Warning ini filler
Note : ⚠️ ini bertanda filler, kalian bisa lewati jika tidak suka 😌😌
***
Lupakan sejenak tentang alur utama yang ruwet dan terlalu tegang itu, penulis juga butuh hiburan dikala keruwetan cerita. Oke lupakan.
Okajima tengah menghela nafas, tangannya dia jadikan tumpuan wajah menghadap ke arah jendela dengan hordeng melambai akibat hembusan angin. Menatap rekan sekelasnya yang tengah berlatih untuk ujian masuk UA. Ya alur cerita bab ini berlatar sebelum mereka masuk UA.
3 miliar yen raib akibat keanehan yang dialami olehnya dan rekannya. Wali kelas sekaligus targetnya kini kembali pada bentuknya semula. Sekali lagi Okajima menghela nafas malas.
Pada layar item miliknya, tertulis invisible, apa itu bisa berguna untuk masa depan? Apa dengan invisible bisa mendapatkan gadis? Atau 3 miliar yen? Berbagai macam isi teori dengan kata apakah memenuhi isi otaknya.
Isogai Yuuma-ketua kelasnya berusaha membujuk Yoshida Taisei untuk kesekian kalinya, lantaran quirk milik penggila motor itu bisa mendapatkan pundi-pundi uang yang sangat banyak. 3 miliar yen mungkin bisa diraih hanya dengan menjual hasil karya bernilai seni tinggi.
"Karena itu ketua kelas, bukankah itu akan menyulitkan? Maksudku siapa yang akan percaya coba, yang ada aku malah dipenjara." Dan berkali-kali juga Yoshida menolak.
Kataoka kembali menghela nafas, dia teramat lelah menghadapi sisi lain ketua kelasnya. Ya jika berkaitan dengan uang milyaran Isogai Yuuma tak dapat menahan diri.
Bunyi roda terdengar, disertai decitan ban membuat yang lain menoleh, mendapati Itona sedang memainkan barang miliknya. Maklum, di kelas buangan seperti ini mereka bebas membawa apapun, tak akan ada yang menyita. Bahkan jika terang-terangan menggambar saat jam pelajaran pun kau hanya akan pulang sedikit lebih lama, Koro-sensei tidak suka memarahi di depan kelas jika itu bukan tindakan amat sangat buruk dimatanya.
"Kau membawanya dari rumah Itona-kun?" Kurahashi memandang dengan penuh takjub.
"Tidak, aku menemukan benda tak terpakai pada gudang, ketua kelas dan Koro-sensei bilang jika ada benda yang kau suka maka ambillah."
Sejujurnya gudang gedung buangan itu memang berisi peralatan yang sudah tidak dipakai oleh gedung utama. Hampir mirip lah dengan tempat pembuangan rongsokan. Sebagai kelas buangan yang memang sudah tersisih, mereka tidak bisa protes, jika ingin protes ya harus bisa kembali pada gedung utama. Itu syarat yang tertulis.
Mendengar kata gudang membuat Isogai berkedip beberapa kali, oke dia memang mengizinkan untuk siapapun mengambil barang yang ada, tapi apa masih ada brang berguna? Sedangkan gudang itu tempat barang rongsokan yang sudah tidak terpakai lagi.
"Memang ada yang bisa diolah lagi? Ya kecuali kalau mau main limbah¹ itu beda lagi."
"Ada. Buktinya aku bisa buat mobil." Tunjuk Itona.
Hal itu tentu saja menarik perhatian seisi kelas, besi rongsokan, dan alat tak terpakai lainnya berubah menjadi mobil mainan remot? Wah, wah, apa yang terjadi jika gedung utama tahu? Bisa saja akan terbuka pabrik ponsel ilegal sekelas ipon di gedung tua.
"Benar, bukankah ini bagian dari komputer itu? Gila komputer reok tak bisa hidup lagi kau ubah jadi mobil mainan?!" Takebayashi Koutaro, dulunya masuk klub komputer sebelum terjatuh, jadi dia sangat mengenal bagian-bagian komputer.
"Ini juga, inikan bagian dari alat pelempar bola kasti klub tennis." Yada Tooka, dulunya sebelum terjatuh dia masuk klub tenis putri.
Itona mendadak dikerubungi oleh rekannya, banyak yang memuji keahliannya mengubah barang tak terpakai menjadi bernilai, membuat ide brilian muncul dari benak Isogai Yuuma.
KAMU SEDANG MEMBACA
Assain Vs Hero
FanfictionApa jadinya jika murid kelas pembunuh tiba-tiba memiliki quirk? Dan Koro-sensei dapat kembali ke bentuk manusia? Apa jadinya jika murid kelas pembunuh terpaksa memasuki UA bahkan sebelum penerimaan murid baru UA? Lantas siapa yang akan menang? Calon...
