Bab 41

2.3K 98 5
                                        


Waktu istrahat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Melody dengan cepat menyusun buku-bukunya karena dia sudah tidak sabar ke kantin. Perutnya sangat lapar karena dia tadi pagi tak sempat sarapan.

Brakk!

Melody terperanjat kaget ketika mejanya tiba-tiba digebrak oleh seseorang.

Melody manatap tajam sang pelaku. "Apa lo, ngajak ribut hah?"

Reyga menyengir kuda. "Kuy ke kantin, tapi bayar sendiri hehe!" ujar Reyga yang kiki duduk di atas meja di depan Melody.

Melody berdecak. "Dih, pelit amat lo!"

"Becanda kok, tapi kalau serius juga gak papa! Lumayan dompet gue aman hehe." Reyga cengengesan.

"Reyga, kok lo di sini?" Sella yang melihat kedatangan  Reyga segera menghampiri Reyga dengan senyum terpampang manis di wajah cantiknya.

Sedangkan Vivi, dia saat ini tak mengalihkan tatapannya dari Sella, karena penasaran dengan apa yang akan Sella lakukan.

"Hehe iya Sel, gue di sini." Reyga tersenyum menanggapi, matanya sesekali melirik Melody.

"Kalau gitu kita ke kantin bareng yuk!" ajak Sella bersemangat.

Reyga melirik Melody lagi untuk melihat reaksi Melody, dan benar saja ... Melody tengah melotot ke arahnya saat ini.

"Lo kok gak ke kantin bareng Rina sih? bukannya dia tadi ngajakin lo?" Vivi bertanya santai namun matanya menatap Sella tajam.

"Reyga, kita ke kantin sekarang yuk, gue udah laper," ujar Sella menghiraukan pertanyaan Vivi, hal itu seketika membuat Vivi mendengus jengkel sedangkan Melody menatap Sella sinis.

"Sel, ke kantin bareng gua aja yuk!" Riki ikut nimbrung karena tak tahan melihat suasana canggung di depan matanya.

Sella langsung menampilkan raut wajah tak enak pada Riki. "Lo duluan aja, gue sama Reyga kok."

"Udah sama gue aja yuk! Jangan sama Reyga, entar lo diamuk sama pacarnya!"

Sella nampak terkejut. "Reyga punya pacar?"

"Noh, dia pacaran sama si Lampir!" Riki menunjuk Melody. Hal itu membuat Melody seketika melotot ke arah Riki karena barusan menyebutnya lampir.

Sella memandang Reyga dan Melody bergantian. "Ka–kalian pacaran?"

Reyga membawa Melody dalam rangkulannya. "Iya kita pacaran, cocok gak? Cocok dong yeah!" Reyga heboh sendiri. Sedangkan Melody tersenyum kemenangan menatap Sella.

Vivi yang sedang duduk menopang dagu lantas tersenyum puas melihat raut wajah Sella yang nampak syok.

"Iya cocok! Sama-sama gak waras soalnya!" teriak Riki tepat di telinga Reyga.

"Yee sirik aja lo Bambang!" Reyga menoyor kepala Riki detik berikutnya.

Sella nampak syok melihat kenyataan di depannya, alasan dia pindah kemari tak lain iyalah Reyga ....

Sella memaksakan senyumnya setelah itu. "Sorry gue gak tau, kalau gitu gue ke kantin duluan ya," ujar Sella lalu pergi dari sana, tanpa disadari air matanya tiba-tiba jatuh ketika melangkah keluar dari kelas.

"Yah ... kok gue ditinggal sih!" Riki cemberut karena gagal sudah ke kantin berdua dengan Sella.

Riki kemudian beralih pada Vivi. "Vi, ke kantin bareng gue yuk!"

"Ogah!" sembur Vivi lalu melenggang pergi begitu saja, dia malas dengan Riki yang ujung-ujungnya nanti akan minta ditraktir.

"Vi tungguin gue woy!" teriak Riki mengejar langkah Vivi yang telah menjauh.

Melody VS ReygaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang