(End)
Bagaimana jadinya, jika pertemuan pertama membuat aliran Cinta menembus hati? Itulah yang di rasakan seorang, Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel. Anak tunggal, dan salah satu ketua geng motor The Vagos. Yang jatuh hati pada seorang gadis, yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Woy Rakha!" Teriak Pangeran dari arah belakang, Rakha memutar badannya menghadap ke belakang, dan membuka kaca helm, tak hanya Rakha saja yang menghadap ke arah Pangeran, namun ke tiga sahabatnya juga sama.
"Gibran!!" Teriak Pangeran spontan. Mereka berlima binggung dengan yang di ucapkan oleh Pangeran, tiba-tiba saja lelaki itu menyebut nama ketua Hetboy. Pangeran hanya menepuk helem, kenapa keempat sahabatnya ini harus lemot sih di suasana yang genting.
"Itu Gibran yang di depan!!!" Teriak Pangeran menunjuk ke arah pedagang, dan membuat pengendara lain menatap ke arah lima sekawan itu, ibu-ibu yang berada di samping Pangeran spontan berkata, "itu cowo yang bikin onar itu temen kalian?!" Tanya nya tak suka.
"Bukan bu. Mereka musuh geng kita!" Jawab Pangeran kesal, ternyata Gibran suka bikin onar di tempat ini. Sontak pengendara lain juga ikut menatap ke arah lima sekawan, dengan celotehan demi celotehan, "Rakha kalau kita biarin mereka (hetboy) bakal terus begini!" Saat ini Reyhan yang membuka suara.
Geng Gibran membuat onar di jalan raya, ia memalaki pedagang pedagang kaki lima di pinggir jalan. Kalau pedangang itu tak memberikannya uang, ia akan mendorong gerobaknya hingga jatuh, dan hal ini lah yang membuat jalanan sedikit macet, karena banyaknya makanan yang berserakan.
"Kita lewat sela-sela!!" Perintah Rakha di angguki setuju oleh keempat sahabatnya, Rakha kembali menutup kaca helm, mengegas motornya, yang menimbulkan suara yang keras namun halus. Mereka berlima melewati kemacetan di sela sela yang kosong, ada juga beberapa ciwi ciwi yang terjebak macet merekam aksi itu.
Lima sekawan memberhentikan motornya di pinggir dekat dengan pohon besar, membuka helm 𝑓𝑢𝑙𝑙 𝑓𝑎𝑐𝑒 nya dengan bersamaan, berlima lari ke arah Gibran. Walaupun ketua Hetboy sedang membawa pasukannya, namun mereka berlima tidak takut, "BERHENTI!" Teriak Rakha, sontak Gibran dan anak buahnya menatap ke arah Rakha dengan tatapan tak suka.
"Cih, mau jadi pahlawan kesiangan lu!" Ujar Gibran, membuat anak buahnya tertawa garing, "anjirr, hahahahaha Reyhan! Ternyata masih pinteran kita ya," kekeh Pangeran, menatap Reyhan yang ikutan tertawa.
"iya Ran, orang sore di kata siang, hahahahaha." Tawa Reyhan, mereka berdua asik tertawa sambil memukul satu sama lain. "Tolol!!!" Celetuk nya bersamaan dengan raut wajah yang kembali seperti semula, datar.
Sementara Gibran masih diam, ia juga ya kalau di pikir pikir, ini kan udah sore kok bilangnya pahlawan kesiangan, ahh bodo lah. Rakha mendekat ke arah Gibran, sementara Akbar, Reza, Pangeran dan Reyhan masih berdiri tegap di tempatnya dengan tangan mereka yang di lipat di depan dada, dan wajah datar yang mereka pasang di wajah tampanya.
"Gue minta sama lo, jangan bikin onar!" Ujarnya 𝑡ℎ𝑒 𝑝𝑜𝑛𝑖𝑡, sementara Gibran hanya terkekeh, entah apa yang lucu dari ucapan Rakha barusan yang membuat lelaki yang lebih pendek sedikit dari Rakha tertawa. "Bacot!! Lu."