Seperti yang direncanakan oleh Karasuma, kini pelajaran penjas atau olahraga dilakukan seperti biasa. Seluruh murid kelas E melakukan pemanasan seperti biasa. Meliputi 10x serangan menyerang dengan pisau karet, push-up, sit up, serta sprin.
Dilanjutkan dengan latihan menembak. Karasuma Tadaomi membagi kelompok dengan 1 tim 2 orang. Keduanya harus saling melindungi tanda milik mereka dan menyerang tanda milik orang lain.
"Baik, sekarang latihan menembak. Kalian harus berpasangan, dimana saling menyerang dan bertahan. Siapapun yang tandanya terdapat coretan maka dia kalah." Karasuma melihat ke arah muridnya satu-persatu. "Ada pertanyaan?"
"Berpasangan sejenis atau beda jenis?" Kanzaki Yukiko mengangkat tangannya.
"Sejenis. Karena perbedaan dasar kemampuan antara siswa dan siswi. Ada lagi?"
"Murni kemampuan asal, atau kita bisa pakai kemampuan spesial? Maksudku bagi yang punya." Tanya Kataoka.
"Itu terserah pada kalian. Jika salah satu dari pasangan tidak punya, maka alangkah baiknya tanpa kemampuan. Tapi jika keduanya punya kalian bisa menggunakannya."
Karasuma melihat kembali murid-muridnya. "Jika tidak ada, kalian akan melaksanakannya secara berurutan sesuai absen." Lanjutnya.
"Nah Akabane Karma karena kau absen pertama siapa pasanganmu?" Tanya Karasuma.
"Sugino-kun sensei. Karena tidak mungkin aku meminta Nagisa menemani latihan tanding."
Nagisa duduk di pinggir lapangan, dia mendesah, "Untung aku terlahir perempuan. Ada ataupun tidak ada kemampuan Karma-kun akan menang."
Bahunya tersentuh membuat Nagisa menoleh mendapatkan gadis pirang berdiri di sebelahnya, "Mau sekelompok Nagisa?"
"Ugh? Tentu?" Nagisa menjawab dengan sedikit ragu. Bagaimana tidak, Nakamura Rio 11 12 dengan sahabatnya itu.
Karma serta Sugino beridri tepat di depan lapangan. Keduanya bersiap.
"Kita melakukannya secara normal ya? Aku tidak yakin punya." Sugino tampak sedikit takut, dia menggaruk kepalanya sembari sedikit berkeringat.
"Oke, lagi pula kemampuanku menyebalkan." Ucap Karma.
Karasuma membunyikan pluit tanda mulai pertandingan. Baik Karma dan Sugino, keduanya saling menembak dan menghindar. Pertarungan keduanya terbilang cukup sengit, tidak ada yang mau menyerah. Sugino melirik saat kakinya sebentar lagi menyentuh garis batas. Melihat cat yang tergores di wajahnya, Sugino menyadari Karma sengaja menyudutkan dirinya.
'Jika dia menembak tepat di target maka aku akan game over.' batinnya.
Karma menyeringai saat melihat kesempatan. Dia mengarahkan tembakannta tepat di kertas yang ada di badan Sugino. Tanpa sadar, kemampuan Sugino aktif. Cat itu tidak langsung mengenai dirinya. Justru malah melayang di udara.
"Huh?" gumam Karma.
Sugino menggunakan kesempatan untuk balik menyerang. Semua tembakkan Karma melayang dan jatuh di sekitar Sugino. Tak ada satupun yang mengenai target.
Sekilas Karma melihat ke arah Nagisa sembari menghindar serangan Sugino. Dan kini berbalik Karma yang terpojok.
'Shit, kemampuannya telekenesis? Akan menyulitkan jika tidak ada sesuatu yang membuatnya terjebak. Ataupun mengalihkan perhatiannya.'
Dari bangku penonton, mereka melihat kejadian langka. Akabane Karma si jenius dan tak terkalahkan terpojok.
"Baru kali ini ku lihat setan merah terpojok." Gumam Mimura.
"Karma kau sekarang akan jadi pecundang karena kalah loh." Ejek Fuwa Yuzuki.
"Kemampuan Sugino-kun itu telekenesis? Soalnya semua serangan tidak ada satupun yang kena. Seakan ada penghalang disekitar dirinya." Komentar Hara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Assain Vs Hero
FanfikceApa jadinya jika murid kelas pembunuh tiba-tiba memiliki quirk? Dan Koro-sensei dapat kembali ke bentuk manusia? Apa jadinya jika murid kelas pembunuh terpaksa memasuki UA bahkan sebelum penerimaan murid baru UA? Lantas siapa yang akan menang? Calon...
