•HAPPY READING•
"Bang keadaan Piana gmna ya sekarang?"tanya Gavino sendu pada Kenzo.
"Kita gk tahu semoga aja Piana bahagia sudah 2 tahun gk membuahkan hasil dan kita masih tetap berusaha sampai sekarang"jawab Kenzo apa adanya.
"Huh..."
Keluarga Ravennzy benar benar sudah banyak berubah setelah kehilangan bungsu mereka 2 tahun mencari tidak membuahkan hasil apapun hanya sia sia tapi mereka masih mencari sampai sekarang.
Alvino yg dulu tetap humoris tidak seperti adik dan kakak yg lainnya irit berbicara sekarang dia juga berubah irit berbicara dingin dan tegas bahkan Aksara pun sudah makin menjadi dingin tegas tempramen nya semakin tidak terkontrol jika ada yg sedikit menyenggol atau apapun dia malah akan melampiaskannya.
Adrian Jefran dan Davin ayah mereka juga sama semakin tidak pernah berbicara sekedar pulang ke mansion utama pun hanya di isi oleh Davin Kenzo Gavino dan Albert yg laiinya semakin tidak pernah pulang atau hanya berkunjung sekalipun sudah 2 tahun ini mereka lebih memilih tinggal di apartemen karena banyak kenangan dengan Piana di sana.
"Keluarga kita malah makin gk terkendali bang kalo gini terus"ucap Albert semakin hari dia malah semakin berfikir jika seperti ini mereka tidak akan pernah ikhlas dengan kepergian Piana.
"Iya gmna lagi itu sifat mereka kita juga kadang seperti itu egois tapi sekarang abng mencoba netral untuk enggak egois"ucap Kenzo.
••••
Nayla saat ini sedang berada di kuliahannya seperti biasa dia hanya duduk sambil menunggu dosen datang dengan sifat dia yg dingin dan tidak ber ekspresi membuat orang lain pun enggan bersamanya.
Nayla yg satu kuliahan tapi berbeda fakultas dengan Nayara pun terkadang mereka canggung untuk mengobrol tetapi lebih banya mereka jarang bertemu karena Nayla jujur dia sudah tidak perduli lagi sekitar entah keluarga atau siapapun itu.
Keluarganya yg lain pun bahkan sekarang lebih banyak mengobrol dengan Nayara bercanda tawa terkadang sesekali mengajak Nayla tapi dia hanya acuh berbeda dengan Natalia masih dengan sifat sebagai seorang ibu dia masih netral dengan kedua anak perempuannya.
Dan sekarang yg lebih di perhatikan pun Nayara bukan dirinya ya Nayla sadar dia juga emng bukan siapa siapa walaupun dia darah daging mereka tapi tetap saja dia bukan siapa siapa bagi mereka.
Kelas selesai saatnya Nayla jam makan siang di kantin pun Nayla hanya sendiri duduk sendiri tanpa ada siapapun yg mengajaknya atau apapun.
"Heh anak so, sendiri kan Lo kasian"ucap salah satu cewe dari ke 4 cewe yg menghampiri Nayla.
"Iya kasian hahaha makannya kalo jadi anak jangan so pendiem jijik orang deketinny"ucap nya dia ya dia Sasa tukang bully di tambah gayanya yg kek jamet apalah itu di kampus ya udh kuliah pun tetep aja di bully.
Dengan tidak peduli Nayla melanjutkan makannya merasa tidak ada Jawaban apapun dari Nayla Sasa dan ke empat temannya pun terduduk dengan membawa makanan mereka.
"Ck udh nambah so aja Lo ya liat aja"ucap Sasa.
Beberapa menit kemudian Sasa pun berdiri dia mengangkat sup yg blm dia makan tadi dan langsung menuangkannya di atas kepala Nayla dan itu membuat seluruh orang di kantin terdiam dan ada juga yg tertawa dengan kelakuan si Sasa Masako ini.
"Udh gw bilang jangan so gw jijik sama orang kek gitu ck miskin aja banyak gaya Lo so pendiem pula"ucap Sasa.
Nayla mengepalkan tangannya mencoba menahan agar dia tidak membuat masalah ini seakan akan teringat dulu jika Alle ataupun Nayla yg kena bully mereka akan saling membantu dan mengerjai mereka tapi sekarang dia hanya sendiri.
"Sini gw pinjem nasi yg Lo punya biar Lo cantik haha"ucap Sasa dia pun mengambil nasi yg Nayla makan tadi menuanglannya lagi di atas kepala Nayla.
Jujur Nayla sudah malas membuat masalah lagi tapi sekali saja sekali ini saja dia akan sedikit membalas.
Saat Sasa Masi menuangkan nasi di kepalanya Nayla pun langsung mencengkram tangan Sasa membuatnya meringis keempat temannya pun langsung berdiri Nayla pun tanpa ada arahan tetiba menendang Sasa hingga tersungkur ke meja sebelah tanpa satu kata pun.
Keempat temannya yg tidak terima pun langsung ikut menendang Nayla dia yg tidak sadar akan di tendang pun tersungkur keempat temannya Sasa pun menjambak rambut Nayla dan menampar Nayla beberapa kali.
"Udh gw bilang gk usah buat masalah sama gw apa lagi ngelawan gw miskin gk usah so gk tahu Lo gw siapa ck"ucap Sasa yg puas.
Nayla pun sudah tidak bisa melawan apapun dia benar-benar blm siap akan hal ini semuanya semakin teringat masa dulu dia bersama Piana, semua orang di kantin pun malah ricuh agar mereka saling berantam tapi Nayla sudah malas.
"Awas aja lu ya ini blm cukup gw bakal bikin perhitungan buat Lo"ucap Sasa sebelum pergipun dia menampar dahulu Nayla lalu mere berlima pergi.
Nayla pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya tetapi saat dia berjalan akan ke kamar mandi tiba tiba dia bertemu dengan Ander dia pun juga satu kampus dengannya bahkan satu fakultas.
Ander yg aneh melihat Nayla sudah di penuhi dengan sayuran sop nasi dan muka di penuhi dengan tamparan dan sudut bibir yg berdarah.
"Lo kenapa?"tanya Ander.
"Gpp"jawab singkat Nayla.
"Lo di bully kenapa Lo gk bilang gw"ucap Ander.
"Gpp bukan urusan lo"ucap Nayla dia pun langsung melenggang pergi ke kamar mandi.
Ander pun tanpa babibu langsung melapor pada Raffa jika Nayla di bully.
Sampai di kamar mandi Nayla membersihkan dirinya di kamar mandi tanpa sepatah kata pun blm beberapa saat dia membersihkan dirinya tiba tiba Sasa dan yg laiinya datang langsung mengunci pintu kamar mandi.
"Udh gw bilang gw blm selesai sama Lo"ucap Sasa.
Nayla yg blm siap akan hal ini pun hanya pasrah saja semuanya terasa Dejavu saat masa SMP SMA mereka dulu.
Beberapa menit kemudian Sasa dan yg laiinya ke luar dari kamar mandi dengan rasa puas dan watados.
Nayla yg sudah dengan keadaan terduduk di bawa dengan keadaan lemas muka di penuhi tamparan lagi dan banyak lebam di seluruh tubuhnya baju yg kancingnya sudah hilang kemana rambut yg di gunting paksa dan acak mata dia pun sudah penuh dengan luka bogeman.
"Yaelah nayla pasrah amat padahal kalo di lawan Lo bisa lebih ye"Author.
Nayla benar benar hanya membisu sudah tidak benar dengan keadaannya Nayla lebih memilih pergi ke rooftop dengan sedikit sembunyi sembunyi agar orang sekitar tidak melihat dia dengan keadaan seperti ini dengan sedikit berusaha berjalan akhirnya Nayla sampai di atas.
"Semuanya seolah Dejavu buat gw piana"lirih Nayla.
Nayla yg matanya sudah berat pun langsung menutup matanya entah tertidur atau pingsan Nayla yg tidak perduli dengan tubuhnya yg sudah sedikit Terekspos karena baju yg tidak ada kancingnya juga toh gk akan ada yg datang ke atas.
Terimakasih ygy jangan lupa votenya komen.Happy kiyowookk 🌚🌚🌚
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Bestie
AcciónMenceritakan dua orang sahabat yang kecelakaan saat pulang setelah kelulusannya. Bukanya ke alam baka eh malah nyasar bertransmigrasi ke tubuh orang untuk menyelesaikan misi mereka dan merubahnya. Banyak rahasia yg blm mereka ketahui dan bagaimana d...
