ARAKHA_ 58. Tidak Bisa Di hubungi?

395 21 0
                                        

"Kamu kenapa Rak?" Tanya Setiawan saat melihat raut wajah sang anak yang tidak bersemangat saat sarapan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Kamu kenapa Rak?" Tanya Setiawan saat melihat raut wajah sang anak yang tidak bersemangat saat sarapan. Sementara sang empu yang mendapatkan pertanyaan seperti itu, hanya mengegeleng sebagai jawaban nya.

Setiawan mengisyaratkan kepada Raisa soal sang putra, namun jawaban Raisa tidak memuaskan. Wanita yang terlihat masih muda itu, hanya mengeleng sebagai jawabannya.

Suapan demi suapan dan akhirnya habis. Rakha bangkit dari duduk nya dan segera mencium punggung tangan kedua orang tuanya.

"Rakha berangkat. Assalamu'alaikum." Pamitnya.

"Wa'alaikumussalam" balas Setiawan dan Raisa bersamaan.

"Anak kamu kenapa?" Tanya Setiawan.

"Anak aku, anak kamu juga mas." balas Raisa

segera pergi untuk mentuci piring-piting kotor. "Ya Allah." Pria itu mengusap wajah nya dengan kasar.

Rakha melajukan motor nya dengan kecepatan maksimal. Setelah beberapa menit perjalanan, ia sampai di parkiran kampus yang sudah cukup ramai. Setelah parkir, lelaki itu berjalan dengan langkah yang malas.

"Hai!" Sapa mahasiswi kepada Rakha. Siapa lagi kalau bukan Clara. Rakha hanya acuh dan kembali berjalan melewati Clara.

Yng di lewati begitu saja tanpa adanya respon dari Rakha. Membuat ia merasa kesal dan semakin menjadi jadi. "stop!" Ujar nya tepat di depan Rakha dengan merentangkan tangan, tanda Rakha tak boleh melewatinya.

"MINGGIR!!!" Dingin nya.

"Ngga!"

"Mau lu apa sih!?"

"Mau aku kamu."

"Minimal ngaca!" Clara berdiam diri, membiarkan Rakha melewati nya begitu saja dengan ucapan nya yang berhasil menusuk ke dalam hati.

"Iya sih, harus nya gue ngaca." Lirih nya.

"Ini semua gara-gara Gibran!" Teriak nya seperti orang gila, yang di saksikan banyak nya mahasiswa yang berada di area parkir.

Rakha sudah cukup jauh dari area parkiran dan akan segera menuju ke kelas nya. "Hai Rakha." Sapa tiga mahasiswa yang di balas anggukan oleh sang empu.

"Eh, liat gue di respon!" Girang nya.

Ia sudah bisa melihat keempat sahabatnya yang sedang asik mengibah. Apalagi Pangeran sama Reyhan. "Lu ngapa Rak?" Tanya Akbar mewakili semuanya.

"Ngga apa-apa." Balas sang empu saat sudah duduk di bangku nya. Pangeran menyenggol lengan Reyhan, membuat lelaki itu menaik turunkan alis nya.

"Lu nyadar ngga sih. Semenjak Rakha ketemu Ayyara dan sekarang pisah sama Ayyara. Dia jadi sering galau kaya gini." Bisik nya berhati-hati.

"Iya njayy. Gue kira cuman gue doang yang ngerasa kaya gitu. Ternyata lu juga," balas Reyhan berbisik. Mereka seling melontarkan tatapan, membuat ke tiganya menatap aneh kearah Reyhan dan juga Pangeran yang sendari tadi saling pandang satu sama lain.

ARAKHATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang