Harga penulis berupa vote serta comment.
Diharapkan jangan siders. Karena satu bintangmu itu sangat berharga untuk menghargai waktu, energi, dan tenaga penulis. Jangan plagiat. Karena jika kamu memplagiat cerita ini, kamu akan mendapatkan hukuman.♥♥♥
34. Naik kelas
Dua bulan kemudian...
Tak terasa sudah dua bulan sejak Quinnsha melahirkan keempat anaknya. Setelah dirawat selama enam hari di rumah sakit, akhirnya Quinnsha diperbolehkan pulang dengan catatan Quinnsha harus banyak istirahat.
Dan selama dua bulan juga Badai dan Quinnsha mengurus anak mereka dengan bantuan sang Bunda. Mereka belum mau memakai jasa baby sitter, karena Quinnsha masih belum kembali mengajar. Mungkin setelah libur kenaikan kelas baru mereka akan memakai jasa baby sitter, untuk membantu mengurus baby four twins mereka.
Badai juga jarang sekali masuk sekolah, mungkin seminggu dirinya hanya masuk dua atau tiga hari saja. Bukannya Quinnsha tidak menyuruh sang suami untuk bersekolah tetapi, Badai nya saja tidak mau sekolah. Dengan alasan mau membantu sang istri mengurus anak mereka.
Seperti hari ini Badai dengan terpaksa harus bersekolah, karena di sekolah akan diadakan pembagian Raport semester 2.
"Mas hari ini kamu naik kelas kan?" tanya Quinnsha menghampiri Badai yang sedang memakai pakaian sekolah.
"Iya Sayang" jawab Badai tersenyum dengan tangan mengancingkan seragam sekolah "doain aja Sha semoga aku naik kelas" ujarnya.
"Ya gimana kamu naik kelas, kamu aja jarang masuk sekolah" ucap Quinnsha membantu Badai mengancing baju.
"Aku gak masuk 'kan karena bantu kamu ngurus si kembar" balas Badai menatap gerakan tangan Quinnsha, sedangkan tangannya melingkar di pinggang sang istri.
"Sebelum anak-anak lahir juga, kamu jarang masuk Mas" ujar Quinnsha mengelus dada bidang Badai.
"Hehe" cengengesan Badai. "Aku malas Sayang kalau harus sekolah, lebih baik aku di rumah aja sama kamu dan juga anak-anak" ucapnya mengelus pipi Quinnsha.
"Kamu harus berubah Mas, kalau gini aja gimana kamu bisa ngasih contoh buat anak-anak kamu" ucap Quinnsha melingkarkan tangannya di leher Badai.
Cup
Badai langsung mengecup bibir sang istri dan menggerakkan bibirnya menyapu bibir sang istri.
"Oek-oek"
Suara tangisan Kaysha terdengar membuat, Quinnsha langsung melepaskan ciumannya dan langsung menimang sang anak.
"Hah untung anak" ucap Badai menghela nafas. Ia menduduki kasur melihat anaknya yang lain sedang anteng dalam tidurnya.
"Mas kalau kamu mau berangkat, berangkat aja Mas. Aku gak bisa ngantar kamu kedepan soalnya. Jangan lupa sarapan dulu ya Mas" ucap Quinnsha menatap sekilas sang suami.
"Iya aku berangkat dulu" ucap Badai pamit mengambil tasnya serta menggendongnya lalu Ia berjalan keluar kamar.
"Ternyata gini ya punya anak kembar, rasanya seperti gak punya istri. Istri sibuk ngurus anak terus, suaminya dilupakan" ucap Badai lesu berjalan keluar rumah dan langsung menaiki motornya.
★★★★★
"Bro kenapa, kok lesu gitu?" tanya El melihat sang sahabat yang tampak tak bersemangat.
"Gapapa" jawab Badai seadanya, ia terus berjalan menuju kelasnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
01. My Husband Is a Student [END]
Fiksi RemajaFOLLOW DAN VOTE DULU SEBELUM MEMBACA‼️ ★Alghifhari The Series★ ★★★★ Gini nih rasanya nikah sama murid sendiri. Senang, bahagia, malu semua campur aduk. Itulah yang dirasakan seorang guru matematika di salah satu sekolah menengah atas. Berawal dari...