I-Island 1

490 51 5
                                        

Menatap setelan yang tengah digunakan, Nagisa mengerjap beberapa kali. Dia mendesah, "Kenapa aku harus mengenakan setelan ini?!" Keluhnya.

Disampingnya, sahabat hijaunya Kayano Kaede menikmati puding dengan ceria, wajahnya memancarkan senyuman lebar seakan tengah memakan makanan langka. "Puding ini terbaik." Gumamnya.

"Sudahlah Nagisa-chan, kau cocok dengan setelan itu." Suara tegas namun lembut dari Kanzaki Yukiko mencoba menenangkannya.

"Ini berlebihan tidak sih?" Tanya Nagisa dia tampak ragu saat mengenakan gaun musim panas berwarna putih dengan tali spagetti itu, rambut birunya dia biarkan tergerai bebas.

"Kita kan sedang liburan, dan semua ini disponsori oleh Karma-kun, jadi tak masalah bukan?" Sugino berkomentar.

"I-iya sih, cuma aku tidak nyaman. Kau tahu? Ini sungguh terbuka."

"Pakai ini saja." Ucap Kanzaki menyerahkan balero biru muda itu. Dengan segera Nagisa memakainya, dia mengikat kupu-kupu pada balero yang kini dia kenakan.

"Tapi tak kusangka kau bahkan sampai menyewakan pesawat untuk kami Karma." Ucap Sugino.

"Supaya lebih mudah bukan? Yang ku tahu acara kali ini semuanya melalui undangan." Jelas Karma.

"Tapi apa tidak masalah? Tiap undangan hanya boleh membawa 2 orang bukan?" Ucap Yoshida tak yakin.

"Untuk itulah kita akan berbaur menjadi pengisi acara hiburan di sana. Dengan nama group fiktif yang kini mendominasi medsos." Terang Yada Toka yang bersemangat.

Di salah satu kursi penumpang, tampak seorang pria tengah menahan mualnya. Entah sudah berapa kantung plastik dia habiskan, dengan mulut terbuka dan jiwa tinggal seperempat dia mengeluh, "Aku benci naik kendaraan."

Keluhan itu membuat yang lain menatap datar, "Padahal Muramatsu-kun sudah memberikan makanan untukmu Koro-sensei." Ucap Kurahashi.

"Bahkan Kaede pun masih tetap memberikan pengobatan padamu walaupun tidak bersebelahan denganmu." Ucap Sugino.

"Ya bagaimana ya? Sensei benci naik kendaraan." Wajahnya memucat kembali, mengambil kantung Koro-sensei kemudian memuntahkan isi perutnya.

"Padahal kau sudah bukan gurita lagi loh, kenapa kau masih tampak lemah?" Ucap Sugaya sambil menggambar di sketsbook-nya.

"Ini bawaan Sugaya-kun. Mau sensei dalam bentuk apapun sensei memang benci naik kendaraan." Terangnya.

"Kalau begitu kenapa sensei tidak tinggal saja di sekolah?" Tanya Horibe Itona sambil mengotak-atik ciptaan terbarunya. Sebuah tank dilengkapi peluru khusus, daya tembak tank tersebut cukup kuat dapat membuat kaleng menjadi penyok.

"Sensei kan juga ingin liburan dengan kalian.., hik.., kapan lagi coba kita liburan bersama? Gratis lagi." Ucap Koro-sensei terisak, dengan sapu tangan dia menutup hidungnya.

"Yasudah kalau begitu sensei minum obat anti mabuk saja dan tidur."

Tidak ada percakapan lagi, semua sibuk dengan tugas masing-masing. Seperti Irina yang memandu kelompok hiburan terdiri dari Yada Toka, Kurahashi Hinano, serta Kayano Kaede. Tim pelayan hotel terdiri dari Maehara Hiroto, Isogai Yuuma, Kataoka Megu, Okano Hinata, Horibe Itona serta Yoshida yang akan menjadi tim engineering nantinya. Tentunya semua identitas mereka sudah dipalsukan.

Tak terasa kini pesawat mulai terbang menurun, pertanda akan dilakukan pendaratan. Nuansa modern amat terasa, seperti banyaknya robot-robot yang bertugas layaknya cctv dan lain sebagainya.

Menggeret koper layaknya turis, mereka harus melewati keamanan. Memeriksa identitas mereka. Satu persatu mereka dipindai serta dicocokkan dengan data yang ada. Untungnya hal seperti ini sudah diprediksi oleh Ritsu sebelumnya, sehingga dia sudah mengubah informasi khusus untuk kelas pembunuh itu.

Assain Vs HeroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang