"Hoekkk..."
Isdor memuntahkan segala jenis isi di dalam perutnya. Aku mengambil minum dan melemparkannya padanya. Aku terlalu sibuk mengurus para sapiku yang kelaparan sejak tadi! Perlu waktu seharian untuk sampai di tempat ini dan Isdor selalu muntah tiap kami berhenti. Hanya Hwan yang masih selamat walau dia terus berdoa di dalam mobil.
Menunggu di mobil itu sangatlah lama. Aku bisa mencapai level yang sama dengan Raon! Lihat saja nanti, levelku akan jauh naik pesat! Aku tertawa dan memainkan game Cara menjadi petani yang baik.
"Kau iblis, Winter!" Isdor menatapku marah.
"Iblis tidak sebaik aku. Bersyukurlah aku membawamu sampai ke tempat ini dengan selamat. Arghttt... Kambingku mati!"
"Bisakah kau tidak memainkannya?" Tanya Hwan yang wajahnya sangat lelah.
"Diam saja kau! Mereka akan datang besok pagi, kalian bisa beristirahat dan tidur di dalam. Aku ingin bermain game di atas sini! Aku akan menguburkanmu sayang!" Ucapku pada satu kambing yang mati.
"Besok? Tidak mungkin!" Isdor berjalan masuk ke dalam dengan tubuh lemas.
"Apa kau yakin?" Tanya Hwan melihatku di atas mobil.
"Hmm, mereka tidak tahu jalan apa yang mereka lalui. Bahkan mereka tidak tahu bagaimana melewatinya. Aku tidak mau pergi bersama mereka."
"Kau memiliki dendam dengan Valrey?"
"Iya! Dia bahkan lebih anjing daripada anjing. Tidurlah di dalam, besok aku yang akan tidur." Para sapiku pasti membutuhkan lebih banyak rumput.
"Kau tidak mau aku menemanimu? Mungkin kau akan kesepian dan membutuhkan teman untuk berbicara? Hmm?"
"Apa maumu? Aku tidak akan menghabiskan malam dengan berbicara denganmu! Jadi tidurlah sebelum aku membuatmu tidur selama-lamanya!" Aku tersenyum pada Hwan dan mengambil senjataku.
"Baiklah!" Hwan segera masuk ke dalam.
Tempat ini cukup aman karena aku menyembunyikannya di dalam pemakaman. Para Amo biasanya tidak pergi ke tempat yang penuh dengan mayat mati. Mereka suka berada di tempat yang memiliki kehidupan. Jadi tempat ini sangatlah aman dan nyaman!
"Hahahaha... Sapiku akan kujual dan membuat rumah besar!"
🔫🔫🔫
"Winter! Winter! Bangun!"
Sapi! Sapiku! Berapa banyak sapi yang bisa kujual lagi? Sapi...
"Winter! Hey! Ini sudah pagi! Cepat bangun! Mereka sudah menunggu kita di depan pintu masuk wilayah timur. Winter!"
Sapi!!!
"Wanita ini! Jika kau tidak bangun, aku akan merampok sapi-sapimu!" Teriak sebuah suara membuatku bangun seketika.
Sapiku? Aku tidak akan membiarkan sapi-sapiku di jual orang lain!
Isdor menatapku marah begitu juga dengan Hwan yang menggelengkan kepalanya. Semalam ternyata aku tertidur di tempat ini. Rasanya sangat nyaman menghirup udara bebas dan aroma pemakaman. Aku mengusap mata dan turun dari atas mobil.
Pagi yang indah untuk tidur lagi.
"Aku ingin tidur! Jangan ganggu aku lagi!" Aku masuk ke dalam dan memilih untuk tidur di bagian belakang yang luas. Nyamannya.
"Hah, ayo jalan!" Perintah Isdor pada Hwan.
"Aku tidak tahu jika semalam kita berada di sekitar pemakaman masal ini, bahkan aku tidur sangat nyenyak!" Hwan mulai menjalankan mobil.
"Kupikir batu nisan itu hanya batu biasa yang berjejer rapi. Tidak kusangka ini pemakaman masal! Sialan!" Isdor melihat keluar jendela.
"Kalian tidak tahu? Para Amo tidak suka tempat ini. Aroma tanah di pemakaman sangat mereka hindari, mereka lebih suka aroma perkebunan atau taman. Karena itu Amo menyukai menanam banyak sayuran segar di tanah mereka tapi mereka tidak pernah memakannya. Jadi kami sering mencurinya dan memberi mereka bibit tanaman lain. Hoammm... Bangunkan aku jika kalian sampai!"
