(End)
Bagaimana jadinya, jika pertemuan pertama membuat aliran Cinta menembus hati? Itulah yang di rasakan seorang, Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel. Anak tunggal, dan salah satu ketua geng motor The Vagos. Yang jatuh hati pada seorang gadis, yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Rakha! Kamu kenapa melamun dari tadi!!" Teriak dosen perempuan dari arah depan, Rakha yang sadar mengejapkan mata nya beberapa kali. "Maaf Bu." Ia binggung kenapa akhir akhir ini ia selalu memikirkan Ayyara.
Desen wanita itu hanya mengangguk, semuanya kembali fokus kepada tugas mereka masing-masing, begitupun dengan Rakha yang kembali fokus pada buku miliknya yang berada di atas meja.
Ruangan kelas sangat sunyi, semua mahasiswa maupun mahasiswi hanya fokus kepada materi yang di berikan oleh dosen perempuan, Lagi-lagi Rakha kembali melamun. pikirannya di penuhi oleh semua ocehan demi ocehan yang pernah Ayyara lontar-kan kepada dirinya.
"Rakha, kamu bisa menjelaskan materi ini?"
Rakha kembali melamun.
"ARAKHA!!"
"I-iya bu." Jawab Rakha spontan .
"KAMU KENAPA TERUS MELAMUN DI KELAS SAYA!" Dosen perempuan berdiri, menatap ke arah bangku Rakha. "Rakha fokus!" Bisik Reza yang duduk di samping Rakha, namun masih berjarak.
"Maaf Bu, maaf saya tidak fokus di pelajaran ibu dan maaf karena saya banyak melamun." Rakha meminta maaf dengan perasaan yang sangat bersalah, karena ia melamun di jam pelajaran.
Dosen itu hanya mengangguk dengan wajah yang masih terlihat marah, dengan satu tarikan nafas. "Rakha, kamu keluar." Titah nya yang di patuhi oleh Rakha. Ia segera keluar dari kelas nya, dengan perasaan yang campur aduk.
"Kenapa lo harus ngelamun, si Rakha!!" Kesal dirinya sendiri.
Sang empu memilih untuk ke taman kampus, kondisi taman saat ini sangat sepi, bahkan tidak ada satu pun orang yang berlalu lalang di sisi taman. mungkin, karena sedang jam pelajaran.
Ia memilih untuk duduk di sebuah bangku panjang yang terletak pas di bawah pohon besar. suana taman kampus saat ini sangat sejuk, nyaman dan yang terpenting tidak berisik.
Hembusan angin yang mengugurkan dedaunan membuat rasa sejuk itu terasa berkali lipat, suara alam yang nyaman membuat siapapun orang yang sedang stress, seketika rasa itu menghilang bersamaan dengan angin yang berhembus.
Rakha masih menundukkan kepalanya ke arah bawah, merasa kecewa terhadap dirinya karena tidak fokus saat jam pelajaran sedang di mulai, rasa itu membuat sang empu sedikit frustasi. Seharusnya ia tak memikirkan tentang Ayyara, namun ia malah memikirkan gadis itu.
"ARGHHH"
"Bodoh, bodoh, bodoh!!"
დ .•*””*• 𝐴𝑅𝐴𝐾𝐻𝐴 •*””*•.დ
"Rak lu kenapa? Kenapa lu ngga fokus pas pelajaran bu Tuti. Lu tau kan, kalau bu Tuti itu paling ngga suka kalau ada salah satu mahasiswa nya ngga fokus pas jam pelajaran dia." Jelas Reza, sambil memasukkan mie ke dalam mulut nya.