Latihan Hero vs Penjahat

853 68 0
                                        

Kini mereka sudah berdiri di dalam gedung latihan, lebih tepatnya di ruang pengawasan. Tiap tim yang akan berlatih, akan memasuki ruangan khusus. Ruangan yang di desain selayaknya dunia nyata.

"Aku akan membagi kalian menjadi 2 tim, penjahat dan pahlawan. Tiap tim terdiri dari 3 orang. Untuk Hara, Muramarsu, serta Kayano, kalian bertiga akan tetap disini, latihan untuk kalian berdua sedikit berbeda. Aturan mainnya, penjahat sudah menguasai roket, dan pihak pahlawan merebut roket tersebut. Jika pahlawan dapat menyentuh roket dalam 15 menit pahlawan menang."

Tim A : Takebayashi, Okano, Chiba
Tim B : Kataoka, Yada, Kimura
Tim C : Maehara, Nagisa, Sugaya
Tim D : Isogai, Nakamura, Hayami
Tim E : Terasaka, Okuda, Fuwa.
Tim F : Karma, Yoshida, Sugino
Tim G : Itona, Kurahashi, Mimura
Tim H : Hazama, Okajima, Kanzaki

"Pertandingan pertama Tim A penjahat melawan Tim D pahlawan. Yang lain silahkan melihat dari ruang tunggu."

Kedua tim berjalan memasuki tempat latihan, tim A memasuki ruangan khusus dengan roket besar berada di tengah ruangan.

"Sekarang siapa yang akan menjadi penyerang? Atau kita tunggu di sini baru kita serang?" Takebayashi menaikkan kacamatanya.

"Kita melawan Rio, Rinka, serta Yuuma ya?" Okano memegang dagunya.

"Aku bisa menahan Rinka, kau pergunakan kemampuanmu untuk meningkatkan milikku dan Okano." Ucap Chiba memberikan intruksi

"Okano, kau hadang Rio. Usahakan jangan sampai dia memasuki tempat ini." Lanjut Chiba.

Di tempat lain, Nakamura, Rinka, serta Isogai berdiri tepat di gedung besar. Ketiganya memandang kagum bentuk serta lingkungan sekitar yang mirip sekali dengan dunia nyata.

"UA habis berapa duit ya buat bikin kota buatan seperti ini?" Tanya Isogai.

"Iya juga ya, mana persis seperti gedung gedung pencakar langit di luar sana." Kagum Rio.

"Yang pastinya banyak, lebih banyak dari 3 miliyar yen."

"Hayami, jangan ingatkan itu lagi." pinta Isogai yang mulai merelakan pundi-pundi uangnya.

Ketiganya masuk ke dalam gedung tersebut. Berada di lantai dasar dengan luas selayaknya parkiran kendaraan.

"Di antara kita tidak ada yang bisa melacak ya?" Komentar Hayami.

"Tak masalah sih, kita bisa serang bersama. Selagi Okano dan Chiba menyerang kau lari ke tempat mereka." Nakamura Rio memberi intruksi.

"Lantai 5 kan ya tempat roket itu?" Ucap Hayami. Isogai dan Nakamura mengangguk, "Kau kuatkan lari sampai lantai atas?" lanjutnya.

"Kita 3 vs 3 kan? Aku yakin Takabayashi hanya akan menjaga roket, dia sudah meningkatkan kekuatan lawan untuk menahan kalian berdua." Ucap Isogai. "Jadi tak masalah sih, selama kalian bisa menahannya."

Kedua gadis itu mengangguk mantap, berjalan seperti biasa memasuki wilayah musuh. Melompat mundur saat melihat busur panah mengarah pada mereka. Rinka memegang ranting yang sudah dia siapkan dia mengarahkan tepat ke arah busur itu.

"Kita berpencar, biar aku yang menangani Ryu." Ucap Rinka.

Mengangguk, Isogai dan Nakamura berlari ke arah lain. Melompat ke samping, saat merasakan suhu dingin di sertai kepingan salju.

"Hinata, keluar saja kau. Jangan main petak umpet dong, aku sudah pernah melawan yang asli loh." Nakamura Rio menyemburkan lava dari mulutnya melelehkan kepingan salju tersebut.

Okano Hinata menghela nafas, "Hah..., ternyata tidak sesuai ekspetasiku untuk melawanmu."

Okano melompat menghindari semburan lava mikik Nakamura, dia kembali menyerang dengan menyemburkan es dari mulutnya. Okano yang lentur, dipadukan dengan kemampuan plagiat miliknya dapat berganti quirk sesuka hatinya. Kayu merambat keluar dari kaki kirinya, saat kaki kanan dia gunakan untuk menendang wajah Nakamura.

Assain Vs HeroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang