Inasa mengacak rambut pendek miliknya, "Aku sangat suka dengan UA, itu membuatku bersemangat. Setidaknya sekali saja ingin mengatakan yel yel penuh semangat itu."
Berulang kali meminta maaf dengan cara berlebihan bahkan hingga pelipisnya berdarah, baru lah Inasa pergi dengan rekan sesama sekolahnya yang lain.
"Bukankah kontradiksi? Suka UA malah menolak UA." Komentar Sero.
"Aneh ya?"
"Mungkin dia aneh tapi dia tak bisa dianggap remeh." Komentar Aizawa Shota.
Tak jauh dari sana, salah satu pahlawan profesional dan juga guru dari sekolah lain melambaikan tangannya ke arah Aizawa.
"Ereaser?! Kau kah itu?"
Sosok yang dipanggil tersentak menoleh mendapatkan pahlawan yang dikenalnya.
"Sudah lama ya tidak bertemu? Aku melihatmu di tv dan festival olahraga."
Aizawa hanya diam tak memperdulikan, Midoriya yang merasa kenal dengan wanita itu berbinar.
"Nikah yuk!" Ajak si wanita.
"Tidak terimakasih."
"Tidak terimakasih huh? Kau lucu juga." Ucapnya sembari menahan tawa. Aizawa dan murid kelas pembunuh hanya menatapnya saja tidak mengerti apa yang lucu.
"Selera humormu buruk seperti biasa ya Joke?"
"SMILE HERO, MS. JOKE! QUIRKNYA bernama roaring laughter! Dengan memaksa orang didekatnya untuk tertawa. Dapat melemahkan skill motorik dan kognitif, jurus hebat untuk mengalahkan musuh!!" Seru Midoriya layaknya wikipedia khusus kepahlawanan.
"Benarkah? Seharusnya dia bertemu dia bukan? Siapa tahu bisa tertawa makhluk itu." Ucap Nakamura.
"Sepertinya aku tahu siapa deh." Komentar Mimura.
"Tuan perfectsionis? Atau Tuan Lipan?!" Selidik Sugaya.
"Sudah pasti si perfectsionis bukan? Kau tak tahu dia tak pernah tertawa bahkan tersenyum selain menyeringai?" Komentar Maehara.
"Terkadang aku heran, kau bahkan tak pernah sekelas dengan Asano-kun tapi kenapa kau tahu ya?" Komentar Sugino.
"Kau bercanda Tomohito? Dia kan tahu segala gosip SMP, jadi hal ini sudah amat biasa." Komentar Yada Tooka.
Kelas pembunuh hanya menyimak saja percakapan antara Ms. joke dengan Aizawa, hingga muridnya Ms. joke datang menghampiri wanita itu.
"Ooh.., itu anak-anak UA!!"
"Wahh yang ada di tv itu kan??"
"Kelas 1 sudah mencoba lisensi sementara? Memang beda dunia."
"Akademi Ketsubutsu kelas 2-2, mereka murid-muridku."
Salah seorang anak dengan rambut durian hitam berninar saat melihat Midoriya Izuku, dia mengambil tangan siswa hijau mengajaknya salaman, "Aku Shindo, pasti sulit ya di UA? Tapi dengan kemampuan itu kalian menguatkan tekad untuk menjadi pahlawan. Mengagumkan!!" Serunya dengan bersemangat menyalami satu persatu murid berpartisipasi dalam festival itu.
"Aku yakin pahlawan profesional harus memiliki keteguhan jiwa seperti itu." Ujarnya dengan semangat.
Murid kelas pembunuh menatap tak suka pada siswa itu, seakan menyembunyikan rasa haus darah dan mencoba untuk bersikap ramah.
Hazama Kirara mendecih, "Cih, menjijikan." Ucapnya.
"Hei Kirara, aku tahu kau benci tapi jangan terlalu ditunjukkan." Ucap Yoshida meletakkan sikunya di atas pundak gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Assain Vs Hero
FanfictionApa jadinya jika murid kelas pembunuh tiba-tiba memiliki quirk? Dan Koro-sensei dapat kembali ke bentuk manusia? Apa jadinya jika murid kelas pembunuh terpaksa memasuki UA bahkan sebelum penerimaan murid baru UA? Lantas siapa yang akan menang? Calon...
