(End)
Bagaimana jadinya, jika pertemuan pertama membuat aliran Cinta menembus hati? Itulah yang di rasakan seorang, Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel. Anak tunggal, dan salah satu ketua geng motor The Vagos. Yang jatuh hati pada seorang gadis, yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Rakha, gue izin pulang dulu ya." Pamit Reyhan pada Rakha yang tengah terduduk lemah. "Lu ngga mau di sini aja?" Tanya Rakha di balas gelenggan pelan serta senyuman manis dari sang empu.
"Iya Han, lu sini aja!" Sambung Oqib dari arah lain. "Ya elah, gue cuman pulang bukan pergi selamanya. Nanti juga kita ketemu lagi."
"RAKHA!! RAKHA!" Teriak Raisa dengan lari kecil nya. "Ada apa ma? Kenapa harus lari-lari seperti ini." Dengan air mata yang mengalir dan senyum yang terukir, mampu membuat Rakha dan seluruhnya binggung.
"Istri kamu Rak! Istri kamu."
"Ayyara?" Tanya di balas anggukan. "Istri kamu sadar!! Dia dari tadi manggil nama kamu." Sedikit tak menyangka. Tanpa permisi, Rakha berlari pelan untuk masuk ke dalam ruangan sang istri yang tadinya di nyatakan meninggal dunia.
"Sayang?" Lirih nya.
"Ka-kak?"
Rakha menyodorkan air minum, dan di trima oleh Ayyara. "Terimakasih, ya Allah."
"Rakha, maaf ganggu waktu kalian." Reyhan masuk dengan senyum yang selalu ia ukir. Rakha mempersilahkan sang sahabat untuk mendekat ke arah nya.
Semua orang hanya tertuju pada Reyhan, bahkan semua nggota The Vagos tak ada yang ingin memalingkan pandangan nya dari kembaran Pangeran itu.
"Gue izin pergi duluan ya, owh iya. Ayyara, makasih lu udah mau bertahan hidup lagi, gue mohon jagain sahabat gue ya, dia itu ngga suka minum obat, karena pait."
"Apasih lu!" Rakha memukul lengan Reyhan pelan, yang mampu membuat kekehan terdengar di setiap penjuru ruangan. "Satu lagi, dia ngga bisa ngerokok, dia paling anti sama asap rokok." Saat ini, Rakha beralih menatap ke semuanya.
"Buat tante Raisa dan om Setiawan. Makasih ya sudah menganggap Reyhan seperti anak kalian sendiri. Dan buat kalian, anggota The Vagos. Tolong jagain ketua kita ya."
"Lu mau pulang, kaya mau pergi selamanya sih Rey, sampe nitip nitip pesan kaya gitu." Kesal Pangeran, di angguki setuju oleh semuanya.
"Ya elah, diem apa!!"
"Rakha, gue pergi ya. Jangain cewe yang udah berhasil buat lo jatuh cinta. Gua bangga bisa lihat perjuangan lo untuk dapetin cinta pertama lo." Seperti ada yang menaruh bawang merah di ruangan, tangis mereka pecah. "Gue boleh meluk lo ngga buat terakhir?"
"Maksud lo apasih, Rey! Lu itu boleh meluk gue kapanpun lo mau."
"Emang iya, nanti istri lu cemburu." Gelak tawa berhasil pecah karena ucapan Reyhan. "Gue boleh peluk suami lo, Ayyara?" Gadis itu mengangguk samar. Tanpa aba-aba, Reyhan memeluk tubuh Rakha dengan kencang.
"Makasih udah jadi rumah buat gue, setelah rumah gue hancur. Kalau gue pergi, lu jangan sedih ya, sekarang kan lu punya Ayyara yang akan selalu ada di sisi lo."