Jaemin x Yangyang
.
.
.
.
.
Perhatian kepada siswa bernama Liu Yangyang dan Na Jaemin untuk pergi ke ruang guru menemui guru moon sekarang.
Terdengar pengumuman dari speaker sekolah, yangyang yang sedang asik berbincang dengan Haechan dan Shotaro langsung terdiam.
"Lo di panggil tuh" ucap Haechan yang di angguki Shotaro.
"Loh kok gue di panggil gue ada salah??" bingung Yangyang, dia merasa dia tidak melakukan yang aneh aneh.
"Gara gara lo berantem sama Jaemin di lapangan kemaren kali yang bikin pipi lo di tonjok Jaemin" Yangyang langsung mengusap pipinya yang ada lebam.
"Ya udah gue ke ruang guru" Yangyang langsung pergi meninggalkan Shotaro dan Haechan yang masih melihat Yangyang pergi menjauh.
"Mereka berdua bisa gak sih akur sehari?? Gue liat mereka jambak jambak tonjok tonjok tampar tampar mulu" celetuk Shotaro, setiap hari dia melihat Jaemin dan Yangyang gelud mau itu di sekolah di jalan atau di basecamp.
"Ya gimana yah gue juga bingung sama mereka kek punya dendam masing masing gue doain tuh berdua jodoh greget gue" Shotaro langsung tertawa mendengar ucapan Haechan.
Di tempat Jaemin
Jaemin asik main basket dengan Renjun dan Jeno sampai pengumuman tadi muncul.
"Bro gue cabut yah gue di panggil" Jaemin langsung memberikan bola basket kepada Renjun.
"Napa lagi?? Gara-gara kemaren??" tanya Renjun, Jaemin mengangkat bahunya acuh lalu pergi .Renjun dan jeno melihat jaemin menjauh.
"Mereka gelud lagi??" bingung Jeno walaupun dia sudah curiga saat melihat cakaran di tangan Jaemin.
"Ya begitulah Jaemin Yangyang gelud terus" ucap Renjun dan kembali memainkan bola basket.
"Gini aja udah luka lukaan gimana ntar mereka pacaran terus nikah terus malam pertama?? Jngan jangan konsepnya BDSM ye" Jeno langsung kena pukulan maut di tangannya oleh Renjun.
"Awww sakit" ucap Jeno sambil mengusap tangannya yang habis di pukul oleh Renjun.
"Mesum amat pikiran lo" jawab Renjun dengan menatap Jeno tajam.
Di ruang guru Yangyang dan Jaemin duduk bersebelahan dengan guru Moon Taeil di hadapan mereka.
"Jadi Yangyang Jaemin apalagi yang kalian perbuat? Saya mendengar dari beberapa siswa kalian kemaren bertengkar di lapangan sampai tonjok tonjokan" Yangyang dan Jaemin diam mendengar ucapan guru di depan mereka
"Kalian gak capek bertengkar mulu??" Yangyang dan Jaemin masih diam tidak ada niatan untuk menjawab.
"Haduhh saya juga udah bosen liat kalian mulu yang tengkar kalau saya dengar kalian tengkar lagi bapak panggil orang tua kalian, sekarang keluar saya bebaskan kalian kali ini gak ada hukuman saya bosen" Yangyang dan Jaemin langsung berdiri dan tidak lupa membungkuk sopan pada Taeil.
Di depan pintu ruang guru Yangyang dan Jaemin saling tatapan tajam.
"Gara gara lo wajah gue gak mulus lagi anjing" ucap Yangyang kesal.
Jaemin hanya menghela nafas
"Ya bomat gue lo duluan cakar gue" Jaemin jalan terlebih dahulu meninggalkan Yangyang yang masih berdiri di depan pintu ruang guru.
.
.
.
.
.
Yangyang mencoba mengobati lebamnya.
"Shhh gak sanggup gue sumpah awas lo Jaem" Yangyang menyerah dia tidak bisa dan memutuskan untuk main handphone.
yangyang
HUWEEE NANAAAA
Nana
Kenapa liu?
Yangyang
Sakit!!
Nana
Lebamnya masih sakit??
Maaf yah
Gue gak nyadar nonjok lo sekeras itu
Yangyang
Sakit~
Nana
Maaf ne??
Nana kerumah Yangyang sekarang
Ada yang di titip??
Yangyang
Gak ada
Yangyang cuma mau nana aja
Mau nana obatin luka Yangyang
Mau nana~
Nana
Astagaa iya sayang iya ahaha
Nana bakal otw nunggu Renjun pulang dulu ntar ketahuan gak asik
Yangyang
Ottee hati hati
Setelah menunggu 20menit Yangyang mendengar suara motor Jaemin masuk ke dalam halaman rumahnya dan pintu terbuka menampilkan Jaemin yang baru datang
"Nanaaaaa" Yangyang langsung berlari kearah Jaemin dan memeluk Jaemin dengan erat, Jaemin langsung mengangkat tubuh Yangyang dan menggendongnya.
"Maaf lama yah Renjun ngomel dulu tadi" Yangyang mengalungkan tangannya di leher Jaemin.
"Sakit~" rengek Yangyang, Jaemin terkekeh dan duduk di sofa dengan Yangyang duduk di pangkuannya.
"Sakit banget yah??" Yangyang mengangguk kecil sambil memainkan kancing baju Jaemin.
"Maaf yah gue kira gak bakal bikin lo terluka kaya gini" Jaemin dengan pelan mengecup pipi Yangyang yang lebam.
"Nana nda adil padahal yangie cuma nyakar" Yangyang mengambil tangan jaemin dan mengusap tangan Jaemin yang ada bekas cakaranya sambil mempout bibirnya.
"Lo kira tangan gue gak sakit di cakar lo hmm?" Yangyang terkekeh dan memilih memeluk Jaemin.
"Maaf" bisik Yangyang, Jaemin dengan pelan mengusap kepala Yangyang.
"Tapi ayo obati dulu lebam lo itu" Yangyang menggeleng.
"Sakitt" Jaemin menangkup wajah yangyang pelan dan mengecup bibir Yangyang.
"Sakitnya bentar aja kok sayang kalau sakit nanti gigit aja nana" Jaemin langsung membawa Yangyang ke kamar untuk mengobati lebam Yangyang.
Setelah mengobati lebam di pipi Yangyang walau ada sedikit drama Yangyang kabur dari jaemin akhirnya selesai dengan Yangyang yang terisak di pangkuan Jaemin, mereka kembali ke sofa ruang tengah.
"Nana sakit tau" Jaemin dengan sabar mengusap air mata Yangyang.
"Sstt sayang jangan nangis" ucap Jaemin sambil menepuk punggung Yangyang pelan untuk menenangkan, untungnya Yangyang dengan cepat tenang dan lebamnya sudah tidak terlalu sakit.
"Nana ini udah berapa bulan kita pacaran?" tanya Yangyang dia mendusel di leher Jaemin.
"Udah 7 bulan sayang" jawab Jaemin lembut yang masih menepuk nepuk punggung Yangyang layaknya menenangkan bayi.
"Mereka masih belum tau??" Jaemin mengangguk, Jaemin dan Yangyang sebenarnya adalah sepasang kekasih hanya saja mereka memutuskan untuk diam diam dan semua drama gelud mereka sudah di rencanakan hanya saja hari ini Jaemin kelepasan menonjok kekasih manisnya.
"Gimana yah kalau mereka tau??" Jaemin terkekeh lalu dengan cepat menindih tubuh Yangyang.
"Mungkin mereka akan heboh dan mengomeli kita" jawab Jaemin sambil mengusap pelan pipi Yangyang .
"Ughh Jaemin ngapain nidih nindih gue" Yangyang menoleh kearah lain karena malu.
"Kenapa?Salah? kan gue cuma mau lihat wajah cantik kekasih gue" wajah Yangyang memerah mendengar ucapan Jaemin.
"Liat sini sayang jangan liat dinding" Yangyang langsung menatap Jaemin.
"Love u Yangyang" Jaemin langsung mengecup bibir Yangyang.
"Love u more Jaemin" balas Yangyang.
"HAYOOOO NGAPAIN KALIAN"
"ASIK MAU NANANUNU KAH??"
"KALIAN NGAPAIN?? KALIAN PACARAN??"
"OH MATA TARO GAK POLOS LAGI"
Jaemin Yangyang terkejut saat melihat Renjun, Haechan, Jeno, dan Shotaro masuk ke rumah Yangyang
"PJ KALIAN" teriak Haechan, Jaemin langsung bangun dan menbantu Yangyang duduk.
"GAK SOPAN MASUK RUMAH ORANG TANPA PERMISI" marah Yangyang, Jaemin tertawa dan memeluk Yangyang supaya Yangyang tidak emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uri Yangyangiee
Historia CortaYangyang uke ⚠️bxb Jangan salah lapak yaw... Uke!yangyang NCTxyangyang
