ARAKHA_55. Demam.

434 26 0
                                        

Pagi ini Rakha di buat pusing oleh chat dari oknum yang tidak jelas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi ini Rakha di buat pusing oleh chat dari oknum yang tidak jelas. Bahkan semalam ia harus bolak balik memberitahu semua nggota nya untuk berhati-hati. Dan tak hanya dia saja dan Akbar yang mendapatkan pesan seperti itu. Namun, hampir semua anggota the vagos.

Tubuh Rakha menjadi lemas dan kepala nya sangat pusing. Badan dia juga sedikit panas, namun lelaki itu tetap saja kukuh untuk masuk ke kampus. Al hasil sesampainya di kampus, ia hanya bisa diam merasakan sakit kepalanya yang cukup hebat.

"Baik. Kelas kita akhiri sampai sini." Ujar dosen perempuan.

Semua siswa dan siswi mulai merapihkan semua peralatan nya. satu persatu mereka mulai berhamburan keluar dari kelas. "HI! PANGERAN YANG GANTENG INI DATANG!!" Teriak Pangeran dari ambang pintu. "Ganteng dari atas monas!" Celetuk Reyhan yang lebih dulu sampai di bangku teman nya.

"Dih, sirik!!" Sarkas nya bombastis.

"Ogah gue sirik sama lu!!"

"Sirik mah bilang aja! Apalagi kan, gue ganteng!" Ia menarik satu kursi untuk ia duduki. "Najis!" Pekik Reyhan.

"Shutt, diem apa!" Omel Akbar yang mampu membuat kedua anak kembar berbeda orang tua itu diam tak berkutik. Sontak semua antusias menjadi mengarah pada Rakha yang sedang menyandarkan kepalanya di atas meja dengan tangan yang di jadikan bantalan.

"Ngapa tuh?" Tanya Reyhan lirih, kepada ketiga sahabat nya. Namun ketiganya hanya mengangkat kedua bahu nya yang menjadi jawaban 'tidak tau'.

"Ini ngga pada amau pulang?" Tanya Rakha lirih.

"Lu mau pulang?" Tanya balik Akbar di balas anggukan.

"Oke."

Mereka ber-lima keluar kelas dengan wajah Rakha yang sedikit pucat, karena lelaki itu sedang tidak enak badan. Mereka segera menuju ke parkiran dan menghampiri motor mereka masing-masing.

Setelah siap dengan semuanya. Kelima sekawan itu meningalkan parkiran yang sudah sedikit sepi karena para mahasiswa dan mahasiswi kebanyakan sudah pulang.

დ .•*””*• 𝐴𝑅𝐴𝐾𝐻𝐴 •*””*•.დ

"Assalamu'alaikum." Salam Rakha.

"Wa'alaikumussalam." Balas Raisa dari arah dapur.

Ia tidak segera ke kamar untuk mengganti pakaiannya, lelaki itu justru lebih memilih untuk duduk terlebih dahulu di sofa dan menyenderkan punggung serta kepalanya di pinggiran sofa.

Raisa berjalan menuju sang anak yang sedang memejamkan mata nya. "Minum dulu Rak." Ujar Raisa menaruh satu gelas jus mangga. Kalau kalian tanya kenapa selalu jus Mangga? Karena Rakha suka jus mangga.

"Kamu kenapa?" Tanya Raisa merasa khwatir melihat kondisi sang anak yang kurang sehat.

"Ngga apa apa, mah." Lirih nya. Raisa mendekat dan menempelkan punggung tangan nya ke kening sang anak. Dan pada saat itu juga, ia merasakan bahwa tubuh Rakha demam.

ARAKHATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang