Jeno x Yangyang
.
.
.
.
.
"WOY BOCIL"
"hahhh.." satu helaan nafas panjang keluar dari mulut Yangyang sebelum dirinya menoleh dan menatap seseorang yang sekarang tersenyum jahil ke arahnya.
"Apa Nojam?!" tanya Yangyang kesal. Jeno yang di panggil Nojam alias orang yang lelucon nya tidak lucu itu langsung menunjukkan wajah datarnya ke Yangyang.
"Bagi tugas bahasa Inggris, gue belum ngerjain" Yangyang yang mendengar itu menggeleng hebat sambil mengamankan buku bahasa Inggrisnya, dia tidak mau tugasnya di lihat orang lain.
"Gak boleh!! Kerjain sendiri" bukan Jeno namanyaa kalau tidak bikin Yangyang kesal atau emosi dengan gerakan cepat Jeno bisa mengambil buku bahasa Inggris Yangyang lalu membawanya ke mejanya sendiri.
"YAKKKK LEE JENO!! BUKU GUE!"
"diem lo bocil"
"Hadeh hadeh kalian ini akur sehari bisa gak sih? Tiap hari gelud, bacot, ini itu, gue doain lo berdua jodoh mampus lu" Haechan yang daritadi melihat pertengkaran kecil antara Jeno dan Yangyang langsung angkat bicara, ucapannya tersebut langsung di hadiahi tatapan tajam dari Jeno dan Yangyang.
"Ihhh gak mau gue jodohan sama manusia kulkas satu ini!!" tolak Yangyang.
"Dihh gue juga gak mau yah jodohan sama bocil kayak lo" balas Jeno sambil mengerjakan tugasnya, Haechan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dua sahabatnya itu.
Hari pun berubah menjadi malam. Yangyang baru saja menyelesaikan tugas dan memilih untuk tidur lebih cepat tapi perkataan Haechan tiba-tiba terlintas di otaknya.
"Hilih ogah gue sama Jeno" karna kesal Yangyang memutuskan untuk tidur dan melupakan semuanya.
.
.
.
.
.
Pagi hari pun datang, burung-burung mulai berkicau merdu membangunkan orang-orang. Yangyang mengerjapkan matanya berulangkali menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya, entah kenapa perasaan dia tidak enak. Dia merasakan sesuatu sedang memeluk pinggangnya dan dia bisa merasakan ada sesuatu yang berhembus di tengkuk lehernya. Yangyang menggeliat di dalam selimut dan membalikkan badannya ke belakang.
Yang Yangyang lihat adalah dada seseorang tanpa di tutupi kain. Tunggu bukannya dirinya tidur sendiri di kamar? Yangyang mendongak ke atas untuk melihat siapa yang sedang memeluk erat pinggangnya dan tertidur di sebelahnya.
Jeno?? Lohh?? Kok dia ada di kamar??
Itulah pikiran Yangyang saat melihat sosok Jeno di hadapannya dengan memeluk pinggangnya erat. Yangyang terdiam dan tersenyum, ahh mungkin halusinasi dia saja pikirnya. Tapi saat ingin bangun Yangyang tidak bisa karna sosok Jeno di depannya ini semakin mengeratkan pelukannya.
"Di sini aja babe..." gumam Jeno yang bisa di dengar.
"IHHH KOK LO ADA DI KAMAR GUE?!" akhirnya setelah mencerna semuanya Yangyang langsung berteriak dan bangun dari tidurnya. Jeno yang mendengar seseorang berteriak itu langsung terkejut dan bangun, sama halnya dengan Yangyang dia juga terkejut melihat Yangyang di sebelahnya dengan baju piama domba.
"Lohhh?? Kok??? Bukannya gue tidur di kamar yahh?! Kok lo ada di sini??!!" bingung Jeno, lalu matanya menatap sebuah foto di atas meja. Foto itu terlihat dirinya dengan Yangyang berdiri berdampingan dengan wajah bahagia serta memakai pakaian tuxedo dan tangan mereka saling menggenggam satu sama lain, tunggu... Ini dia nikah sama Yangyang?
"PAPAAAAA DADDYYYY" Yangyang Jeno bersamaan menoleh kearah pintu kamar yang terbuka dan menampakkan seorang anak kecil lucu berlari masuk ke kamar serta naik ke kasur.
"Good morningg papa daddy" ucap anak kecil itu sambil mengecup pipi Yangyang dan Jeno bergantian. Yangyang dan jeno terdiam siapa lagi anak kecil satu ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
Uri Yangyangiee
Short StoryYangyang uke ⚠️bxb Jangan salah lapak yaw... Uke!yangyang NCTxyangyang
