1. Sebuah Kebisingan

348 26 0
                                        

"Distrik pusat mengirimkan pesan untuk semua Clovis utama berkumpul! Bagaimana ini kapten?" Tanya Isaac berada di depan komputer.

"Tentu saja pergi!" Aku memainkan game dan mengambil cemilan.

Tidak ada salahnya untuk pergi ke tempat itu. Tapi untuk apa jika kami hanya dijadikan tempat sampah distrik lain. Distrik satu berisi orang-orang kaya, para Clovis disana juga sangat sombong. Berbeda dengan distrik tujuh ini yang berisi orang miskin dan berada di dalam kasta bawah. Hanya ada kemiskinan, kelaparan, dan masih banyak hal memuakkan lagi yang aku sendiri tidak sanggup untuk mengatakannya. Jika kami tidak mencari makanan dari tempat para Amo, kami akan pasti bertambah menderita. Itulah sebabnya distrik tujuh menjadi zona terlarang.

Jika bisa aku ingin memindahkan semua orang disini ke tempat distrik pusat tapi disana hanya ada para pemimpin dan pejabat yang kotor. Mereka enak-enakkan disana tapi kami harus berjuang untuk bertahan hidup.

Tanah juga tidak mendukung untuk melakukan cocok tanam. Hanya ada pohon mati tapi yang jadi masalah adalah tempat para Amo sangatlah makmur dan penuh dengan sumber daya makanan.

Kapan mereka akan pergi dari bumi ini?

"Kapten, memangnya kau mau seperti dulu? Lebih baik kita tidak pergi saja! Atau kita pergi ke tempat para Amo untuk mencuri lagi! Aku ingin mengambil pengering rambut, tas, dan lainnya." Usul Jisoo menggunakan sesuatu di wajahnya.

"Bagaimana menurutmu Raon?" Tanyaku pada Raon yang sibuk membersihkan senjata kami semua.

"Pergi saja! Mungkin mereka akan memberitahu informasi penting!"

"Baiklah, sudah diputuskan! Kita akan pergi kesana! Siapkan barang-barang kalian dan kita akan berangkat hari ini!" Dimana aku menyimpan kunci mobilku?

"Ughh... Kita dalam masalah serius!" Isaac mengacak rambutnya.

Aku menahan tawa melihat Isaac dan Jisoo begitu lesu untuk pergi ke distrik pusat. Bukan hanya karena kami akan jadi bahan cibiran tapi kami tidak begitu dibutuhkan disana. Aku mengambil rokok dan menyalakannya. Dibandingkan dengan mendengar orang-orang dari distrik lain yang tidak tahu apa-apa tentang distrik tujuh, aku hanya ingin merasakan tidur dan makan dengan nyaman disana. Fasilitasnya tidak main-main!

Ditambah mereka memiliki banyak rokok dan alkohol! Bagus! Ini yang kubutuhkan untuk hidup memburu Amo! Dengan ini aku tidak perlu lagi mencuri dari tempat lain!

"Raon! Dimana Diego?" Tanyaku melihat sekitar.

"Tentu saja makan!" Jawab Isaac mengambil beberapa barangnya untuk berkemas.

Lupakan anak besar itu! Dia hanya butuh makanan saja untuk hidup.

🔫🔫🔫

"Kalian mau pergi lagi ke tempat Amo?" Teriak Bibi Jae dari atas jendela rumahnya.

"Bukan! Pergi ke distrik pusat, Clovis utama harus pergi kesana!" Teriak Isaac keras.

"Oh! Lalu siapa yang mau menjaga tempat ini? Clovis disini hanya kalian berlima!"

Benar juga! Pasti bukan hanya satu hari kami pergi ke distrik pusat. Aku menggaruk kepalaku dan melirik Diego yang asik dengan makanannya. Jika dia terus seperti ini kami pasti akan cepat bangkrut.

"Hey! Diego! Turun dan berjaga disini selama kami pergi!" Perintahku.

