Melihat punggung kelima lelaki tersebut, membuat wanita itu berdecak sebal. "Ck!Bisa-bisa nya gue di permalukan!"
"Pokoknya gue harus minta bayaran lebih!"
𝘿𝙧𝙚𝙩𝙩.
𝘿𝙧𝙚𝙩𝙩.
Ponsel wanita itu berdering, menandakan ada satu pangilan masuk. "Hallo?"
"Gimana, berhasil rencananya?" Tanya seorang lelaki dari sebrang sana. "Gmana mau berhasil coba. Orang baru di deketin, langsung kabur."
"Ngga becus lu!" Marah seorang lelaki dari sebrang sana.
"Lu bilang gue ngga becus hah?! Pokok nya gue mau bayaran lebih buat hargadiri gue yang udah mereka permalukan!" Tegas nya.
"Enak aja lu minta bayaran lebih, misi yang gue suruh aja belum berhasil." Jawab nya sedikit membentak.
"Mau ngga mau lu harus bayar lebih! Gibran!!" Merasa diri nya menjadi bahan tontonan. Ia memilih untuk keluar dari cafe, dengan pangilan yang masih menyambung.
"Kalo gue ngga mau bayar lu lebih gimana?"
"Gue bakal bongkar rencana lu buat hancurin geng mereka!" Balas nya tersenyum smirk.
"Sampai lu berani bilang ke mereka. Mati lu!!" Ancam nya yang tak mempan.
"Ck. Kalo ngga mau gue cepuin ke mereka, lu harus bayar lebih buat ini! Lu pikir bayar kuliah itu murah hah! Kalo bukan karena misi gue, gue ngga bakal pindah kuliah ke tempat orang kaya!" sarkas nya.
"Seterah lu, mau ngomong apa! Yang penting gue mau rencana gue berhasil!!!"
"Kalau bisa lu harus jadi pacar Rakha! Biar lu gampang buat akalin dia." Sambung nya, dengan senyum smirk di sebrang sana.
"Ngga mudah buat jadi cewe dia. Buktinya gue udah mangil dia dengan sebutan kak Akha, yang kaya lu suruh aja ngga mempan!" Beritahu nya.
"Coba lu ke rumah nya."
"Maksud lu?"
"Lu dateng ke rumah dia, dan sebisa mungkin lu harus deket sama mama nya."
"Ogah, gue." Tolak nya.
"Seterah lu! Pokoknya gue mau rencana gue berhasi!" Pangilan berakhir.
Siapa sangka, semua obrolan diri nya dan juga Gibran sudah terdegar di telinga seorang lelaki yang sendari tadi terus memperhatikan nya.
"Ck. Mau duit haram sape segitu nya?" Kekeh lelaki tersebut.
"E-elu?"
"Kenap!? Kaget ya?" Yjar nya mengukir senyum smirk.
"Kok lu bisa ada di sini!?" Tanya nya panik. Lelaki itu bisa melihat dari raut wajah wanita di hadapan nya, bahwa ia sedang di landa kepanikan. "Bisa lah!" Balas nya melipat kedua tangan di depan dada bidang nya.
"Clara Maura." Pangil lelaki itu dengan nada yang sedikit menakutkan bagi Clara.
Calara Maura. Gadis yang terkenal baik namun jahat. Ia terlahir dari keluarga miskin, membuat sang empu harus melakukan berbagai hal untuk membutuhkan kehidupannya, terlebih lagi mama nya sedang sakit. Baik itu sifat utama nya, namun jahat itu sifat abadi nya.
Sering melakukan hal yang di larang untuk mendapat uang, adalah pekerjaan nya. Termasuk menghancurkan geng The Vagos.
"Lu mau duit berapa? Gue isa ngasih ke lu! Tapi dengan syarat."
"Apa syarat nya?" Tanya nya.
"Syaratnya lu harus janji sama gue, kalo lu ngga bakal hancurin The Vagos!!" ujar nya menaikan satu alis.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARAKHA
Novela Juvenil(End) Bagaimana jadinya, jika pertemuan pertama membuat aliran Cinta menembus hati? Itulah yang di rasakan seorang, Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel. Anak tunggal, dan salah satu ketua geng motor The Vagos. Yang jatuh hati pada seorang gadis, yan...
