(End)
Bagaimana jadinya, jika pertemuan pertama membuat aliran Cinta menembus hati? Itulah yang di rasakan seorang, Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel. Anak tunggal, dan salah satu ketua geng motor The Vagos. Yang jatuh hati pada seorang gadis, yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Semuanya, saya akhiri kelas hari ini. Terima kasih, assalamu'alaikum." Salam dosen perempuan yang hendak keluar.
"Waalaikumsalam!!!" Jawab semuanya serempak.
"Woy, kita ke kantin, jangan langsung pulang." Ajak Reyhan. "Ayok!! Gue setuju sama Reyhan." Mereka berlima berjalan beriringan dengan ransel hitam yang mereka pakai di pundaknya, dengan langkah yang semangat, mereka sampai di kantin yang bisa di bilang cukup ramai.
Mereka berlima mulai mencari meja kosong, memilih untuk duduk di meja pojok yang sepi. "Kalian mau pesen apa?" Kalau Rakha sudah bertanya, pasti lelaki itu akan mentraktir.
"Mie ayam, gimana?" Semuanya mengangguk setuju. "Oke, mie ayam. Pangeran, pesen." Pangeran mengangguk, berjalan ke arah bu kantin. Sambil menunggu Pangeran selesai mengantri, mereka berempat berbincang-bincang dengan kekehan yang mengiringinya.
"Rey, Gibran kalau di rumah sifat nya gimana?" Tanya Akbar."ya gitu, nyari pencitraan di depan daddy gue. Terus, dia bilang. Kalau gue balapan sama kalian dan geng kita suka bikin onar. "
Mereka masih melanjutkan obrolan, sampai akhirnya setelah beberapa menit, mie ayam itu datang dengan botol air mineral. Dengan lahap dan sunyi, mereka berlima menyantap mie milik mereka masing-masing dengan penuh nikmat.
"Mie nya, enak ya?" -Pangeran
"Iya, soalnya gratis." Sambung Reyhan.
დ .•*""*• 𝐴𝑅𝐴𝐾𝐻𝐴 •*""*•.დ
Hari semakin sore, namun ke-empat lelaki itu masih betah di kamar Rakha, entah apa yang saat ini mereka lakukan. "GUE JALAN, OWH NOOOO!" Teriak Pangeran, memenuhi seisi kamar Rakha. "Berisik! Jalan, tingal jalan aja. Banyak, bacot!" Gerutu Reyhan, seketika mendapatkan tatapan bombastis dari kembarannya.
Kelima nya sedang asik bermain ular tangga milik Rakha. Sebenar nya, Rakha tidak mengajak mereka untuk bermain ular tangga, namun karena mata Pangeran dan Reyhan sangat jernih, kedua lelaki itu bisa melihat tempat ular tangga yang berada di atas lemari Rakha.
"AAAAA, gue turun... TIDAK!!!" Bukan Pangeran yang berteriak, melainkan Reyhan.
"Dih, lo juga teriak lay." Kesal Pangeran.
Rakha, Akbar dan Reza hanya tertawa renyah melihat kedua kembar yang berbeda itu sedang berantem, sampai-sampai tarik tarikan rambut. "Hahaha, udah, udah. Kayak anak kecil, tau ngga sih." Lerai Rakha, meraih dadu. Kali ini adalah gilirannya. Kalau Rakha mendapatkan dadu dengan dua titik, lelaki itu di pastikan akan menang.
Semua mata masih fokus pada dadu yang sedang di kocok oleh Rakha. melihat komok dari sahabatnya,,ia memiliki sebuah ide jahil, yaitu memperlama dadu yang akan ia lempar.