Aku sangat mengantuk!
🔫🔫🔫
"Kenapa kau meninggalkan kami?" Tanya Valrey menatapku dengan wajah penuh amarah dan dendam.
"Heh... Amatiran!" Sindirku.
"Apa? Kau bilang apa?"
Lupakan saja, aku melihat gerbang tinggi menjulang ke atas. Kapan benda ini dibuat? Atau saking tingginya keberadaan Amo, mereka mengisolasinya? Aku khawatir jika kami membukanya, kami mendapatkan masalah serius. Kami juga tidak bisa membukanya bagaimanapun caranya. Hanya sampai disini saja titik akhir mobil-mobil ini.
"Kita cari alternatif lainnya, kalian semua tinggalkan mobil ini dan ikuti aku!" Aku menyelusuri tembok tinggi ini.
Kenapa tempat ini seperti distrik?
Tidak ada cara untuk masuk ke dalam selain melewati jalan itu. Jalan pembuangan! Mungkin membuangnya di sungai atau aliran air lainnya. Distrik membuang limbah ke laut dan itu membuat banyak masalah untuk lautan tapi tidak ada pilihan lainnya.
"Kau mencari apa?" Tanya Hwan disampingku.
"Pembuangan limbah, kita akan melewati jalan itu! Hwan, rekam perjalanan ini, kita butuh bukti tentang wilayah timur ini!"
"Baiklah! Bagaimana Winter, apa yang kau cari?" Hwan merekamku dengan handphonenya.
"Mencari gorong-gorong limbah, apakah bagus?" Tanyaku melihat Hwan.
"Okey!" Hwan mengangguk dan terus merekam perjalanan ini.
Kami membutuhkan bukti untuk Caleb, pria itu tidak akan percaya apa yang kami temukan di tempat ini. Aku juga ingin tahu letak tempat itu berada dimana, mungkin saja salah satu tempat disini.
Perlu waktu lebih banyak untuk kami menemukan sebuah gorong-gorong pembuangan limbah. Alirannya menuju aliran sungai yang mengalir entah kemana. Kami bisa menggunakan jalan ini.
"Kau yakin ingin masuk ke dalam sini? Hoekkk..." Isdor memuntahkan isi perutnya lagi.
"Aku tidak bisa!" Minho mengangkat tangannya.
"Menjijikkan!" Valrey menutup hidungnya dan mundur jauh.
Yang benar saja!
"Ya, orang-orang manja seperti kalian memang tidak bisa masuk! Heh, memalukan!" Aku membuka jeruji dan melihat ke dalam yang begitu gelap.
Tidak apa-apa! Ini lebih baik untuk kami masuk tanpa perlu dicurigai para Amo. Hwan mengikutiku di belakang bersama Franco, jadi hanya dua orang itu? Seriusan? Kami berjalan mengendap-endap dan mengikuti arah aliran ini berasal. Biasanya mereka akan saling berkumpul dalam satu tempat, baunya memang menyengat tapi ini bukan tinja atau kotoran manusia, Amo tidak memilikinya. Mungkin sampah atau hewan yang mati. Baunya tidak lebih buruk dari tumpukan sampah yang menggunung.
"Aku merasa sangat pusing disini!" Hwan menutup hidungnya dan mengikutiku di belakang.
"Aku tidak merasakan apapun!" Franco mengendus dan tidak terlihat ingin muntah sekalipun. Mungkin dia juga kehilangan indra pembaunya.
"Siapkan diri kalian! Aku merasa, ada Amo di depan sana!" Aku menyiapkan senjata dan bergerak lebih cepat ke depan.
Apakah Amo atau seseorang yang mengirimkan sinyal?
🔫🔫🔫
Salam ThunderCalp!🤗
Jangan lupa like, komen, dan share!
See you...
KAMU SEDANG MEMBACA
Clovis ( END )
Ciencia FicciónMasa depan yang begitu menyeramkan untuk seluruh umat manusia, kawanan Amo datang dan membuat banyak manusia menjadi kehilangan kesadaran atas dirinya. Setiap distrik akan mengirimkan perwakilan mereka yang telah terlatih untuk menghabisi para Amo...
