Part 49

44.7K 3.7K 220
                                        

Btw, buat yg dulu udah pernah baca, di part ini udah mulai banyak yang diubah dari versi sebelumnya yaa.

Buat yg baru menemukan cerita ini, haiii haii, selamat yaa kamu gak harus nunggu bertahun tahun 😂

Follow instagramku yaa buat info update :
- warhilstory
- hildawardani_

***

"Mas Adam, lagi banyak kerjaan nggak?"

Suara ceria dari seorang wanita dewasa muda yang kini menarik kursi kosong untuk mendekat ke meja Adam, membuat Adam tak ayal untuk menoleh ke sampingnya.

Adam sudah menebak tujuan kedatangan Tara, karyawan baru yang merupakan junior social media specialist yang sering meminta bantuan karyawan untuk membuat konten.

"Mau bikin konten, Tar?" Adam melirik tangan Tara* yang sudah membawa peralatan kontennya, ponsel kantor beserta tripod.

(*Tara : Baca Titik Nadir)

"Iya, Mas. Mau ya ya ya? Please... gue udah keliling nanyain karyawan lain pada sibuk, Mas."

"Gue juga sibuk sih."

"Sebentar aja, Mas! Sumpah, nggak nyampe sepuluh menit!"

"Bohong, Dam! Kemarin gue ngikutin Tara* bikin konten bisa setengah jam lebih!" Bayu langsung menimpali, yang rupanya telah menjadi korban konten Tara beberapa hari yang lalu.

"Itu karena nggak dapet-dapet angle Mas Bayu yang bagus. Kalo sama Mas Adam sih bisa cepet, dari angle mana aja udah pasti bagus."

"Bilang aja Bayu jelek, Tar." Bisma yang mendengar alasan Tara langsung memperjelas, yang disambut tawa oleh karyawan lainnya yang ada di sekitar sana.

Bayu yang diledek Bisma langsung melemparkan paper clip yang ada di dekat komputernya, yang tepat mengenai kepala Bisma.

"Mas Adam! Ikut bentar yaaa?"

Tara masih gentar membujuk Adam, meski situasi di sudut divisi ini sering ramai oleh Mas-Mas kantornya yang sering menggodanya lantaran menjadi karyawan paling muda yang ada di kantor ini.

"Sepuluh menit lagi ya, Tar. Nanggung banget nih. Janji deh, sepuluh menit lagi gue ikut lo."

"Yaudah, gue tungguin di sini."

"Buset, kalo sama pacar lo posesif gitu juga, Tar?" tanya Bisma.

"Oh iya, dong! Harus! Pacar gue ganteng banget, cewek lagi kelilipan aja bisa naksir."

"Idih! Yang mana sih, Tar, pacar lo? Sering banget dibahas-bahas?" Sofi yang geli mendengar ucapan Tara pun ikut nimbrung.

Karyawan baru di kantornya ini memang belakangan sering membuat heboh, lantaran kepribadiannya yang ceria dan mudah berbaur. Meski saat awal-awal masuk kerja tampak canggung dan kebingungan, tapi lambut laun, lantaran beban pekerjaannya yang membuat Tara harus berinteraksi dengan banyak karyawan lainnya demi kebutuhan konten, membuat sikap asli Tara yang sesungguhnya menurut Adam agak aneh ini justru malah banyak disukai.

"Yang sering jemput Tara kalo lembur! Emang lo nggak pernah ketemu? Beneran ganteng sih, Sof." Olivia turut menimbrung.

"Dulu gue pernah satu kosan sama Deva lho, Tar." Adam ikut menimpali, saat mengingat sosok pacar Tara yang ternyata adalah teman satu kosnya dulu.

"Masa sih, Mas? Kos yang di Pramuka itu?"

"Iya, yang di sana," jawab Adam, sembari tetap fokus untuk menuntaskan salah satu task pekerjaannya.

FriendhomeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang