Jangan lupa follow instagram aku yaa, biar kita bisa ngobrol
- warhilstory
- hildawardani_
***
Arin : Sayang, aku udah mau sampe
Adam membaca pesan masuk di ponselnya, lalu melirik layar laptopnya yang masih tersambung dengan meeting bersama tim baru kantornya, dalam rangka menyambung agenda akuisisi dengan perusahaan luar yang sempat dibahas Sabda.
Adam kembali teringat akan tawaran Sabda untuk mengikuti program ke China. Setelah mempelajari berbagai hal yang dikirimkan oleh bosnya itu, sejujurnya Adam sangat tertarik.
Program tersebut memang akan berdampak baik untuk karirnya. Di tambah lagi, gaji dan bonus yang akan ia dapatkan selama program tersebut juga cukup besar. Seolah menjadi jawaban atas kerumitan masalah ekonomi yang selama ini ia hadapi.
Akhirnya, ia memutuskan untuk mendaftarkan dirinya di program tersebut.
Adam teringat akan pesan Arin yang belum dibalas.
Adam : Oke, Sayang. Aku masih meeting, nanti kalo aku belum selesai, kamu duluan aja. Aku nyusul naik ojek online
Hari ini, Adam tidak bawa motor, lantaran Arin yang mengajaknya untuk berangkat bersama dengan mobilnya.
Arin sedang ingin menonton live music, sehingga malam ini rencananya mereka akan berkunjung ke salah satu jazz cafe yang sedang ramai di media sosial.
Arin : Ih, aku gamau macet macetan sendirian
Arin : Aku tunggu di coffee shop yang ada di lobby aja
Adam : Oke, ini bentar lagi selesai kok
Sepuluh menit kemudian, meeting tersebut pun selesai.
Adam bergegas merapikan barang-barangnya, karena sudah tidak ada lagi pekerjaan yang pending untuk hari ini.
"Dam! Nebeng dong sampe stasiun MRT, gue nggak bawa mobil nih, tanggal genap." Suara Bayu sempat menghentikan langkah Adam yang baru akan pergi meninggalkan meja kerjanya.
"Gue nggak bawa motor, Mas. Cewek gue jemput sih, tapi coba gue tanya dulu, soalnya kita mau pergi juga, takutnya nggak searah."
"Enak banget ya, cewek lo mau jemput gitu. Cewek gue mah boro-boro! Percuma plat mobil kita udah saling melengkapi, giliran lagi tanggal genap gini, mana mau dia jemput gue!"
"Emang lo punya cewek, Bay? Perasaan waktu itu, lo masih godain ceweknya Adam di dm." Sofi yang mendengar ucapan Bayu, turut menimpali.
"Loh, itu 'kan usaha! Gue dm nggak ke satu cewek, akhirnya ada yang nyangkut."
Adam hanya tertawa pelan, menanggapi obrolan Bayu dan Sofi, sambil menunggu panggilannya tersambung pada Arin.
"Iya, Dam? Kamu udah selesai? Aku udah di parkiran." Suara Arin langsung menyapa di ujung sana.
"Udah, ini baru mau turun," sahut Adam. "Rin, temen aku ada yang mau nebeng sampe stasiun MRT. Boleh, nggak?"
"Temen kantor kamu yang pernah naksir kamu itu?"
"Bukan, ini Mas Bayu."
"Ohh... boleh-boleh, ajak bareng aja."
"Oke deh. Makasih, Sayang."
Adam memutuskan sambungan teleponnya, lalu beralih pada Bayu yang menantikan jawabannya.
"Boleh, Mas. Yuk, dia udah di parkiran. Tapi jangan genit sama cewek gue, ya!" Adam langsung memperingati, mengingat teman kantornya itu petnah mencoba mendekati Arin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendhome
RomanceArin gak suka tinggal di apartemen, gara-gara kartu aksesnya sering hilang dan harus bayar denda setiap kali membuat laporan untuk pergantian kartu. Arin juga gak suka tinggal di kos-kosan. Sempit dan sumpek. Sebesar-besarnya kamar kos, tetap aja c...