"Apa? Hanya aku?" Tunjuk Diego pada dirinya sendiri.

"Iya! Kenapa? Kau hanya makan dan makan saja! Sesekali kau harus menghilangkan lemak di perutmu! Turun! Jika kau melakukannya, aku akan mencari makanan banyak untukmu!" Kataku dengan penuh kejujuran.

"Baiklah, kapten! Jangan lupa makanan disana! Aku sangat suka cemilan mereka!" Diego turun dengan cepat dan membuat mobil ini kehilangan beban berat.

Berapa banyak lemak yang dia timbun disana? Apakah dia berpikir akan membuat tubuhnya seperti raksasa?

"Okey! Jaga tempat ini dan jangan sampai aku mendengar kabar buruk! Jika iya, kau akan m.a.t.i!!!"

"Serahkan padaku!" Diego menepuk dadanya.

"Kami pergi, Bibi Jae! Diego yang akan melindungi tempat ini! Jangan lupa untuk menutup pintu serapat mungkin dan taburi garam di depan pintu atau jendela!" Teriakku keras.

"Iya!!!"

Kami harus segera berangkat sebelum hari mulai gelap. Aku tidak ingin kami besok akan terlambat datang karena harus melakukan banyak pengecekan dimana-mana. Jisoo memainkan wig nya dan melihat ke arah jendela luar. Sepertinya dia akan menggoda para penjaga gerbang. Setiap distrik akan dibatasi oleh gerbang tinggi. Distrik tujuh berada di zona luar, kami harus melewati setidaknya tiga gerbang. Setiap gerbang akan penuh dengan penjaga, mereka akan bertanya banyak hal sampai telingaku sakit tapi tidak dengan Jisoo. Wanita itu sangat suka menggoda para penjaga walau orang-orang itu hanya memasang wajah dingin tak tersentuh. Siapapun tidak ada yang menyukai tentang distrik tujuh. Kenapa? Kami kotor.

"Identitas kalian!" Seorang penjaga datang.

"Kami Clovis utama dari distrik tujuh! Untuk apa aku menunjukkan identitas? Bulan lalu kami juga datang kemari!" Aku membuka kaca dan melihatnya.

"Identitas kalian!"

"Menyebalkan! Ini!" Aku merogoh saku dan menunjukkan kartu identitas. Cukup aku saja, toh aku hanya membawa orang-orang yang sama-sama memiliki kartu seperti itu! Kartu hitam tanda Clovis.

"Oh, Kapten Winter! Silahkan lewat!" Dia mengembalikan kartu dan membuka gerbang untuk mobil kami masuk ke distrik enam.

Lain kali!

Aku akan membuat mobil ini penuh dengan kartu identitas kami sebagai Clovis. Apakah wajah kami tidak bisa dipercaya? Wajahku memang bukan anak baik-baik. Rambut coklat di gulung asal, mata abu-abu yang aneh, kulit kusam, dan beberapa bintik di sekitar pipi dan hidung. Mereka tidak mungkin percaya padaku.

"Kapten! Kenapa cepat? Kau tidak mau marah-marah lebih dulu, aku baru saja ingin turun dan menggodanya!"

"Bisakah kau diam, Jisoo? Apakah di dalam otakmu hanya untuk menggoda laki-laki saja?" Tanya Isaac marah.

"Lebih baik aku yang menggoda laki-laki daripada kau menggoda benda mati di dalam komputermu! Dasar pria kacamata aneh!" Sindir Jisoo.

"Diam!" Suara dingin Raon begitu menusuk sampai aku juga tidak mau mengeluarkan suara apapun.

Aku melirik Jisoo dan Isaac yang diam di belakang sana. Untunglah aku membawa Raon bukan Diego, jika membawa anak besar itu aku akan mengalami masalah serius dengan pendengaranku. Lebih baik mereka diam sampai kami tiba di distrik pusat.

🔫🔫🔫

Salam ThunderCalp!🤗

Jangan lupa like, komen, dan share!

See you...

Clovis ( END )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang