(End)
Bagaimana jadinya, jika pertemuan pertama membuat aliran Cinta menembus hati? Itulah yang di rasakan seorang, Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel. Anak tunggal, dan salah satu ketua geng motor The Vagos. Yang jatuh hati pada seorang gadis, yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kamu ini ada ada saja." Kekeh Rakha. "Gitu dong ketawa, jangan sedih. Inget, bidadari abang ngga mau abang sedih cuman gara-gara dia." Ucap Iqbal, tersenyum manis ke arah Rakha.
"Owh iya, kita belum kenalan, nama aku Iqbal Ramadhan, kalau nama abang siapa?" Tanya nya, mengulurkan tangan yang mungil itu, "nama saya, Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel." Balas Rakha, membalas jabatan tangan Iqbal.
"Huh, namanya panjang plus susah." keluh nya, sementara Rakha hanya terkekeh melihat tinggah anak kecil di hadapannya itu. "Owh iya, kamu ke sini sudah bilang mamah kamu?" Tanya Rakha, mendapatkan anggukkan dari Iqbal. "Udah, malah mamah tadi yang suruh Iqbal buat samperin abang." Jawabannya jujur.
"Owh iya, Iqbal boleh nanya nama bidadarinya bang Raka ngga?" Tanyanya Iqbal. "Boleh, nama bidadarinya bang Rakha itu Ayyara, namanya cantik kan?" Balas Rakha dengan senyum yang mengembang.
"Iya, namanya cantik ,pasti wajahnya juga cantik."
"Bidadarinya bang Rakha itu lebih dari kata cantik, dia hebat, dia juga kuat." Jelas Rakha, menatap ke arah langit biru yang berisikan awan putih. "Hebat, kayak sperdemen ya?" Celetuk Iqbal, Rakha hanya mengangguk dan matanya kembali berkaca-kaca, "ehh, maaf bang, Iqbal ngga bermaksud buat bikin bang Rakha nangis lagi." Ujarnya merasa bersalah.
"Ngga apa-apa, lagian abang ngga nangis kok." Balas Rakha. "Anak kecil ini sangat lucu, seperti kamu Ayyara." Batin Rakha, ia menatap Iqbal seperti menatap Ayyara, bayang-bayang gadis itu tak bisa hilang, suara cerianya, senyum manisnya dan lain lain, itu semua masih tersimpan sempurna di beank Rakha.
Ayyara suka dengan anak kecil, Rakha juga suka, namun saat ada anak kecil yang mendekati Rakha, ia tidak ada di dekat Rakha, lelaki itu berharap bidadarinya ada di sampingnya dan berbicara dengan anak kecil ini. Anday Ayyara tak melakukan hal itu, pasti Rakha masih bisa melihat senyuman manisnya, namun saat ini senyum manis itu hilang, karena pemilik senyum manis itu sedang tidak sadarkan diri, entah apa yang menarik di alam sana. Sampai-sampai pemilik dari senyuman manis itu, memilih untuk tetap memejamkan matanya, dibandingkan membukanya.
Mungkin hal disana lebih menarik di bandingkan di dunia ini, mungkin hal yang menarik baginya adalah, ia bisa merasakan kebahagiaan yang selama ini tidak pernah ia dapatkan di dunia, bahkan kalau ia baru bisa merasakan kebahagiaan nya, penderitaannya tiba-tiba saja muncul, seperti tak membolehkan dirinya untuk bahagia sedikitpun.
"Bang Rakha, Jqbal pamit ya, soalnya mamah sudah mangil Iqbal." Izin Iqbal di angguki oleh Rakha, lelaki itu bisa melihat dari kejauhan sepasang suami istri yang tak jauh dari arahnya sendang melambaikan tangan ke arah sang anak. "Dadah bang Rakha! Jangan nangis lagi ya, dadah pangerannya kak Ayyara!!!" Teriak Iqbal yang suah sedikit jauh, "dadah Iqbal!!" Rakha membalas lambaian tangan.
Dan semua perhatian sekarang terahlihkan kepada kedua lelaki itu, Iqbal dan Rakha. Saat Iqbal mengatakan 'pangeran nya Ayyara' semua orang menatap ke arah Rakha, dan lelaki yang di tatap seperti itu hanya tersenyum manis.