Hm, the first, dia merawat Clara untuk menjadi saksi di persidangan ayahnya tentang kasus kecelakaan sepuluh tahun lalu, but Clara tidak sadar waktu itu dan tidak ada yang bisa membelanya di persidangan."

"Kenapa masih tetap merawat aku kalau kasusnya saja sudah berhenti?" Tanya Clara.

"Kali ini dia membuka lagi kasusnya setelah tahu kau sadar."

Clara memang tampak syok, ia ternyata di rawat untuk keperluan sidang sang ayah Vio. Dia harusnya bersyukur sudah selamat dan hidup semenjak sepuluh tahun lalu itu. Hatinya goyah, ada rasa tidak terima dengan perlakuan Vio. Ia ragu dengan kebaikan Vio saat ini.

"Kali ini aku meminta bantuanmu, ra. Kalau kau mau kau bisa datang di persidangan nanti."

"Kak Cloe, ayo kita pulang."

"Hm," kata Cloe, Clara pun berjalan mendahului Cloe. "Argan, Clara hanya syok sekarang, aku akan bicara dengannya. Aku tahu, Vio orang yang baik, kok."

"Thanks bantuannya, Cloe."

Cloe menganggukkan kepalanya dan segera menyusul keberadaan Clara. Argan yang berada di ruang kerjanya itu pun hanya bisa menghela nafas. Ternyata ia sangat mencintai Vio sampai ia membela orang yang sudah ia masukkan ke penjara itu untuk keluar di persidangan nanti.

*

Dua orang wanita tengah mendudukkan dirinya di sebuah mobil. Wanita yang duduk di tempat mengemudi itu selalu melirik pada wanita di sebelahnya. Wanita yang terus murung dan memalingkan wajahnya menatap jalanan samping.

Sesekali wanita yang tengah mengemudi pun bertanya tetapi tidak ada sahutan darinya. "Ra, aku tahu kamu syok saat ini. Tapi semuanya kau juga yang membuat, kan."

"Hm, aku membuat surat itu kak, tapi sekarang aku masih hidup." Kata Clara.

"Iya sekarang, tapi dulu Argan menganggap kamu sudah mati, kan. Surat yang kamu buat itu sudah di tepati Argan, dia jatuh cinta pada Vio dan mereka menikah."

Clara menghela nafasnya, memang ia bodoh dulu itu. Ia membuat surat itu dengan sadar, tetapi wanita itu tidak ingin kehilangan seorang Argan saat ini.

"Kita mulai hidup dari awal lagi, hilangkan semua masa lalu. Hilangkan Argan dan Seren dari hatimu."

"Hm, aku akan mencobanya, kak."

Clara pasrah, mengelakpun ia sudah tidak bisa lagi. Tidak ada gunanya lagi membela diri di depan mereka karena Argan pun sudah mencintai orang lain, bukan dirinya.

*

Your Daddy is MineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang