Kemampuan Imajinasi

355 41 2
                                        

Dabi mengulurkan tangannya, berniat menggunakan api miliknya, sayangnya itu tidak mempan. Seluruh quirk yang berada disekitar Aizawa Shota nonaktif.

Aizawa Shota menangkap penjahat itu dengan pita pada lehernya,  Dabi yang tak mampu menghindar, akhirnya terperangkap juga.

Koro-sensei yang tak jauh dari kejadian itu mengarahkan tangannya membuat simbol pistol dengan jari telunjuk serta ibu jari, tak akan ada yang mengira jika di dalamnya terdapat pistol sungguhan.

Peluru kecil namun mematikan melesat mengenai jantung Dabi, hal itu membuat Aizawa Shota mengernyit, setahunya quirk penjahat yang menyerangnya ialah api, tapi kenapa dia seakan hancur dan terurai?

"Itu clonenya Aizawa-sensei." Ucap Koro-sensei dengan tenang namun mengernyitkan kekesalan tak mampu melindungi muridnya.

"Kurasa salah satu diantara penjahat memiliki kemampuan clone menyerupai target yang dia kehendaki." Lanjutnya.

Dari dalam penginapan, Midoriya Izuku tampak berpikir. Jika dia menjadi penjahat apa yang membuat pihak mereka menang, unggul dari pahlawan?

Memorinya terpikirkan kegiatan saat festival olahraga itu, dia mengernyit, "Jangan katakan...?!"

Segera Midoriya keluar dari penginapan melihat sisa-sisa abu yang ada di halaman penginapan.

"Sensei, kurasa aku tahu siapa yang mereka incar!" Pekik Midoriya membuat Aizawa Shota serta Koro-sensei menoleh.

"Ya, kami juga sudah tahu mereka mengincar –"

"Kacchan! Jika aku menjadi penjahat, aku akan mengincar kacchan! Karena dia pemenang festival, sudah pasti itu akan menjadi pukulan telak bagi UA maupun para pahlawan." Seru Midoriya memotong kalimat Aizawa Shota.

Midoriya tampak sedikit lebih baik, tidak seberantakan sebelumnya, terlihat kilatan di area tubuhnya, pertanda dia mengaktifkan quirk miliknya.

"Sensei, tolong izinkan aku menyampaikan ini kepada Mandalay-san, prioritas kita mencari Kacchan!" Seru Midoriya.

Aizawa Shota menghela nafas, apakah remaja zaman sekarang hobi sekali memotong perkataan orang?

"Baiklah, tolong sampaikan ini juga pada Mandalay."

Midoriya berlari ke arah Mandalay, Magne yang paling dekat dengannta, berniat untuk menyerang. Namun spinner menghalangi.

"Ingat bukan dia target kita, jangan melakukan hal tidak perlu."

"Cih, Shigaraki itu punya dendam tersendiri atau apa sih? Kenapa harus menyuruh kita menyebar mencari target seperti itu?!"

"Apa yang kau lakukan disini nak? Kau harus kembali!" Pekik Mandalay.

"Aizawa-sensei memintaku untuk menyampaikan ini kepada mu Mandalay-san, Aku Eareser head mengizinkan kalian menggunakan quirk kalian untuk bertarung, dan prioritaskan keamanan Kacchan."

"Hei nak, Kacchan itu siapa?" ucap Mandalay yang tidak kenal dengan anak itu.

Dia menggunakan telepati miliknya, 'Aku Eareser Head dan Mandalay pahlawan profesional mengizinkan kalian untuk bertempur. Dan siapapun bernama Kacchan diminta untuk tidak gegabah, dan jangan bertarung sendirian!!'

Pertikaian sepihak antara Magne serta Spinner membuat peluang besar untuk Mandalay, dia dan Tiger menonjok kedua penjahat itu secara bersamaan membuat mereka terpental dan tak punya kemampuan untuk menyerang sementara waktu.

***

Di tempat lain, dengan wajah ngantuk seperti biasa, Aizawa Shota tampak mengigat pesannya, 'Tunggu, pesannya kurang!.'

Assain Vs HeroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang