Harga penulis berupa vote serta comment.
Diharapkan jangan siders. Karena satu bintangmu itu sangat berharga untuk menghargai waktu, energi, dan tenaga penulis. Jangan plagiat. Karena jika kamu memplagiat cerita ini, kamu akan mendapatkan hukuman.♥♥♥
61. Hamil Lagi
"Mas?" panggil Quinnsha memasuki kamar.
"Iya Sha" sahut Badai tanpa menoleh karena, ia masih telponan bersama Papa Aby.
"Kamu telponan sama siapa?" tanya Quinnsha menduduki sofa samping Badai.
"Papa Sha" jawab Badai menunjukkan handphonenya yang masih melakukan video call dengan Papa Aby.
"Assalamualaikum nak" salam Papa Aby tersenyum.
"Eh, waalaikumsalam Pah" balas Quinnsha tersenyum manis juga. "Apa kabar Pah?" tanyanya.
"Alhamdulillah baik, nak. Udah siap ngajinya?" tanya Papa Aby.
"Udah Pah, baru selesai" jawab Quinnsha mengangguk.
Mereka terus mengobrol asik bersama, bercanda. Tidak lama kemudian Banjir bangun dari tidurnya dan menyapa dan juga mengobrol bersama, melepas rindu. Hingga waktu shalat magrib pun tiba, Quinnsha dan Badai menghentikan obrolan mereka bersama Papa Aby dan Banjir, kemudian mereka melaksanakan shalat berjamaah.
"Assalamualaikum warahmatullah, Assalamu'alaikum warahmatullah" salam Badai menoleh ke kanan dan kiri setelah ia menyelesaikan shalat Magrib nya bersama ke seluruh keluarganya. Badai memutar tubuhnya menjadi menghadap ke belakang, lalu Quinnsha menyalami punggung tangannya dan diikuti keenam anaknya. "Pintar anak-anaknya Papa" pujinya mengelus dan mengecup puncak kepala Kaysha, Daysha, Gasha, Yasha, Naysha, dan Harsha bergantian.
"Makasih Papa" balas Kaysha, Daysha,dan Gasha tersenyum manis, sedangkan yang lain sudah lari ke luar dari ruang shalat.
"Sini sayang" pinta Badai.
"Iya Mas, ada apa?" sahut Quinnsha mendekati sang suami. Badai langsung mengangkat dan mendudukkan dirinya di pangkuan sang suami.
"Aku kangen sama kamu, selama aku nyusun skripsi kita 'kan jarang bersama" ungkap Badai menduselkan wajahnya di leher Quinnsha. "Malam ini yuk?" ajaknya dengan memberikan kecupan mesra di pipi sang istri.
"Ngapain?" tanya Quinnsha menaikan alisnya.
"Main" jawab Badai tersenyum manis, ia kecup bibir sang istri dengan tangan melingkar di belakang ceruk leher Quinnsha dan ia lumat benda kenyal tersebut. Kepalanya bergerak ke kanan dan kiri sesuai ritme gerakan bibirnya menyapu bibir manis Quinnsha.
Quinnsha melingkarkan tangannya di leher sang suami, ia juga membalas ciuman Badai, mengimbangi permainan bibir pria berusia hampir 25 tahun tersebut.
"Papa!" teriakkan Harsha menghentikan permainan panas bibir suami istri yang sudah membina rumah tangga hampir sembilan tahun itu. Keduanya langsung menjauhkan diri dengan Quinnsha turun dari pangkuan Badai.
"Ada apa?" tanya Badai kesal karena aktivitasnya diganggu.
"Itu ada Om El, Papa" jawab Harsha dengan aksen cadelnya yang terdengar lucu.
"El? kamu ada janji, Pah?" tanya Quinnsha menatap Badai bingung.
"Gak ada" jawab Badai berdiri, menggendong Harsha lalu berjalan menuju ruang tamu, dan diikuti oleh Quinnsha yang sudah membuka mukenanya terlebih dahulu. "Ada apa Lo kemari? tumben" tanyanya setelah ia sampai di ruang tamu, ia lihat El tidak datang sendirian. Sahabat lamanya itu datang bersama seorang wanita seumuran. El terlihat memangku Naysha, sedangkan wanita itu yang duduk disampingnya juga memangku Gasha.

KAMU SEDANG MEMBACA
01. My Husband Is a Student [END]
أدب المراهقينFOLLOW DAN VOTE DULU SEBELUM MEMBACA‼️ ★Alghifhari The Series★ ★★★★ Gini nih rasanya nikah sama murid sendiri. Senang, bahagia, malu semua campur aduk. Itulah yang dirasakan seorang guru matematika di salah satu sekolah menengah atas. Berawal dari...