23.Muntah darah

2.6K 147 1
                                        

                   •HAPPY READING•

2 minggu berlalu keadaan Piana dan Nayara pun sudah sedikit pulih mereka berdua masih harus menyelesaikan 1 lagi misi menyingkirkan Clara karena sejak kejadian itu hanya Gabriella yg tertangkap oleh Davin.

Jika kalian bertanya bagaimana sekarang Gabriella Nayara dan Piana pun tidak tahu Piana pernah bertanya pada Aksara sekali tapi dia menjawab hama sudah di bersihkan entah mungkin Gabriella sudah mokad hanya tuhan dan dia yg tahu.

FLASHBACK

"Tolong siapapun tolong gw!"minta tolong seseorang dia adalah Gabriella yg saat ini sedang dia ruangan seperti bawah tanah dengan keadaan tangannya di ikat.

"Berisik"ucap Jefran dingin.

"Siapa lo semua kenapa gw di sini"tanya Gabriella dia sudah ketakutan setengah kenapa bisa Clara meninggalkannya begitu dia tertembak tapi dia hanya tangan dan pergi meninggalkan.

"Ck Lo udh berurusan sama keluarga Ravennzy dan gk akan ada ampun untuk Lo"ucap Adrian.

"Ahkkk"

Dengan cekatan Aksara menggoreskan pisau kesayangannya pada seluruh tubuh Gabriella seperti yg dia lakukan pada adikny. Dengan brutal dia pun merobek bajunya.

Adrian pun langsung mengguyurkan air panas pada luka Gabriella dan di ruangan itu hanya terdengar rintihan dan siksaan dari ke enam saudara Piana mereka bisa menjadi singa jika sudah ada yg mengusik.

Gabriella yg sudah tidak bisa melakukan apapun dia hanya pasrah dia hanya berteriak meminta tolong di hatinya.

"Tolong maafin gw ampuni gw tolong"lirih Gabriella.

"Gk ada ampun buat Lo hahaha"ucap Kenzo.

Jefran sudah mencabuk Gabriella dengan brutal seperti singa yg menagkap mangsanya dia sudah seperti orang gila mencabuk Gabriella.

Berbeda dengan Alvino yg seorang dokter pun menggoreskan pisau nya ke nadi Gabriella hingga putus Alvino yg terkenal ramah tapi jika ada yg mengusik keluarganya dia bisa berubah menjadi iblis gila.

"Perkosa dia hingga mati perlahan"perintah Alvino pada para pengawal nya sisanya hanya mereka dan tuhan tahu.

FLASHBACK OFF

"Na gw udh nemu keberadaan Clara"ucap Piana.

"Ywdh ayo kita gas kesana kita bikin dia tersiksa"ucap Nayara ber smirk.

"Gk usah gw masukin dia penjara aja setelah itu gw bikin dia miskin sampe gk ada siapapun yg nerima dia biara dia ngerasain gimana rasanya hidup susah karena kelakuan dia sendiri gw udh pastiin semuanya tenang aja dia bakal miskin sampe dia mati haha"ucap Piana.

"Okeh itu gmna lu aja sih berarti misi kita selesai kan kita bisa langsung pergi donk dari sini yes"ucap Nayara.

"Emm maybe"ucap Piana.

"Kok maybe si udh yu ah jangan dipikirin sebelum kita pergi kita seneng seneng dulu ye kan"ucap Nayara.

"Kita balik yo besok sekolah anjir mungkin bisa jadi sekolah terakhir kita hehe"ucap Piana.

"Okok bye

Piana pun langsung berangkat pulang menuju rumahnya di perjalanan entah perasaan dia tidak enak pada dirinya sendiri badannya sedikit lemas dan akhir akhir ini sering capek di tambah lagi rambut sering rontok mungkin karena kecapean pikirnya.

"Dadd Piana pulang"salam Piana.

"Dad emm Piana punya permintaan ni"ucap Piana dengan duduk di paha ayahnya.

"Kau mau apa"tanya Davin halus akhir akhir ini Davin lebih sering berbicara lembut padanya biasanya dia akan dingin dan datar mungkin es sudah mencair.

"Dad Piana mau minta es krim donk dad udh lama gk makan es krim"ucap Piana dengan memanyunkan bibirnya.

"Kamu mau es krim sama pabriknya pun dad bisa beli sayang"ucap Davin.

"Gk usah dad es krimnya aja yg banyak ya dad Piana mau ke kamar byee"ucap Piana.

•••••••

Pagi tiba Piana sedang berada di meja makan untuk sarapan dia sudah bersiap untuk berangkat sekolah entah sedikit tidak enak hati sejak kemarin.

"Bang dad"panggil Piana membuat semuanya menoleh.

"Ya sayang kenapa"ucap Aksara.

"Bang emm kalo aku pergi kalian baik baik ya jangan pada sedih loh anak cantik kek aku mah gk pantes di sedihin di kangenin aja eaaa"ucap Piana.

"Ada ad aja kamu, kamu gk akan kemana mana sayang udh lanjutin makannya"ucap Alvino.

"Oghey"

Sampai di sekolah Piana pun langsung memasuki kelasnya dan tertidur berakhir dia tertinggal satu pelajaran entah akhir akhir ini dia cepat lelah.

"Piana heh bangun udh istirahat ni lu sakit"ucap Nayara.

"Gk tahu badan gw cepet capek akhir akhir ini na"ucap Piana lirih.

"Lu mau di sini atau kita ke kantin"tanya Nayara.

"Kita ke kantin Yo gw juga dah laper"ucap Piana.

"Ywdh ayo"

Di kantin seperti biasa mereka bergabung bersama Raffa dkk tapi Adrian dkk pun duduk bersama mereka akhir akhir ini juga Raffa dkk dan Adrian dkk pun akrab sudah seperti teman.

"Gw samain aja"ucap Piana.

"Oke gw pesenin"ucap ucap Abian.

"Na kok akhir akhir ini perasaan gw gk enak terus ya"ucap Piana.

"Itu perasaan Lo aja kali udh jangan di pikirin"ucap Nayara.

"Udh cepet makan"

Lalu mereka semua pun tertawa bersama sambil makan berbeda dengan para kulkas hanya berbicara sesekali.

Piana yg hanya makan dua suapun dia merasa mual ingin muntah.

"Gw mau ke toilet"ucap Piana.

"Gw anter ayo"ucap Nayara.

"Gk usah santai"ucap Piana lalu berlari ke toilet dia sudah tidak kuat ingin memuntahkan isi perutnya.

Huekk huekk

"Hah anjir gw muntah darah napa ni ma gw"kaget Piana saat melihat muntah nya berdarah.

"Anjir ni rambut gw juga Napa rontok mulu si lama lama botak juga pala gw"

"Dahlah"

•••••••

"Dek abng gk bisa pulang bareng kamu nih abng masih ada kerja kelompok"ucap Kenzo.

"Iya dek kamu di jemput sopir aja ya bang Adrian juga tadi bilang masih ada eskul basket jadi dia gk bisa pulang sekarang"ucap Gavino.

"Aelah bang tenang aja Piana sendiri aja kok sekalian Piana juga mau main dulu ke mall sebentar mau beli novel"ucap Piana.

"Tapi kamu jangan sendiri"ucap kenzo.

"Yaya nanti aku bareng Nayara kok santai"ucap Piana bohong.

"Oke kalo gitu kami pergi ya hati hati nanti kabarin aja setiap detik"ucap Gavino.

"Yaelah dikira apaan Yaya byee"

Di perjalanan pulang dia masih bingung dengan keadaan muntah darah tadi dia merasa ingin memeriksa tubuhnya takut nya ada apa apa kan bisa berabe jadi dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan saja dia hanya ingin tahu.

Dia juga cepat lelah rambut rontok perutnya pun sering sakit nafsu makannya pun berkurang dia pikir mungkin efek lambung nya dia.

Terimakasih jangan lupa votenya komen nya.Happy kiyowookk 🌚🌚🌚

Transmigrasi BestieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang