(End)
Bagaimana jadinya, jika pertemuan pertama membuat aliran Cinta menembus hati? Itulah yang di rasakan seorang, Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel. Anak tunggal, dan salah satu ketua geng motor The Vagos. Yang jatuh hati pada seorang gadis, yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rakha sedang duduk di balkon kamar, dengan beberapa camilan dan air putih untuk menemani hari minggu nya. Mengotak atik pons, walaupun ia tak tau harus memainkan apa. Karena ia sadar, di dalam ponsel nya ini tidak ada aplikasi yang menarik.
Merasa bosan duduk berdiam diri di balkon. Lelaki itu memilih turun menemui kedua orang tua nya. "Rakha." Pangil Setiawan saat melihat Rakha berjalan mengarah ke dapur.
Berbalik, mengarah pada ruang TV.
Rakha duduk di sofa, meraih camilan yang berada di atas meja. "Iya, kenapa?"
"Besok ikut papa."
"Ngga mau, ah." Tolak Rakha, sambil memasukan kue kering buatan sang mama ke dalam mulut nya.
"Berarti kamu ngga mau liat Ayyara, nih?" bukan Setiawan yang berkata, melainkan Raisa.
Rakha membulatkan mata nya, tersenyum seperti kuda. "Mau dong, ma." Balas Rakha dengan wajah centil.
"Emang kita kesana mau ngapain?" Tanya Rakha mulai penasaran.
"Ayyara ngga bilang ke kamu?" Tanya Raisa, yang mampu membuat Rakha berhenti mengunyah. Rakha hanya dia,m mencoba mencerna ucapan sang mama.
"Ayyara beneran ngga bilang sama kamu?" kali ini Setiawan yang bertanya, Rakha menggeleng sebagai jawaban. "Ayyara kan, mau pindah." Beritahu Setiawan, sambil menyeruput teh.
𝘿𝙚𝙜.
Ayyara ingin pindah, tapi mengapa gadis itu tidak memberi tau. "Ayyara ngga bilang."
"Mungkin, dia ngga mau bikin kamu sedih." Raisa mengusap bahu tegap sang anak. Rakha hanya mengangguk lemah, mendegar penuturan dari sang mama.
დ .•*””*• 𝐴𝑅𝐴𝐾𝐻𝐴 •*””*•.დ
Hari sudah berganti, tepat nya hari ini adalah hari senin sore. Kelurga Setiawan sedang bersiap menuju ke diaman Ayyara yang sebentar lagi akan pindah.
Setiawan dan juga Raisa sudah siap, mereka hanya menunggu sang anak yang sendari tadi tidak keluar kamar. Karena merasa lama, Raisa memilih untuk menghampiri Rakha yang masih berada di dalam kamar.
Sesampainya di depan pintu kamar, Raisa mengetuk ngetuk. Namun tidak ada jawaban. Akhirnya setelah beberapa menit berdiri di depan pintu kamar Rakha. Lelaki itu keluar dengan pakaian yang sudah rapih.
"Kamu di tungguin lama banget. Cepetan turun, kita udah mau berangkat." Omel Raisa. Raisa turun terlebih dahulu, dan di susul oleh Rakha. Wajah lelaki itu seperti tidak bersemangat untuk bertemu sang pujaan hati.
Dari semalam, Rakha tidak bisa tidur. Dan saat tadi di kampus, lelaki itu terus saja melamun. Al hasil, ia harus keluar kelas seperti kejadian waktu itu.
Rakkha sudah berada di halaman rumah. Ia segera menghampiri motr sport miliknya, dan tidak lupa dengan helm. "Rakha, cepeta!!" Teriak Raisa dari dalam mobil.