William berjalan santai memasuki rumahnya, biasanya dia tidak pernah betah tinggal di rumah. Namun kini berbeda, Melody tinggal di rumahnya membuatnya sangat betah berdiam di rumah.
"William!" seru seorang perempuan berpakaian terbuka yang duduk manis di sofa ruang tamu William.
"Maura, ngapain lo di sini, gue gak sudi rumah gue dimasuki jalang kaya lo!" Maura salah satu mantan William yang tergila-gila dengan William. Dia tak terima begitu saja ketika William memutuskan hubungan mereka sehari yang lalu.
Plak!
Tamparan melayang di pipi William saat wanita itu baru sampai di depan Willim. "Dasar brengsek lo!"
William menatap Maura remeh, kilatan jijik jelas terlihat di matanya saat memandang wanita itu. "Jalang murahan! Beraninya lo nampar gue!"
"Bisa-bisanya lo ninggalin gue setelah apa yang lo lakuin selama ini, gue rela ngelakuin aborsi anak kita supaya lo gak ninggalin gue! Tapi apa! Lo malah putusin gue!" Maura mengamuk.
William tersenyum sinis. "Emangnya siapa juga yang mau mertahanin cewek murahan kayak lo! Sedari awal lo itu cuman mainan gue! Derajat gue gak sebanding sama lo!"
Maura menatap nyalang William, selama ini dia rela ngelakuin apapun yang William inginkan dan ternyata william malah mempermainkannya.
Plak!
Maura menampar sekali lagi membuat William tak tahan lagi dengan gadis yang terlampau berani di depannya ini.
Karena kesal William mendorong Maura hingga terjatuh ke lantai. Dia benar-benar lelah menghadapi Maura, dia ingin segera istirahat dan menemui Melody.
"Bawa jalang ini keluar sekarang!" perintah William kepada anak buahnya yang berjaga di pintu.
"Dasar bajingan! Lo inget baik-baik gue bakal dateng lagi buat balas perbuatan lo brengsek!" teriak Maura yang saat ini sedang paksa keluar oleh dua penjaga.
William menaiki tangga dengan santai tanpa memperdulikan Maura yang mengamuk di bawah, yang dia pikirkan sekarang hanyalah Melody. Dia sudah tak sabar menemui gadisnya itu. Pasti dia kesepian karena dia tinggalkan seharian di rumah.
Di dalam kamar, Melody duduk di atas ranjangnya, tatapannya lurus ke arah jendela yang memperlihatkan pemandangan pepohonan hijau, dia memikirkan berbagai macam hal dalam otaknya, apa yang paling dia inginkan adalah dia ingin pulang....
Elusan di kepalanya membuat Melody tersadar dari lamunannya. Dia mendongak mendapati William yang tersenyum ke arahnya.
"Kenapa lo lakuin ini ke gue?" tanya Melody dingin.
William tersenyum dan menangkup kedua pipi Melody. "Cuma ini cara supaya lo berada di sisi gue, jangan coba-coba kabur dari gue atau pacar kesayangan lo bakal dalam bahaya."
Melody mencibir dalam hati. Ooh dia mengancamnya? lihat dia akan membuat kekacauan di rumah ini nanti.
Tadinya dia memang berfikir untuk kabur, namun kabur pun juga tak ada gunanya, rumah ini memiliki penjagaan yang ketat dan dia akan memikirkan cara lain nanti.
"Gue juga bawain makanan buat lo, lo belum makan kan?"
Melody melirik nampan berisi makanan di nakas sebelahnya. "Lo gak bakal ngeracunin gue kan?" tanya Melody. Dia hanya jaga-jaga kalau-kalau William menambahkan racun atau semacamnya.
"Gue gak sebodoh itu buat ngeracunin calon istri masa depan gue." William duduk di tepi tempat tidur.
"Gue gak tertarik jadi istri masa depan lo!" jawab Melody ketus. Dia lebih memilih tak menikah seumur hidup daripada harus memiliki suami gila semacam William.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melody VS Reyga
HumorApa jadinya jika seorang cewek galak anti pacaran ditantang untuk nembak seorang playboy? Yang cewek galak dan yang cowoknya playboy serta pelit, bagaimana jadinya kalau dua orang ini bersatu?
