42

106 4 0
                                        

Setelah pulang dari rumah sakit dan sampai di rumah. Dirga segera berjalan masuk kedalam rumah dengan berjalan yang masih tertatih. Kondisi tubuhnya pun masih lemas, nafasnya juga terlihat memburu dengan tangan yang memegang dada sebelah kiri.

" Kak Dirga " panggil Binar yang tak jauh dari tempat Dirga berjalan.

Dirga tidak menyahut ia terus melangkahkan kaki untuk masuk.

" Dirga " panggil Raka yang berhasil membuat Dirga berhenti.

" Gue baik-baik aja, thanks jadi Lo bisa pulang sekarang " ucapnya datar lalu melangkahkan kakinya kembali.

" Bin gue pulang dulu ya "

" Ya kak Raka hati-hati " sahutnya yang tak jauh beberapa langkah darinya.

Sebelum pergi Raka membisikan sesuatu kepada Binar.

" Kalau ada apa-apa kabari gue ya " seketika Binar tersenyum, lalu Raka melangkah pergi dari mereka dengan melambaikan tangan.

" Kak Dirga udah baikan ?" Tanya Binar dengan gugup.

Namun lagi-lagi Dirga mengabaikannya, ia malah langsung masuk kedalam rumah.

Harus tetep sabar, kak Dirga pasti lagi capek aja jadi dia diem ( gumamnya)

Binar langsung bergegas ke dapur untuk memasak namun Dirga tiba-tiba memanggilnya.

" Binar " panggilnya yang duduk di sofa.

Dengan kaki bergetar Binar menghampiri Dirga, ia tak tau apa yang akan kakaknya akan lakukan saat ini.

" I-ya kak ada apa ? " Ucap Binar dengan terbata-bata.

" Duduk " matanya tampak menatap tajam ke arah Binar.

" Ma-af " sahut Binar dengan menunduk.

" Lihat ke arah gue "

Binar lalu menatap ke arah Dirga.

" Kenal sama pak dewa ?" Tanyanya membuat Binar terkejut.

" Iy-a "

" Kenapa nggak bilang gue dulu kalau mau menyelidiki ?" Semakin membuat Binar bingung untuk menjawab, gigi gerahamnya seolah bergetar dan kesulitan berkata-kata.

" It-u...."

" JAWAB !" Bentaknya seketika binar memejamkan mata.

" Karena gue mau buktiin ke Lo kalau ini semua bukan salah gue sama ayah tapi...." Saat hendak melanjutkan Dirga langsung memotong pembicaraan.

" Lo tau kan resikonya, ini bukan masalah kecil bin. Lo nggak tau apa-apa dan mikir dulu sebelum bertindak " sahut Dirga sembari memegang pangkal hidungnya tampak seperti orang lesu.

" Gue nggak tau kak harus bilang maaf berapa kali lagi " pasrahnya.

" Sudah terlanjur, gue nggak akan ikut campur kalau Lo ada masalah lagi " Dirga beranjak dari tempatnya ia akan melangkah pergi namun.

" Emang dari dulu Lo nggak pernah ikut campur kan ? Nggak pernah peduli ke gue juga " sahut Binar lantang membuat Dirga terdiam.

Deg...

entah apa yang ada di pikiran Binar sekarang, mungkin ia memang sudah muak dengan Dirga dan bagaimana sikap Dirga ?

Ia malah melangkahkan kakinya kembali ke arah kamar tanpa memperdulikan kata-kata yang terucap dari mulut Binar.

" Ya kan Lo emang nggak pernah peduli kak sama gue " ucapnya sekali lagi berharap Dirga akan berhenti.

lagi-lagi Dirga acuh tapi ada satu kata yang terucap darinya.

KALAN [ SELESAI ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang