Remedial Lisensi Sementara 2

192 16 0
                                        

Shigaraki serta timnya terpaksa mundur, pihak berwenang kini menangkap seluruh anggota Yakuza beserta ketua mereka—Chisaki Kai. Penjahat itu diikat dengan pengikat khusus yang dapat menonaktifkan quirk mereka, korban tewas dimakamkan dengan layak, melakukan upacara penghormatan terakhir kepada mereka yang telah berjasa, salah satunya Night eye.

Kerumunan itu perlahan sepi menyisakan segelintir orang. Anak buah agensi Night eye menatap kepergian atasannya, mengenang apa yang sudah mereka alami.

Mereka—para peserta magang, saat ini tengah berkumpul melakukan kewajiban setelah adanya aksi besar.

Mirio tampak termenung, melihat anggota tubuhnya, seharusnya saat dia mengaktifkan quirk, dia dapat menembus apapun sesuai kehendaknya, namun kini quirk itu menghilang. Ya karena Mirio diam- diam pergi menyelinap ke dalam mansion. Saat itu dia berpapasan dengan salah satu anak buah Chisaki dan terpaksa bertarung. Tubuhnya terkena obat terlarang itu dan kini dia kehilangan quirk miliknya.

Nejire yang merasakan adanya aura berbeda lantas menghampiri rekan sekelas, "Ada apa? Kau tidak seperti biasa."

"Quirkku menghilang." Angin bertiup cukup lembut saat itu, menemani cerita panjang Mirio.

Midoriya Izuku mengepal tangannya, jika saja dia tidak tertidur di atas futon hangat, Mirio masih bisa menjadi pahlawan bukan? Jika saja dia cukup kuat untuk mengatasi mereka para bayangan itu dapat mencegah mereka yang sudah gugur bukan? Minimal mengurangi sebagian.

Dari sudut pandangnya, Midoriya dapat melihat sosok Eraser Head berlalu dengan wajah serius, dia menghampirinya.

"Sen—Eraser Head."

Aizawa Shota menoleh, "Ada apa?"

Midoriya menggeleng, dia mengernyit saat wali kelasnya itu merogoh ponsel dan berbicara hal penting, "Maaf, aku ada urusan, setelah ini kalian kembali ok? Sampai nanti."

***

Kirishima, Uraraka, Asui, serta Midoriya, mereka berempat pulang menuju asrama, waktu yang cukup lama bagi mereka untuk menyelesaikan sisa dari aksi yang terbilang antara gagal atau berhasil itu, mereka berempat mendapatkan sesi introgasi guna untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Sambutan meriah oleh rekan sesama kelas A menyambut kehadiran mereka.

"Bagaimana? Aku sudah melihatnya di berita, kalian baik-baik saja kan?"

"Apa sesulit itu?"

"Kalian tidak apa?"

Midoriya tersenyum kecil, "Aku tidak apa, kalian bertiga juga kan?"

Asui tersenyum, "Aku tidak apa kero."

"Aku juga baik-baik saja. Itu menegangkan bukan? Tapi syukurlah berjalan dengan baik." Respon Uraraka.

Mina melihat ke arah Kirishima yang tampak hanyut dalam pikirannya, "Kirishima"

Panggilan itu membuatnya menoleh, "Tenang saja Ashido, aku baik-baik saja. Hanya saja aku butuh sedikit waktu."

"Biar aku buatkan teh lavender untuk kalian, Sato-kun kue keringnya masih ada kan?" Ujar Yaoyorozu Momo.

"Ada, sebentar biar aku ambilkan." Ujar Sato Rikido berlalu naik ke atas kamarnya.

Bakugo menatap dengan tidak suka, dia merasa jauh dibelakang. Latihan lisensi sementaranya pun hanya diajarkan oleh 3 orang bodoh bukan pahlawan seperti yang diharapkan olehnya.

Kaminari menghampiri dan duduk tepat di sampingnya, "Kenapa kau cemberut begitu? Kau khawatir juga bukan dengan mereka?"

"Diam lah aku mau tidur, aku sibuk. " Jawabnya dengan ketus.

Assain Vs HeroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang